Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Rindu


__ADS_3

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Seperti sekarang, Ira dan Raga sedang mengalami masa-masa dimana mereka harus bisa saling percaya dan saling menguat kan.


Hembusan angin malam menerpa wajah kedua pasangan labil itu. Ira duduk termenung di balkon seorang diri dengan menghadap ke atas.


Bertemankan cahaya bulan, ia menatap sendu pada setiap bintang yang berkelipan.


Begitu juga dengan Raga, seminggu sudah sejak pertemuan terakhir mereka. Ia selalu berusaha sibuk, tidak ingin mengingat kejadian itu lagi.


Kejadian yang begitu menggores kalbu nya. Ditemani angin malam yang begitu dingin, ditemani rembulan malam dan ditemani cahaya bintang yang berkelipan, Raga menatap sendu pada rembulan diatas sana.


Semilir angin menerpa wajah tampan nya. Mengingat Ira, pujaan hatinya ia menjadi sedih.


''Aku rindu kamu Ra... sangat rindu... apakah kau juga merindukan ku disini?? Sunyi hidup ku tanpa mu Ra.. kembalilah seperti dulu.. aku hanya ingin melihat wajah mu walau hanya dari kejauhan saja.. Ra...'' lirih Raga pada angin yang berhembus melewati tubuh kurus nya.


Sedangkan Ira, merasakan semilir angin meniup wajahnya begitu lembut dan damai. Ia memejamkan matanya saat merasakan sesuatu yang berbeda dari angin tersebut.


''Kak Raga... aku kangen...'' lirihnya sambil memejamkan kedua matanya.


''Kakak sedang apa?? Aku kangen... boleh nggak aku kesana? Aku ingin melihat mu.. sudah seminggu ini, aku tidak melihat mu sama sekali kak.. aku tau hubungan ini begitu rumit untuk kita jalani.. tapi aku terpaksa...'' lirihnya dengan bibir bergetar.


Sesak dada nya saat mengenang pertemuan terakhir mereka. Jika ia bisa memilih, Ira pun tidak ingin jauh dari Raga.


Dekat dengan Raga, seperti ia dekat dengan ayah Emil dan Papi Gilang. Ada rasa tersendiri di hatinya untuk Raga.


''Aku kangen kak.. boleh nggak ya.. Akau update status di ponsel nya Mak?? Ah! nanti Papi kaget lagi, lihat posting aku? Dikira Mak lagi galau pula!'' desis nya mengingat Mak Alisa juga sangat merindukan Papi Gilang.


''Posting ah! Maaf ya Pi.. kakak sita dulu Ponsel Mak.'' ucapnya dengan sedikit terkekeh mengingat Papi Gilang nan jauh disana.


Ira mengambil ponsel pemberian Gilang, dan memposting gambar nya yang sedang duduk di balkon mengarah ke arah rembulan malam.


Saat postingan itu sudah termasuk update, Ira melepas ponsel milik Alisa dan meletakkan nya di meja tempat ia duduk.


Sebenarnya Ira sedang duduk di balkon yang bersebelahan dengan balkon Mak Alisa. Beliau juga sedang duduk disana seorang diri setelah menidurkan Annisa.


Tidak tau entah kenapa, perasaan nya nggak enak berapa hari ini. Maka dari itu, ia selalu duduk disana, sembari mulutnya terus bertasbih menyebut nama Allah.


Dalam kegelapan malam, seseorang nan jauh disana, juga sedang duduk termenung seorang diri di balkon rumah nya.


Terselip rasa rindu di hatinya. Sudah lama tidak melihat pujaan hatinya itu. Apakah ia masih utuh atau sudah tidak utuh?? Begitu pikirnya.

__ADS_1


Saat mengingat sesuatu yang lucu ia menggeleng dan terkekeh kecil. Namun, setelahnya wajah itu berubah menjadi sendu kembali.


''Aku kangen kamu sayang...'' lirihnya begitu pelan.


Semilir angin malam berhembus menerpa wajah seorang wanita yang sedang duduk sembari lidah nya terus bertasbih menyebut nama Allah.


Saat ingin menerpa wajahnya, yang pertama kali ia sebut ialah...


''Papi... Aku merindukan mu... apa kabar mu GI...'' lirihnya.


Setelah nya ia memejam kan kedua matanya. Ingin menangis, tapi tak tau apa yang harus ia tangisi.


Sedangkan Ira masih sibuk dengan pemikiran nya. Hingga ia sadar sudah terlalu larut duduk di balkon seorang diri.


Ia bangkit, menuju kamar nya dan mencuci kaki lalu tidur. Berharap jika sang pujaan hati, besok pagi bisa terlihat walau hanya bayangan saja.


