Bukti Cinta Kang Santri

Bukti Cinta Kang Santri
24.Salah Nama


__ADS_3

Hay semua Author balik maaf lama menunggu🙏 Happy Reading langsung saja


_________________________________


Karena keterkejutannya Fauzi menarik tangan gadis hingga..


Hap!


Byyur!


Tepat wajah si gadis berada di jarak terdekat Fauzi, dan air yang tadi tertumpah di kokonya, Fauzi terkejut bukan main kala ia tau jika itu Syifa si gadis yang selalu menabraknya.


Takdir seolah sedang menabrakkannya dalam situasi genting sekalipun.


"Eh Maaf." Ucap Syifa mengambil tisyu tanpa melihat si santri, ia hendak mebersihkan tumpahan teh nya dan


"Jangan." Teriak Fauzi mengangkat tangan agar tangan Syifa tidak menyentuhnya karena bagaimanapun ini tempat umum,


"Kang Santri Lagi?" Batin Syifa yang baru sadar


"Sudah tidak apa." Ucap Fauzi mengambil tisyu Syifa dan membersihkannya sendiri, tentu Syifa paham akan maksudnya,


"Assalamu'alaikum."


Fauzi segera pergi untuk mengganti kokonya, Syifa masih bengong tak menyadari salam dari Fauzi


"Syifa kenal sama Gus...." Ucap Bude Yul terpotong karena ponsel Syifa berdering.


Tring tring tring!!


Syifa segera menggeser tombol hijau ke atas dan mendengarkan tepat letak ponsel di telinganya,


"Assalamu'alikum." Ucap Syifa


"....." Dari seberang


"Iya bang Syifa pulang ish." Gerutu Syifa kesal yah dia adalah Abangnya,


"..."


"Iya, Wa'alaikumussalam." Jawab Syifa menutup panggilan.


Syifa segera pamit kepada budenya,


"Bude, Bang Ridwan udah nyariin, Syifa pulang ya." kemudian diangguki Bude Yul


"Assalamu'alikum."


"Wa'alaikumussalam, hati hati." Ucap bude Yul diangguki Syifa.


.


.


Tepat Di Parkiran,


Syifa menuju motor maticnya ia segera menaiki dan ada hal aneh yang berbeda dibagian ban sepedanya kemudian ia menepuk keningnya,


"Astaghfirullah, udah genting pakek kempes nih ban." Gerutu Syifa clingak clinguk


"Ada apa mbak Fafa." Ucap Pria yang baru datang,


"Dikira saya embak embak ya?." Batin Syifa tanpa menjawab pertanyaannya


"Eh iya ni kak Agus ban saya kempes." Ucap Syifa


"Agus?" Batin orang itu

__ADS_1


"Nama saya bukan Agus." Ucapnya kemudian Syifa mengernyitkan kening.


"Nama saya Fa..." Ucapnya terpotong,


"Sudahlah Gus ayo, Abang saya nanti marah marah." Ucap Syifa


"Baiklah tapai saya harus apa." Ucap Orang itu yang tak lain adalah Fauzi.


"Bengkelnya dari sini jauh , tolong anterin saya." Ucap Syifa karena selain Fauzi tak ada orang lagi,


"Mem Maksudnya saya antarin mbaknya?" Tanyanya.


"Saya bukan mbak kamu ya." Ucap Syifa kesal sedangkan Fauzi juga geram karena orang itu seenak dirinya memanggil nama lain,


"Gimana Kak Agus." Syifa


"Gimana apanya." Ucap Fauzi datar, Syifa sudah memasang muka tajam


"Ba baiklah baiklah saya ambil motor dulu Fafa ke gerbang belakang dulu ya." Titah Fauzi


.


.


Syifa sudah membonceng jok belakang yang membawa motornya si Fauzi,


"Ayo jalan gus." Titahnya


"Mbaknya bisa mundur lagi, ini terlalu dekat." Tutur Fauzi menetralkan jantungnya padahal sudah ada tas yang jadi penghalang, tapi Syifa tetap melaksanakan perintahnya,


(...)


Sampai Rumah Syifa


Tentunya dengan arahan Syifa, sesampainya dirumah Syifa menyuruhnya untuk tidak pulang terdahulu.


"Assalamu'alikum Bang," Tak ada sahutan tapi pintu rumah terbuka,


Syifa memasuki Kamar Ridwan dilihatnya sedang fokus berkas berkas,


"Bang sepeda Syifa bocor." adunya


"Terus pulang jalan kaki ya." Tebak Fauzi masih fokus dengan berkasnya


"Ya enggaklah terpaksa nyuruh santri untuk nganterinnya." Seketika Ridwan menatap tak percaya, jika adiknya bisa dekat dengan laki laki,


"Siapa."


