
Selamat datang bulan baru
Semoga amal kita lebih baik dari bulan lalu
Apa kabar sahabat?
Semoga masih setia dalam taat
Apa kabar dengan keadaan?
Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan
Apa kabar dengan Cinta?
Bagaimana dengan Rasa?
Apa kabar dengan Rindu?,, semua itu masih seperti bulan lalu.
Kapan kita bertemu?
Hanya Allah yang tahu..
Katakan pada jarak!
Aku belajar, iya!! belajar mengenal ada sebelum tiada.
Belajar arti ada sebelum kehilangan.
Pagi hari menyapa orang-orang yang mulai sibuk bekerja dan sibuk kegiatan masing-masing, kicauan burung menghiasi pedesaan, cahaya matahari menembus jendela kamar Syifa.
Kebetulan Syifa dan Ridwan tidak berangkat kantor bahkan berencana untuk makan di resto jadi Syifa bebas tidak perlu bertempur dengan dapur ck.
Masih dengan perasaan rindu, tapi siapanya? kadang logika mengatakan tapi kenapa perasaan tidak menerima? sesuatu yang terjadi dalam gelisah resah dan juga pasrah. Entahlah kita lihat saja takdir hidupnya.
Manik hitam Syifa menyapu ruangan tidurnya, tangannya menarik laci nakas menyibak kertas yang menutupi barang yang mungkin tersimpan di dalamnya. Apa kira-kira?
1000 jarak akan terkikis
1000 kenangan sudah digaris
1000 Rindu amat nyaris
1000 Cinta terdengar miris
Saya tidak tahu kapan akhir dari penantian
Saya tidak menjamin rencana tuhan
Tapi saya hanya memintamu dalam do'a
Bertahan akan kepastian..
Kita ingin yang baik untuk masa depan kita
Namun Allah tahu yang terbaik untuk kita.
Percayalah 1000 kilo meter jauhnya akan kalah dengan 1000 cara Allah menakdirkan kita.
Tepat sekali, Syifa melihat lipatan kertas yang terselip di benda merah pemberian Fauzi, ia menarik nafas dalam-dalam pantaskah ia bertahan? akankah ia takdirnya? Apa yang membuatnya bertahan?
Koin itu kini ada di genggaman Syifa, ia tersenyum tipis sangat, tipis. Fauzi memang pandai memberi kata-kata, tapi! kata orang Fauzi itu sosok dingin, lalu kenapa dengan Syifa seolah tiada kata dingin bahkan Fauzi itu cerewet.
"Seribu." Batin Syifa tersenyum, ternyata di sana terdapat ukiran huruf...
S.F
Jelas Syifa bisa menebak artinya yang tak lain Syifa Fauzi memang benar-benar hemm.
Dog.Dog.Dog.
__ADS_1
"Kakakk." Teriak dari balik pintu membuat Syifa dengan langkah berat membukanya, tak lupa ia menempatkan surat dan koin seribunya ke tahtanya.
"Iya kii." Syifa menatap adiknya jengah kenapa coba ada makhluk se heboh ini? Lihat saja Rizky masih menggunakan sarung, koko dan peci yang melekat di kepalanya, dan katanya sih katanyaaa. Menambah kadar ketampanan.
"Kakak ...Rizky minta uang." Ucapnya dengan puppy eyes dan juga tangan mengadah. Hih bolehkah ia karungin saja ni anak satu?
"Nggak." Ucap Syifa malas.
"Ayolah kakk.." Rengkek Rizky yang terus merayu Syifa.
Tulit tulit tulit
Suara dari luar, membuat Rizky semakin kejer, yah bapak-bapak siomaynya sudah datang hal itu membuat Rizky si pecinta siomay merengek meminta uang. Jarang kan dia jajan di rumah apalagi murah hanya lima ribu.
"Kakak Rizky cuma ada empat ribu, boleh adek minta seribu aja." Ia terpaksa menjajankan uang sisa kemarin yang niatan mau di masukin celengan tapi ngga jadi.
Ya ya kalian tahu apa pikirannya.
"Hemm baiklah, kakak ambilin ke kamar Bang Ridwan." Ucap Syifa bergegas keluar dari pintu. Ia juga ingin siomay kenapa Rizky selalu jajan makanan itu.
Rizky menatap punggung Syifa yang sudah hilang, ia gusar kenapa coba? takut siomaynya kabur mungkin ck Rizky mengintip jendela, pak siomay sudah hendak melajukan motornya. Rizky panik bukan main!! hih.
"Pakk beli..." Teriak Rizky dari jendela, ia mengedarkan pandangannya melihat sesuatu dan tersenyum puas mendapatkan apa yang ia inginkan.
Setelah itu, segera keluar dari rumah ia bahkan lupa jika Syifa sedang mengambilkan uang untuknya.
____________________
"Loh Ky udah?" Tanya Syifa yang melihat Rizky duduk di kursi luar menikmati jajannya.
"Hem."
"Kakak padahal mau titip sekalian kamu sih ngga sempet nungguin uangnya." Ucap Syifa kesal dengan adiknya yang satu ini.
"Kakak sih lama." Ucap Rizky kembali memakan siomay lagi tanpa memperhatikan Syifa yang sudah setengah mati menahan amarahnya.
"Lah kamu dapet uang dari mana katanya tadi kurang." Tanya Syifa ikut duduk di kursi depan Rizky.
"Rizky tadi ambil di kasur kakak." Santai banget memang.
