
''Itu memang aku, Hunny... tapi bukan sedang melakukan itu dengannya! Namun sedang berusaha menolak tubuh nya itu. Dia memaksaku untuk melakukan hal menjijikkan yang halal kita lakukan tapi haram untuk ku lakukan dengan nya! Waktu itu aku dalam pengaruh obat, Hunny..'' ucap Raga semakin mengeratkan pelukannya.
''Obat??'' tanya Ira sambil menatap Raga
''Ya, obat perangsang dosis tinggi!''
''Astaghfirullah...'' terkejut Ira mendengar nya.
''Kakak tau Jika dia sengaja melakukan itu demi memuluskan niatnya untuk menjebak ku agar tetap bersamanya. Namun, semua itu gagal karena kakak minum obat tidur. Saat Sonia masuk ke kamar dan masuk kedalam selimut Yang sama, mataku sudah berat. Mataku sudah buram melihatnya, sekilas seperti melihat bayangan jika Sonia sedang memaksa melepas bajuku. Kakak memberontak, namun kalah tenaga dari Sonia. Dia yang masih segar berbeda dong dari kakak sudah terpengaruh obat tidur?''
Ira manggut-manggut, ''Iya juga sih. Tapi.. Gimana ceritanya kamu bisa sampai berpose seperti itu dengan Sonia? Bahkan tanpa sehelai benang pun melekat ditubuh kalian berdua?''
Raga menghela nafasnya. Ia memeluk tubuh Ira semakin erat. ''Maafkan Kakak Hunny.. semua itu diluar kuasa ku. Diriku yang sudah terpengaruh obat tidur, sudah tidak bisa berbuat apapun. Dia sempat memaksaku untuk dicium. Dan ya, dia berhasil. Namun hanya sebentar. Setelah itu ia membalikkan posisi hingga Kakak jatuh di tubuh polosnya. hah.. jangan marah Hunny.. Kakak tau.. tubuh ini sudah berdosa dengan menyentuh tubuhnya. Tapi itu karena terpaksa Hunny.. diriku yang terpaksa dan juga karena pengaruh obat tidur hingga jatuh menimpa tubuh polosnya. Tapi tenang.. senjata pusaka mu masih aman kok. Karena tertutup CD!'' goda Raga dengan mengerlingkan mata nakal pada Ira.
Pluk.
Ira memukul bibir Ira, membuat Raga terkejut karena serangan mendadak itu.
''Allahu! Kok digituin sih?'' Ira tertawa.
''Itu balasan untuk bibir yang sudah sembarang main sosor aja punya orang. Nih.. kalau mau sosor itu punyaku! Halal untuk mu!'' ketus Ira dengan bibir mencebik lucu.
Raga tertawa. ''Kan terpaksa Hunny... baru saja kamu dengar Cerita nya kok malah gini lagi sih? Jangan marah ya?''
''Hem!''
''My Queen...''
Ira memutar bola mata malas. ''Yes, my King Kak Ragiiii....'' balas Ira dengan meledek Raga lagi.
Raga manyun. Ira tertawa. Cup!
Ira mengecup pipi Raga yang kurus. Raga tersenyum. ''Tidurlah. Katanya tadi ngantuk, hem?''
__ADS_1
''Ya... eh? Tunggu dulu! Terus siapa ayah bayi Sonia? Kalau bukan kamu pelakunya, terus siap pelakunya?'' tanya Ira dengan serius menatap Raga.
Raga tersenyum lagi. ''Masih penasaran ternyata ya? Baiklah.. Kamu ingat dengan Sandi?''
''Sandi?''
''Ya, Sandi. Kakak Sonia. Dia lah Ayah dari janin itu. Mereka melakukannya bukan karena terpaksa. Namun karena saling suka!''
''Loh? Bukannya Sandi itu kakak kandung Sonia ya? Berarti mereka melakukan hubungan terlarang dong?''
''Bukan hubungan terlarang Hunny. Yang mereka lakukan iya terlarang. Hanya untuk pasangan suami istri. Tapi Sandi dan Sonia sah bila mereka menikah!''
''Hah? Maksudnya Sandi itu bukan Kakak kandung Sonia begitu?''
Raga mengangguk, ''Tepat sekali! Sandi kakak angkat dari Sonia. Semua itu terbukti karena Kami mencari bukti dengan cara memasang alat perekam suara di apartemen Sonia yang bersebelahan dengan apartemen Kakak. Sempat dicurigai sih. Namun semua itu berhasil dengan cara Kakak merayunya untuk melakukan itu-,''
Ira membulat kan matanya. ''Apa?! Kamu melakukan nya?! Dengan Sonia?! Jahat kamu By! Baru tadi katanya tidak, tapi sekarang? Ishhh...''