"Itu Agus kayaknya." Ridwan mengernyitkan dahi setaunya tak ada yang bernama Agus dipondok, Ia segera menuju depan.


(...)


"Gus Fauzi disini juga." Tanya Ridwan yang melihat Fauzi


"Dari tadi disini." Fauzi tersenyum sedangkan Ridwan mangguk mangguk masih clingak clinguk,


"Cari apa kak." Tanya Fauzi


"Cari Manusia." Jawabnya datar,


Fauzi mengernyitkan dahi sibuk dengan pikirannya sendiri sedangkan Ridwan mencari Manusia yang bernama Agus, yang berhasil membuat adiknya sedikit demi sedikit melupakan masalalunya,


Suara Syifa membuyarkan lamunan masing masing,


"Bang, Agusnya disuruh masuk dong." Titah Syifa sedangkan Ridwan masih clingak clinguk tak jelas mencari sosok Agus,


"Dimana Agusnya dek Abang ngga lihat ini, atau dia makhluk *t*ak kasat mata, Astaghfirullah kenapa otakku jadi ngelantur hingga terbentur." Batin Ridwan menatap kesana kemarin mencari dimana sosok Agus namun tetap nihil

__ADS_1


"Hey Gus Agus ayo masuk dulu." Ucap Syifa melihat Fauzi sekilas lalu beralih menatap abangnya yang clingak clinguk,


"Apa mataku sudah mines, kenapa aku ngga liat si agus agus itu sih." Batin Ridwan


"Ck! Abang ih kasian Agusnya nengkreng terus disepeda." Ucap Syifa kesal.


Sontak Ridwan membulatkan mata seketika Fauzi dan Ridwan saling pandang,


"Ha?" Ucap Ridwan dan Fauzi bersama sedangkan Syifa datar.


"Maksudmu ini dek." Tanya Ridwan menunjuk Fauzi, Syifa mengangguk sedangakan Fauzi juga diam karena sedari tadi ia terus dipanggil sebutan itu


"Hahhahhahhaha serius kamu dek, Yakin?." Tanya Ridwan


"Iya lha wong Rizky manggilnya selalu Gus kok, temen SD Syifa yang panggilannya gus itu namanya Agus kok." Ucap Syifa yakin, bahkan ia tak tau apa apa.


Fauzi hanya menunduk tersenyum akan kepolosan Syifa sedangkan Ridwan menjelaskan, tentunya setelah bersusah payah menahan tawanya


"Dia itu Fauzi Putra Pak Yai." Tutur Ridwan santai tapi membuat Syifa mengernyitkan dahi,


"Lalu, hubungannya apa." Tanya Syifa dengan polosnya


"Buka Hp Sana tanya Mbah Goo**e." Kemudian Setelah Syifa mengetahui dan..


Blush


Pipinya merona karna malu, ingin sekali rasanya ia berlari sejauh jauhnya tapi entah kemana, ingin rasanya ia sembunyi dilubang semut tapi tubuhnya terlalu besar untuk itu,


" Itu kenapa pipimu memerah dek." Goda Ridwan seketika Syifa menjadi datar bak jalan tol.


"Kenalan dulu dong massa Adek ngga sopan sama orang yang nolongin." Ridwan


Syifa menunduk masih merutuki kebodohannya Fauzi yang paham akan tatapan Syifa ia segera mengalihkan perhatian,


"Kita sudah kenalan dulu kak." Fauzi


"O ya Massa." Goda Ridwan


"Cih lihat saja nanti." Batin Syifa menatap tajam Ridwan dengan tatapan membunuh, seketika nyali Ridwan menciut,


"Dulu Saya sudah ketemu Fafa kok bang," Tambah Fauzi.


"O iya maaf Syifa lupa." Ucap Syifa merasa bersalah mengganti nama anaknya orang Fauzi tersenyum mengangguk,


"Fafa? Ada apa dengan mereka ya?" Ridwan menebak nebak apa yang sedang terjadi dipikirannya,


Fauzi membuyarkan keheningan mereka


"Saya harus balik pondok soalnya tadi belum sempat Izin dengan petugas karena lewat parkir belakang" Fauzi


"Eem Baiklah terimakasih sudah menolong adik saya." Ucap Ridwan


"Sudah tanggung jawab saya." Ucap Fauzi keceplosan kemudian menunduk, Ridwan mengernyitkan dahi sedangkan Syifa memicingkan mata,


"Apa maksudnya dengan kewajiban." batin Syifa,


Fauzi memutuskan untuk segera menstater motornya


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam." Jawab kakak beradik yang masih sibuk dengan pikiran masing masing


.


.


.

__ADS_1


Heppy Reading


sempat kan jempol kalian dan komen lalu vote ya InsyaAllah feedback


__ADS_2