Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Dingin


__ADS_3

''Sayang...'' panggil Raga saat melihat Ira sudah selesai melaksanakan sholat Dhuha di mushola.


Ira menatap Raga dengan raut wajah yang begitu datar. Raga tersentak melihatnya.


''Jika tujuan kakak hanya ingin mengatakan bahwa, kau tidak ada hubungan nya dengan gadis itu, tidak perlu di bicarakan! Siapa aku untukmu?? Aku hanya orang asing yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan mu! Aku tau banyak gadis yang menyukaimu! Dari dulu hingga sekarang, maka dari itu aku selalu mundur tiap kali aku ingin mendekati mu! Contoh nya, tadi. Masih ingat?? Aku ingin bicara sama kamu! Tapi nggak jadi, gara-gara gadis yang sangat menyukai mu itu. Hah! kayak nya aku harus pikir ulang, aku akan menunda pertunangan ini! Aku tak akan melanjutkan dalam suasana hati yang seperti ini! Lebih baik cukup sampai disini! Kita berjalan masing-masing! Mulai nanti siang, pulanglah ke rumah mu Ragata!'' ucap Ira begitu dingin


Deg.


''Ra....''


''Nggak ada yang perlu di omongin lagi! Ini cincin aku kembalikan! Pakaikan pada jari perempuan yang memang betul-betul ada di hati mu! Aku bukanlah orang yang tepat! Aku pergi!'' ucap nya lagi, membuat Raga membatu.


Ia mematung dengan perkataan Ira. Setelah sadar, ia keluar berlari mengejar Ira.


''Tunggu Ra!''


Setelah dekat dengan Ira, ia merampas tangan kiri Ira dan memasangkan kembali cincin itu di jari manis nya.


Semua itu tak luput dari penglihatan dua orang gadis yang menyukai Raga sedari dulu.


''Kamu ingin pergi dariku?! Aku tidak akan mengijinkan nya! jika aku sudah memilih mu, maka tidak ada seorang pun yang bisa memutuskan nya! termasuk kamu sayang! Aku tak perduli dengan apapun! Yang aku mau hanya kamu! Bukan yang lain! Jika nanti kamu menginginkan aku pulang kerumah ku, maka aku akan pulang! Tapi tidak untuk memutuskan pertunangan ini! Setuju nggak setuju, kamu tetap akan menjadi tunangan ku! Kalau perlu istri ku sekalian! Jaga diri mu baik-baik! Aku tau, kamu butuh waktu! Baik! aku berikan! Tapi jangan harap kamu bisa lepas dari ku Ira Sarasvati! Sekali aku memilih mu, maka selamanya akan seperti itu! Terserah seperti apa pemikiran mu terhadapku, aku tak perduli! Yang aku mau hanya kamu! Bukan yang lain! Aku masuk! Panggil aku, jika kau sudah berubah pikiran!'' ucap Raga tak kalah dingin dari Ira.


Setelah nya ia berlalu dengan mengepalkan kedua tangannya. Ia menyeka buliran bening yang mengalir di pipi nya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Ira. Ia mematung mendengar serentetan kalimat yang di ucapkan oleh Raga.


Ada rasa hangat dihatinya saat Raga mengatakan jika ia hanya menginginkan Ira saja.


Tapi, ada satu sisi yang Ira takutkan. Ia takut, Raga akan berpaling. Tanpa berbicara sepatah katapun, air mata jadi saksi jawaban ucapan Raga untuk nya.


''Kamu sangat tinggi kak.. aku tak sanggup menggapai mu.. aku tidak sebanding dengan mu.. aku rela mengalah asal kau bahagia kak.. karena aku sangat menyayangimu.. lebih dari diriku sendiri.. jika suatu saat pun kau akan pergi dari ku, aku ikhlas! Karena cinta sejati itu adalah ketika kita mengikhlaskan cinta yang begitu kita inginkan.. maafkan aku kak.. aku sayang banget sama kamu.. tapi aku tidak pantas bersanding dengan mu..'' lirih Ira dengan menunduk.


