Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Nujuh bulanan


__ADS_3

Lima bulan berlalu.


Hari-hari yang dilewati Ira begitu menyenangkan. Saat kehamilan ini ia begitu semangat.


Setiap harinya selalu bergerak lincah kesana kemari. Memasak. Menyiram tanaman dan mengajar di pesantren.


Dan hari ini, adalah hari nujuh bulanan untuk Ira. Segala sesuatu Persiapan sudah dimulai sejak dua hari yang lalu.


Mak Alisa dan ummi Hani yang berasal dari keturunan Aceh, menggunakan adat Aceh untuk tamu bulanan ini.


Banyak acara yang aja mereka selenggarakan. Mulai dari merias Ira menjadi pengantin lagi saat ia resepsi dulu, kemudian dihadapkan pada semua orang, makan dengan di suapi dari tangan suami.


Berikut dengan di doakan oleh para anak yatim, didikan Mak Alisa dan Papi Gilang. Dan saat ini Ira dan Raga sedang duduk berhadapan dengan para tetua.


Para tetua itu terdiri dari Umminya ummi Hani, Namanya Abi Hendra, serta saudara yang lainnya.


Semua berkumpul menghadap Ira. Sebelum acara dimulai, mereka berdua terlebih dahulu di berkati seperti saat resepsi mereka dulu dengan adat Aceh.


Setelah nya, mereka berdua harus makan makanan yang di sediakan dan dibawa dari rumah keluarga umi Hani selaku ibu mertua Ira.


''Ayo, nak. Suapi istrimu. Buka dulu niqobnya. Disini tidak ada pria. Hanya kamu sendiri yang pria disini. Selebihnya ya.. Mak, Mak semua!'' celutuk ummi Imar, neneknya Raga.


Raga tertawa. Dengan segera Raga membuka niqob Ira.

__ADS_1


Tertegun.


Itulah kali pertama saudara jauh ummi Hani ketika melihat Ira yang begitu ayu parasnya. Raga menatap lembut pada Ira. Ira menunduk.


Ummi Hani terkekeh, ''Gimana nek? Cantik kan yah cucu mantu Nenek??'' goda Raga pada Nenek Imar.


Beliau tertawa. Begitu juga dengan oma Lia. ''Ya, ya, ya.. sedari pertama bertemu saja kamu sudah terpikat padanya? Sampai rela betmakaman dirumah sakit itu bersama mang Darsim dulu nya. Ck! Kamu tau nak? Raga sempat jatuh sakit karena tidak menemukan keberadaan mu. Ia sampai harus dirawat dirumah sakit, saking rindunya padamu. Ck! Oma heran, padahal saat itu Raga belum di sunat loh.. kok bisa tau sama perempuan ya?''


Semua yang ada disana terkekeh-kekeh mendengar ucapan Oma Lia. ''Hehehe.. kan jatuh cinta pada pandangan pertama, Oma.. biar masih kecil tapi Raga bisa tau dan merasakan jika Ira adalah jodoh Raga di masa depan. Dan ya, sekarang lihatlah buktinya! Ira menjadi istriku, yang lebih mengejutkan lagi adalah.. ternyata Ira adalah putri dari sahabat ummi. Mak Alisa. Mak??'' panggil Raga pada Mak Alisa.


Mak Alisa terkekeh, ''Ya, ya.. semua itu karena Abi mu. Tak tau tempat, tak ada hujan tak ada angin, dia malah ingin menjodohkan anak kami berdua nanti jika suatu saat kami bertemu lagi. Padahal waktu itu, Mak baru saja menikah dengan ayah Emil. Ck! Dasar Hendra!''


''Hah! Apa nih aku di sebut-sebut?? Kangen kah?'' goda Abi Hendra pada Mak Alisa.


Mak Alisa memutar bola matanya malas. Ia mengambil satu potong semangka yang sudah di potong-potong olehnya.


Hap!


''Nggak kena! hihihi.. Gilang... istri kamu nimpuk Abang nih! Tak kawinin ya?'' goda Abi Hendra pada Mak Alisa.


''Eh?''


''Weleh?''

__ADS_1


Mak Alisa melototkan matanya. Geram, ia mengambil potongan semangka yang lebih besar lagi.


Pluukk..


''Astaghfirullah!! Mami!!! ih.. kenapa Papi di timpuk sih?!'' sungut Papi Gilang begitu kesal.


Mak Alisa nyengir. ''Hah? Hehehe... maaf atuh Pi! Tuh, pria tua disebelah Papi itu biang keroknya! Apa? Mau sama pisau ini?! Tak sunat sekali lagi burungmu itu?! Mau?!'' Mak Alisa menatap sengit pada Abi Hendra


Abi Hendra tertawa. ''Coba aja kalau bisa! Nggak takut aku sama Kamu! Hani aja nggak berani, apa lagi kamu???'' ledek Abi Hendra semakin menggoda Mak Alisa.


Wajah Mak Alisa merah padam karena menahan kesal. Abi Hendra semakin tertawa-tawa melihat Mak Alisa menjadi kesal padanya.


''Raga!!''


''Iya, Mak!''


''Mak minta sama kamu, berikan Mak serum yang bisa membunuh pusaka tuanya itu! Agar tidak bisa bercocok tanam lagi pada ummi, mu! Sekarang!''


''Hah?''


''Astaghfirullah!!''


''Buahahaha...''

__ADS_1


💕💕💕💕


Hayooo.. Mak Alisa ngamuk!!'' 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2