Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Bertemu Sonia


__ADS_3

Tiba di kediaman itu Raga di suguhkan dengan pemandangan ruangan itu seperti rumah-rumah yang ada di Indonesia.


Raga tersenyum melihat semua ornamen yang bergelantungan di dinding rumah itu, merupakan ciri khas dari rumah Indonesia.


''Ayo, Nak! Mari masuk. Kalian semua tidak perlu kos di dekat kampus. Rumah ini hanya berjarak lima belas menit saja dengan jalan kaki. Ayo, akan Tante tunjukkan kamar kalian semua. Satu orang satu. Untuk kamu. Siapa nama nama kamu Nak?'' tanya Nonya Anita pada Raga.


Raga tersenyum, ''Nama saya Ragata Hariawan, Tante!''


Deg!


''Ragata Hariawan? Putra Hendra Hariawan?'' tanya Nyonya Anita untuk memastikan.


''Ya, Tante tau dengan kedua orang tuaku?'' tanya Raga balik.


''Ehm, ng-nggak.. hanya kenal sekilas saja sih. Ayo akan Tante tunjukkan kamar kalian. Untuk kamar kamu Raga, berada di sebelah kamar putri kedua Tante, Sonia. Saat ini ia masih sedang kuliah. Sebentar lagi pasti ia akan pulang. Kamar yang lainnya ikuti dari kamar Raga saja. Ayo!'' ajaknya pada semua teman Raga.


Raga masih tertegun di tempat, apakah ada yang ia lewatkan? Kenapa diri nya terkesan di istimewa kan dirumah keluarga Wijaya? Dan juga nama Sonia itu begitu familiar di telinga Raga.

__ADS_1


Siapa? Pikirnya. Asik dalam lamunan itu, seseorang masuk dengan menubruk tubuh Raga dari belakang.


Bruukk..


''Astaghfirullah!'' pekiknya terkejut.


Raga dan gadis itu jatuh tersungkur. Raga meringis menahan sakit karena lututnya menimpa lantai begitu kuat.


''Aduh... sssttt..'' rintih Raga.


Raga terperanjat saat melihat siapa gadis yang ada di depan nya itu.


''Sonia!''


''Ragata!'' pekik mereka bersamaan.


Seseorang di lantai atas tersenyum simpul melihat pertemuan dua orang itu. Pertemuan yang selalu ia nantikan saat dulu.

__ADS_1


''Akhirnya... putriku bertemu juga dengan cinta pertama nya.. Ya.. walaupun berbeda jauh sih dari usia.'' Imbuh ya masih dengan menatap dua makhluk yang terlihat mematung itu.


Dengan sekejap Raga merubah raut wajahnya menjadi datar dan dingin. Sonia tersentak. ''Ma-maaf Ragata.. aku tidak sengaja..'' kata gadis itu dengan menundukkan wajahnya.


Ragata tidak menyahut dengan segera ia berlalu meninggalkan Sonia yang mematung melihat kepergian nya.


Ragata melewati Tante Anita yang menatap nya dengan bingung. ''Ada apa? Apakah Ragata sudah berubah? Kenapa ia jadi berbeda saat terakhir kali bertemu dengan Sonia?'' gumam wanita paruh baya itu.


Sementara Raga masuk ke kamar, Sonia malah menatap bingung pada keadaan yang sebenarnya.


''Ada apa ini? Kenapa Ragata juga ada dirumah ku? Apakah ia juga sekolah ditempat yang sama dengan ku? Wuaaah... kalau begitu, ini kesempatan yang bagus untukku untuk menarik perhatian Raga. Secara kan pemuda itu masih single? Tidak seperti yang ku dengar dari Rania, jika dia sudah menikah dengan gadis buluk pilihan kedua orang tua nya? Heh! aku akan merebut Raga dari gadis buluk itu! Jika Rania Tidak bisa. Maka aku bisa! Jangan sebut nama ku Sonia, jika aku gagal dalam menaklukkan seorang Ragata. Adik kelasku saat kami masih SMP dulu.'' imbuh gadis itu dengan tersenyum smirk.


Sedangkan Raga, ia menghela nafas kesal. Berulang kali ia menghela nafas, namun masih sesak.


Masih teringat olehnya, bagaimana kelakuan Sonia dulu saat memaksanya ingin melakukan hal tidak senonoh dengannya.


Padahal waktu itu, Raga masihlah kecil. Tidak kecil namun sudah beranjak remaja. ''Ya Allah.. bantu aku untuk terhindar dari prasangka buruk ini.. jika sampai gadis itu nekad juga seperti dulu, maka aku akan pergi dari rumah ini. Pantas saja aku merasa tidak asing dengan foto yang ada di sudut ruangan itu. Astagfirullah.. Ummi.. Abi.. Hunny.. doakan aku..'' lirih Raga dengan mata terpejam.

__ADS_1


__ADS_2