Ia mengusap belur bening yang mengalir di pipi mulus nya. ''Aku sayang kamu kak Raga... sayaaaaangg sekali... tapi aku harus apa??'' lirih Ira sepanjang jalan masuk ke dalam kelas.


Tiba di depan pintu kelas, Ira merubah raut wajahnya menjadi datar kembali seperti biasa.


Begitu juga dengan Raga. Buliran bening itu terus mengalir di pipi nya. Semua itu tak luput dari perhatian Wahyu, Nessa dan Rania.


Aku menyayangimu Ra.. lebih dari diriku sendiri.. karena aku menginginkan mu.. makanya aku nekat memberikan mu cincin sebagai tanda bahwa aku serius dengan hubungan ini.


Tapi apa ini?? Kau menolakku?? Dengan alasan gadis lain?? Gadis yang mana?? Bahkan gadis pertama yang aku cintai itu adalah dirimu sayang..


Tidak ada yang lain.. hanya kamu... tapi kenapa?? Apa salahku?? Hingga kau tega menolakku seperti ini??


Sakit Ra... sakit.. Aku tulus menyayangi mu.. baik! jika kau menginginkan aku seperti itu, maka lihat saja! Akan aku buktikan! Tidak akan ada gadis lain yang bisa mendekati diriku selain diri mu.


Air mata terus saja berjatuhan di pipi Raga tanpa ada suara isakan tangis sedikitpun. Wahyu yang tau, hanya bisa menguatkan Raga.

__ADS_1


''Sabar Ga.. ini ujian cinta kalian berdua.. kamu harus kuat dan tetap pada pendirian mu. Jangan goyah, apapun yang terjadi. Jadikan ini pengalaman untuk mu di masa depan Ga! Hapus air mata mu! Malu Ga. Kamu di liatin sama teman sekelas kita. Kamu Ketua OSIS di sekolah kita, jangan cengeng. Kamu harus kuat! buktikan padanya, jika dirimu tidak seperti apa yang ada di pikiran nya.'' ucap Wahyu, sengaja ia memberi nasehat kepada Raga.


Karena yang tau seperti apa Raga, hanya dirinya. Wahyu bukan hanya sekedar wakil ketos, namun ia juga merangkup menjadi sahabat Raga semenjak mereka duduk di kelas satu SMP.


''Apa sih, istimewa nya gadis buluk itu?! Kaya? kaya an aku! Cantik?? Cantikan aku! Apa yang lebih dari cewek udik itu?! Lihat saja Raga! jika aku tidak bisa mendapatkan mu, jangan sebut nama ku Rania!'' gumam nya pada diri sendiri.


''Kamu kenapa Ga?? Kamu berubah sejak mengenal adik kelas kita! Adakah yang terlewat?? Hingga aku tidak tau?? Sebenarnya, ada hubungan apa antara kau dengan adik kelas itu? Aku melihat mu, bukan hanya sekedar suka, tapi lebih dari itu? Apakah tebakan ku ini benar??'' gumam Nessa masih dengan menatap Raga.


Setelah pertemuan antara dirinya dan Raga, kini Ira benar-benar berubah. Ia semakin dingin terhadap siapapun yang ia temui.


Semuanya terasa berubah setelah kejadian hari itu. Begitu juga dengan Raga. Setelah kepulangan nya dari rumah Ira, ia semakin dingin.


Sangat sulit untuk di ajak bicara. Ummi Hani sampai bingung di buatnya. Hingga dua orang tua itu saling bertanya melalui pesan WhatsApp.


Ada apa pikir mereka. Tak ada yang tau jika sepasang anak manusia itu selalu menangis di setiap sujud malam nya.


Cinta yang diharapkan akan bisa tumbuh dengan indah, tapi berujung dengan nestapa. Akankah mereka sanggup mempertahankan hubungan yang masih baru dimulai itu??


Dengan kondisi mental yang masih labil. Dipaksa dewasa sebelum waktunya, akankah Ragata dan Ira bisa bertahan dalam kemelut hubungan mereka??


💕


Ikuti terus kelanjutannya! 😉

__ADS_1


TBC


__ADS_2