Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Pelengkap hidupku


__ADS_3

''Aku bukan keras kepala, tapi ini memang pilihan ku dan hidupku! Aku yang membawa mu kedalam kehidupan ku! Jadi jangan pernah menyalahkan dirimu karena akulah yang bersalah disini! Jadi akulah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi dalam kehidupan mu! Mulai besok, akan ada dokter untuk mengobati diri mu, tapi pengobatan itu akan dilakukan saat aku pulang sekolah besok pukul dua siang. Makanlah! Tak baik menolak rezeki, masih banyak diluar sana yang tidak seberuntung kita.'' ujarnya, dengan segera pergi untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib nya yang tertunda.


Ira terdiam tidak berani mengatakan apapun lagi. Ada rasa hangat dihatinya saat Raga mengatakan hal itu pada nya.


Kamu memang baik kak.. tapi aku?? bisik Ira dalam hati.


Ira masih saja menatap lekat pada kekasih halal nya. Gadis labil itu masih dilema dengan hatinya.


Ingin menolak, tapi Raga sangat baik padanya. Tidak ditolak, malah nantinya ia yang akan menderita harus mendampingi seorang Ragata Hariawan.


Anak dari seorang pengusaha sukses. Memiliki banyak cabang perhotelan dan mall. Ira kadang berfikir, kenapa malah jadi dirinya yang ditakdirkan bersama Raga?


Apakah ia sanggup menghadapi liku-liku kehidupan selanjutnya. Ini baru di mulai dan masih di awal.


Bagaimana jika mereka nanti saat di pesantren, mampukah Ira menahan nya. Harus melihat suami sendiri di puja dan di gandrungi oleh gadis lain sama seperti nya??


Ini sangat sulit untuknya.


Selesai sholat Raga masih melihat Ira dengan tatapan kosong mengarah pada nya. Raga mendekati Ira dan mulai mengambil piring nasi tadi yang ia bawa.


Raga duduk di depan Ira dengan segera menyuapkan makanan itu ke mulut Ira.


''Buka mulut mu!'' titah Raga.


Ira menurut. Ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Raga. Tatapan mata itu begitu teduh terlihat di mata Ira.


Ira menelan makanan itu getir. Sebutir bulir bening mengalir di pipi tirus nya. Raga yang melihat itu, mengusap nya dengan sayang.


''Jangan menangis.. ayo makan lagi. Besok kamu harus kuat. Karena dokter yang menangani mu akan datang. Jadi sebelum itu, kamu harus sehat dulu ya?'' bujuk Raga.


Masih dengan suapan nasi ditangannya. Raga juga menyuapkan nasi itu ke mulutnya. Bohong jika Raga tidak menangis melihat pujaan hatinya seperti itu.

__ADS_1


Ia mengepalkan tangannya pada piring itu, hingga kuku nya memutih. Ira semakin tersedu.


''Jangan menangis! kamu harus kuat! ayo makan!'' titah nya lagi pada Ira.


Ira mengangguk. Ia membuka mulutnya dengan air mata terus bercucuran jatuh di pipinya. Entah rasa apa makanan yang mereka makan sekarang.


Karena rasa gurih dari masakan Mak Alisa sudah bercampur dengan air mata mereka berdua.


Ira menangis sesegukan sedangkan Raga menangis dalam diam. Tanpa ada suara tapi air mata sebagai saksi.


''Makan lagi sayang! Kamu harus kuat! Harus banyak makan!'' ucap Raga di sela-sela menangis nya.


Ira semakin tersedu. Tak tahan ia menubruk Raga. Hampir saja Raga terjungkal jika tidak kuat menahan tubuh nya.


Beruntung piring nasi sudah habis dan kosong. Mereka berdua menangis dengan saling berpelukan.


''Kakak sangat menyayangi mu Ra.. jangan katakan jika kamu membenciku.. Kakak tak sanggup Ra.. aku mencintai kelebihan dan kekurangan mu sayang.. kamu pelengkap hidupku ku sayang.. jangan katakan itu lagi. Sakit aku mendengar nya..'' lirih Raga di telinga Ira.


Ira masih saja sesegukan dalam pelukan Raga hingga satu jam kemudian dua sejoli labil itu sudah tertidur dengan saling berpelukan.