Bugh
Bugh
Bugh
Ira tidak berhenti memeluk tubuh Raga yang sudah kurus ceking itu. Rasanya ngilu sekali. ''Ssssttt... Hunny! Sakit dadaku! Sesak!'' rintih Raga
Ia mendesis menahan sakit. Ira terkejut. ''Ma-maaf By! Maaf... hiks.. maaf.. hiks.. maaf..'' Ira terisak di pelukan Raga
Raga menarik nafas panjang. ''Aku tidak melakukan itu dengannya Hunny! Aku tau batasan ku! Aku hanya akan melakukan hal itu denganmu! Istri sah ku sejak sembilan tahun yang lalu! Dengarkan dulu, baru kamu boleh marah padaku jika ucapan ku ini benar atau tidak? hem?'' kata Raga pada Ira.
Ira mengangguk patuh. Tangan halus itu terus saja mengusap lembut dada Raga. Raga menerimanya sambil menghela nafas berulang kali.
''Aku tidak melakukan hal itu dengan nya, Hunny! Tapi Sandi yang mengganti kan ku pada malam itu. Aku sengaja memancing Sandi untuk datang dengan mengatakan jika aku akan meniduri adik nya itu, jika dia tidak datang. Kami bekerja sama dengan Riki untuk memadamkan lampu seluruh apartemen. Sempat terjadi kerusuhan sih. Namun setelah itu bisa di amankan setelah sandi berhasil masuk dan mulai mengerjakan tugas nya. Hiiii.. serem Hunny saat mendengar suara mereka berdua. Kakak dan Riki lari terbirit-birit keluar apartemen!'' cerita Raga ketika mengingat kejadian satu tahun yang lalu pada saat ia mengambil jurusan spesialis kandungan di Inggris.
__ADS_1
Ira mengurai pelukannya. ''Kenapa kalian lari sih? Kan nggak serem?'' kata Ira dengan wajah polos.
Raga terkekeh. ''Gimana kami nggak lari Hunny, Sandi memaksa Sonia hingga Sonia memekik dan meraung nikmat dalam waktu bersamaan. Ya kali, kamu betah mendengar suara orang sedang bercinta??''
Ira membulat kan matanya. Raga terkekeh. ''Itu dia Hunny. Jika saja Sonia memekik karena ketakutan, aku dan Riki masih memaklumi nya. Tapi ini? Suara orang bercinta Hunny! Ck! Gimana jelasinnya ya sama kamu? Sedang kita aja belum pernah melakukan nya?'' Raga terkekeh setelah mengatakan hal itu.
Ira menatap horor pada Raga. ''Jangan bilang kamu nonton video biru, By?!''
Ragata tertawa. ''Enggak hunny! Aku tidak menonton itu sekalipun! Tapi kami para lelaki Jika sudah mendengar suara horor dari suara kontemporer yang dibuat oleh Sonia bersama Sandi, otak kami yang masih suci ini ternoda! Kami lelaki normal Hunny! Apalagi Riki! Dia sudah makan apem bekas milik Sonia waktu dirumah sakit saat koas dulu, jadi ya.. tiba-tiba itu tower miliknya berdiri tegak seperti pohon kelapa! hahaha...''Raga tertawa menceritakan pengalaman mau dulu bersama Riki
''Kok bisa?! Zina dong?!''
''Hahaha... iya Hunny! Ia melakukan zina. Tapi ia sudah taubat kok. Riki salah makan apem! Apem bekas milik Sonia yang ia makan! Yang berakhir dengan dosa dan juga merusak hubungan kita. Tapi Riki udah sadar kok. Ia mengaku pada kami telah melakukan itu dengan Sonia. Walau baru sekali tapi tetap saja itu akan mempengaruhi tubuhnya. Bagi kami para lelaki, sekali merasakan nya maka kami tidak akan melepas kannya! Pantang sekali dirasa, pasti akan mau lagi dan lagi! Apalagi jika melakukan itu dengan orang yang kita cintai. Bukan hanya membuat hubungan kita semakin dekat, tapi juga menjadi ladang pahala bagi kita berdua. Kamu sudah siap kan Hunny, untuk menjadi istriku seutuhnya?''
''Ya, aku siap!'' sahut Ira mantap.
Raga tertawa. ''Sudah pingin banget ya?'' goda Raga.
Ira menunduk malu. Wajah nya merah merona. Raga semakin tertawa. Dari luar ruangan ummi Hani dan Abi Hendra yang baru saja tiba, terkekeh mendengar ucapan Raga.
''Anak dan Abi mau sama. Sama-sama punya otak ngeres kalau tentang hal itu!'' ketus ummi Hani.
Abi Hendra terkekeh, ''Habisnya, tubuhmu legit dan nikmat Hunny!'' bisik Abi Hendra.
Plak..
Hahahaha...
Abi Hendra tertawa melihat wajah ummi Hani merah merona karena malu di goda oleh nya.
💕💕💕💕💕
Bibir othor kaku euuuyyy.. senyum senyum Mulu. Haishhh..
__ADS_1
😄😄😄