Deg
"APA???" Teriak Syifa hingga mulut Rizky yang penuh dengan siomay pun tersedak parahnya, siomay di mulutnya itu keluar dari sarangnya hingga mubazir jadinya.
"Uhuk-uhuk."
Tanpa aba-aba Syifa berlari menuju kamarnya ia membelalakan mata ketika benda merah itu kehilangan koin 1000 an pemberian kang santri.
"Rizky." Teriak Syifa membangunkan seluruh desa, eh salah maksudnya membuat Ridwan dan Rizky berdatangan dengan terengah-engah.
"Ada apa." Rizky dan Ridwan barengan.
"Rizky kamu ambil uang yang di mana??" Tanya Syifa yang membawa benda merah itu.
"Di situ." Tunjuk Rizky tanpa dosanya menunjuk benda di tangan Syifa.
"Hiiihhhhh." Geram Syifa rasanya ingin mencekik-cekik adiknya itu lihat saja tangan Syifa menggerakkan tangannya hendak mencekik tapi hanya di udara.
"Kenapa memangnya?" Tanya Ridwan keponya sudah ke ubun-ubun.
Tapi Syifa tak mengubris pertanyaan Ridwan ia menarik tangan Rizky untuk ikut dengannya. Ridwan?? mengaga tak percaya.
"Hmm." Ridwan tersenyum tipis melihat kertas lipatan itu. Pasti ada hubungannya dengan Syifa.
(....)
"Kakak kita mau kemana?" Tanya si bocil.
"Kita mau cari tukang siomay tadi." Ucap Syifa fokus dengan jalanan. Rizky hanya bergumam di belakangnya.
__ADS_1
"Rizky tadi udah makan tapi nggak papa lah lumayan." Ucap Rizky berbinar-binar namun pupus ketika Syifa mengatakan.
"Kita mau cari koin seribu nggak usah ge-er." Ketus Syifa hingga Rizky mengerucutkan bibir.
_________
"Pak saya mau nyari uang seribuan seperti ini." Ucap Syifa dengan nada serius, tak peduli iya tahu jika penjual itu menatap heran.
Loading kan jadinya..
"Emm gini aja pak, saya mau join koin seribuannya bapak sama kertas." Ucap Syifa dengan terburu-buru.
Rizky menatap kakaknya ini dengan tatapan menyipit, gila? entah apa pikiran Rizky melihat kakaknya membolak-balikkan uang sejumlah banyak itu.
"Lhoh kok ngga ada pak?" Tanya Syifa tajam seketika si penjualnya menelan ludah kasar.
Glek
Kenapa ia seperti rentenir yang tengah menagih hutang,
"Ma-mak-sudnya itu apan-nya." Tanya bapak tadi seperti terdakwa. Memang Syifa teralalu berlebihan atau takut kehilangan hanya karena se koin uang?
"Bapak tadi ngasih uang yang di beri anak ini ke siapa aja." Tanya Syifa.
"Ohhh itu tadi saya berikan ke anak kecil yang tinggal di sana." Ucap penjual menjelaskan detail.
________________
Tok.Tok. Tok.
"Assalamu'alaikum??" Syifa/Rizky.
"Wa'alaikumussalam." Jawab seorang laki-laki yang dua tahun lebih tua dari Syifa.
"Eh Rizky Syifa tumben?" Masih ingat kan yang namanya imam tetangga Syifa nah ini nih kita sedang bercakap untuk mencari arti seribu cintanya Syifa.
Semua diceritakan Syifa dengan detail, bahkan saat ini mereka mendudah celengan adiknya imam yang katanya setiap habis jajan adiknya selalu menabung.. Emm patut di contoh adik-adik.
Nihil..
Rizky menyerah dengan sikap kakaknya ini, drama apa yang sedang ia tunjukkan, mendadak saja Syifa seperti ini apa tadi salah minum obat hingga jadi geser seperti ini?
Tas Syifa sudah hampir penuh dengan koin receh seribuan, Rizky yang haus meminta di belikan minuman anehnya dia malah minta ice cream Astaghfirullah sabarkan hatimu Syifa. Malu dong mau beli pakai koin.
"Ini buk." Ucap Syifa memberikan lembaran terakhir.
Ibu penjual memberikan kembaliannya dalam bentuk koin seribuan, Syifa dengan malas mengecek uang koin itu ternyata ada ukiran
S.F
Mendadak ini mendadak tersenyum-senyum, yang benar saja, tapi Alhamdulillah sih bisa ketemu juga sama si koin istimewa itu setelah drama yang ia lakukan untung tidak ada kamera yang menyorotnya, malu dong!
Percayalah sesuatu yang menjadi hakmu akan kembali kepada mu, sejauh apapun letaknya, jaraknya, tetapi percayalah ia yang menjadi takdirmu akan menghampirimu jika sudah waktunya.
Sama dengan rezeki, jika kita kehilangan suatu barang terkadang cara ampuh mengikhlaskannya hanya menerima jika itu bukan menjadi rezeki nya atau belum rezeki. keep ikhtiar dan tawakkal yak.
____________
Nggak tau kenapa saya ingin nulis bab konyol seperti ini hmm...
ada yang pernah mengalami seperti Syifa?
Tentu!!
dan itu saya sendiri ya 😅sama nya sih kehilangan barang dri kang santri juga 😌😌😂😂tapi bukan koin 🙄sama kisahnya juga beda
Huhuhu episode ini belum ada fauzi ya.. yaudah sabar aja😅
salam dariku
__ADS_1
Si Pemalas Sejuta Impian