Keesokan paginya.


Hari ini adalah hari keputusan tentang kepergian mereka ke air terjun si Piso-piso Minggu esok.


Kebetulan hari hari ini, hari Sabtu maka semua murid bebas tidak belajar. Karena guru sedang rapat tentang acara kepergian mereka yang akan camping di air terjun si Piso-piso.


Padahal mereka kan sudah di nobatkan menjadi Pasangan Ter terasi?? Tapi apakah mereka akan mau, jika mereka di satukan lagi??


Karena selama seminggu ini, mereka berdua sedang berjauhan. Raga menghela nafas panjang.


Ia bosan, akhir nya keluar menuju Mushola. Sambil menunggu waktu dhuhur, Raga berwudhu, dan duduk bersila sambil memegang tasbih.


Mulut nya komat kamit sedari ia masuk ke Mushola. Wahyu yang melihatnya hanya menggeleng kan kepalanya.


Begitu juga dengan Ira, suntuk dirasa hatinya, ia pergi ke Mushola dan berwudhu. Setelah wudhu, ia memakai mukenah dan duduk menyender di sebuah pilar.


Mulutnya komat kamit sedang bertasbih begitu juga seseorang yang sedang duduk menyender di pilar yang sama dengan nya.


Seakan tau, kedua pasangan itu berhenti bertasbih. Ingin menoleh tapi takut. Jika tidak sesuai dengan pemikiran nya.


Karena merasa begitu gugup, kedua tangan itu tanpa di tebak saling menyentuh sama lain.


Mereka terkejut, Ira dan Raga mematung merasakan getaran dari sentuhan itu. Wahyu yang melihat kedua pasangan itu terkejut satu sama lain, terkekeh.

__ADS_1


Wahyu tau, sedari tadi ia melihat kedua pasangan itu sedang apa. Sengaja ia diam, ingin melihat kelanjutan kisah sepasang anak manusia yang di persatukan di dalam rumah Allah.


Hubungan yang di restui oleh semesta. Tapi kedua pasangan itu tidak sadar akan hal itu.


Wahyu terkekeh pelan saat melihat Raga menggenggam tangan itu. Sedang sang empu nya tangan terus saja menarik nya.


Terjadilah aksi saling tarik menarik dengan mata terpejam. Tidak tahan, Raga buka suara. Ia ingin tau, apakah tebakan nya ini benar adanya??


''Ra....'' panggil nya


Ira membuka kelopak matanya yang sejak tadi tertutup rapat. Apakah ini??


''Sayang ..'' lagi Raga memanggil nya. Seiring cengkraman tangan yang begitu kuat memegang nya.


''Kak Raga....'' lirih Ira dengan bibir bergetar.


Raga tersenyum. Senyum yang sangat manis sekali. Wahyu yang melihatnya tertegun.


''Sudah kuduga! ini pasti kamu! aku tak mungkin salah mengenal dirimu.. tangan mu sama seperti tangan ummi saat menyentuh ku..'' ucap Raga tanpa melepaskan tangannya dari tangan Ira.


Bahkan ia sengaja menyingkap mukenah Ira untuk menyentuh tangan gadis nya itu. Ira mematung.


Rasa hangat dan nyaman itu mengalir ke hati dan pikiran nya. Ira memejamkan kedua matanya saat merasakan tangan Raga menggenggam tangan mungil nya.


''Aku kangen kakak.. hiks...'' lirih Ira begitu pelan. Ia mengucapkan kata itu dengan mata terpejam dengan kepala bersandar di pilar di tempat yang sama dengan Raga bersandar.


''Kakak juga kangen kamu sayang... jangan marah lagi ya??'' bisiknya, tapi masih terdengar oleh Ira.


Ira mengangguk kan kepalanya. Membuat Raga terkekeh. Walau dengan mata terpejam. Tanpa dipinta buliran bening itu mengalir di pipi kedua pasangan yang sedang melepas rindu.


Wahyu tersenyum. ''Cinta hadir tanpa di pinta .. cinta hadir karena sudah di tetapkan. Begitu indah, cinta yang di restui oleh pemilik alam semesta.. Tanpa kalian ketahui, jika takdir lah yang membawa kalian berdua kesini. Untuk menyatukan kepingan cinta yang sempat retak beberapa hari yang lalu. Sungguh luar bisa maha kuasa Allah dalam menghendaki sesuatu. Jika ia mengatakan Kun fayakun! Maka Kun Fayakun!''


💕


Rindu... sama othor pun rindu...


Rindu ingin pulang kampung huaaaa.. 😭😭


TBC

__ADS_1


__ADS_2