''Aku yang memilihmu, maka akulah yang bertanggung jawab pada mu! Aku akan membalaskan orang-orang yang telah tega menyakiti mu sayang! Aku, Ragata Hariawan. Di dalam darahku mengalir darah Abi Hendra. Jangan salahkan aku jika aku akan bertindak tegas pada kalian berdua! Tunggu pembalasan ku!'' gumam Ragata, sembari melepaskan pelukannya dari Ira.


Sadar dengan pelukan Raga yang mengendur, Ira mengerjab kan matanya. ''Kakak mau kemana??''


Raga terkejut. ''Kamu bangun??''


''Mau kemana??'' tanya nya lagi dengan suara serak khas bangun tidur.


Raga tersenyum.


Cup!

__ADS_1


Raga mengecup keningnya sekilas. ''Kakak mau sholat tahajud, sekalian sholat isya yang tertunda tadi. Kamu mau ikut??'' tanya Raga sembari menatap lekat Ira.


Ira mengangguk, ''Ya, aku ikut! jarang-jarang kan bisa sholat tahajud ??'' selorohnya membuat Raga tertawa.


''Tentu, ayo!'' ajak nya.


Ira berjalan duluan meninggalkan Raga yang masih mematung memperhatikan Ira. Ira sambil berjalan, menggulung rambutnya keatas membentuk sebuah sanggul.


Dengan menyisakan berapa helai anak rambut disana. Raga tersenyum melihat Ira. ''Bagaimana aku tidak suka dan jatuh cinta padamu, jika setiap harinya aku melihat mu begitu baik dan tentunya cantik. Jiwa mu sangat lembut. Tapi terkadang, aku tidak mengerti dengan diam mu. Karena diam mu itu aku takut mengartikan nya.. aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi pelindung mu. Aku akan berusaha untuk menjadi imam yang baik untukmu.'' gumam Raga sembari beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk berwudhu.


Karena ia sudah melihat Ira keluar dari kamar mandi dan mulai memakai mukenah nya. Kemudian tak lama setelah itu, Raga juga menyusul.


Mereka berdua sholat tahajud berjamaah. Selesai sholat Raga berdoa untuk kesembuhan Ira, untuk kedua orang tuanya, juga adik-adik nya yang sedang menuntut ilmu di pesantren.


Selesai sholat, Raga dan Ira mengaji hingga waktu subuh. Sebelum subuh, Raga berbicara sebentar dengan Ira.


''Sayang..''


''Hem,'' sahut Ira tanpa menoleh nya.


Mulai lagi!


''Jangan pernah menyerah dengan hubungan ini, aku tau ke depan nya akan semakin banyak rintangan dan halangan untuk kita. Aku mohon bersabar lah. Aku akan berusaha sebaik mungkin, untuk menjadi penjaga dan pelindungmu sayang! Aku tau aku banyak kekurangan nya! Apalah dayaku hanya seorang anak kecil yang belum bisa melakukan kewajiban ku terhadap mu! Tapi kamu jangan takut, aku akan bekerja lebih keras lagi agar aku bisa memenuhi semua kebutuhan mu..''


Raga menghela nafasnya. ''Aku mohon.. jangan pernah tinggalkan aku sayang.. Aku akan mati tanpa mu.. aku maunya kamu bukan yang lain.. sejak pertama kali aku mengenal mu, aku sudah menyukai mu! Selama ini sulit bagiku untuk berbicara kepada lawan jenis selain ummi dan adik-adik ku. Tapi sejak aku melihat mu, pandangan mata ku berubah pada setiap gadis karena dirimu.''


''Kamu pelengkap hidupku yang sunyi ini. Kamu segala nya untukku Ira Sarasvati. Jangan tinggalkan aku walau apapun yang terjadi. Aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri.. tolong.. jangan memintaku untuk pergi dari mu.. karena semua itu sama saja dengan kamu mengusir ku dari hidupmu. Kamu belahan jiwa ku Ra.. tanpa mu Raga ini akan mati. Aku mohon, tetaplah berada di samping ku walau apapun yang terjadi.''


💕


Hu.. so sweeeeetttt.. pingin ah!

__ADS_1


Minta sama Paksu ajalah! Mana tau dikasi 🤣🤣🤣


TBC


__ADS_2