Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Ketiduran


__ADS_3

''Hukum?? Hukum apa?? Newton kah??'' seloroh Ira, semakin membuat Raga kesal.


''Kamu?! ck! tunggu aja!'' ketus nya lagi, membuat Ira tertawa.


''Kamu kenapa sih kak?? Sedari tadi itu muka asem banget kayak jeruk purut??''


Raga mendelik. Matanya menatap horor pada Adi. Adi yang tau di tatap seperti itu menunduk.


''Ra .. aku duluan ya?? Besok kita ngumpul bareng kan disekolah??'' tanya Adi takut-takut, karena melihat wajah Raga yang sudah menatap nya dengan horor.


Ira mengangguk. ''Tentu! kita akan udah janji jalan sama, pulang juga sama-sama kan??''


''Iya, aku se-''


''Ira!!'' seru Raga, membuat Adi terkejut.


Tapi tidak dengan Ira. Ia malah tertawa melihat Raga yang semakin kepanasan. ''Apa kak?? Kamu kenapa sih?? Aku lagi ngomong loh sama teman sekelas ku? Nggak sopan ah! Udah! kakak diem dulu! Masalah itu, nanti kita bahas!'' tukas Ira membuat Raga terdiam tanpa kata.


Setelah nya hanya terdengar suara Ira dan Adi saja di sepanjang perjalanan mereka menuju kerumah Ira.


Sesampainya dirumah, Mak Alisa melihat wajah Raga begitu masam. Alisa bertanya, namun hanya dijawab seadanya oleh Raga.


Mak Alisa heran melihatnya. Sedangkan Ira terkikik geli di dalam kamarnya. Saat sedang puas-puas nya tertawa, pintu kamar Ira terbuka lebar.


Braakk..


''Astaghfirullah! Ka-kak Raga!'' seru Ira melihat Raga datang dengan wajah tak enak di pandang.


Raga masuk, kemudian mengunci pintu dari dalam, membuat Ira ketakutan.


''Ka-kak... Ka-kamu ngapain??'' tanya nya dengan sedikit gemetar.


Raga yang melihat Ira ketakutan semakin gencar menggoda gadisnya itu. Semakin lama semakin dekat.


Ira semakin mundur hingga membentur ke dinding. Karena terkejut saat tubuh nya menyentuh dinding.


''Ka-kamu mau apa Ka-kak! jangan macam-macam!'' ucap Ira dengan raut wajah ketakutan.


Raga tersenyum tipis. Bahkan saking tipisnya, Ira pun tak menyadari senyuman itu. Raga tak berbicara, namun terus mendekati Ira yang ketakutan di sana.


''Pergi kak! Aku nggak mau kayak gini! Ki-kita belum sah! jangan macam-macam!'' tukasnya dengan raut wajah yang begitu ketakutan.


Raga tak peduli, ia semakin maju dan mendekati Ira yang sudah terjebak di dinding. Raga maju selangkah, Ira menahan dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Ira semakin gugup dan ketakutan. Ia menahan Raga yang terus meringsek maju ke depan nya.


Ira membuang muka saat wajah Raga begitu dekat dengan nya. Ia tatap lama-lama wajah Pujaan hatinya itu.


Sedangkan sang pujaan hati, sudah gemetar ketakutan. Tangan Ira yang tadi menahan Raga kini sudah di turunkan oleh sang pemilik hatinya.


Raga mendekatkan wajahnya pada Ira, membuat gadis yang baru berusia 14 tahun itu memejamkan kedua matanya.


Raga tersenyum, semakin gencar ia menakuti pujaan hatinya. Hembusan nafas Raga menerpa wajah Ira, membuat si gadis semakin ketakutan saja.


Ia jadi berpikir yang tidak-tidak. Ingin membuka mata tapi takut. Ia semakin ketakutan. Wajahnya memerah saking takut nya.


Raga yang melihat itu tersenyum. 'Kena kamu sayang!' gumam nya dalam hati. Setelah nya ia meniup kedua mata Ira.


Membuat gadis itu membuka kedua matanya.


Deg, deg, deg.


Pandangan mata mereka bertemu. Raga menatap nya dengan dalam. Semakin maju pula wajah ya.


Cup.


Ira memejamkan kedua matanya. Tubuhnya yang sudah panas dingin bertambah panas dinginlah setelah Raga mengecup pipi nya.


Mati aku! Kenapa pula aku kecup pipi nya?? Ishh.. gerutu Raga dalam hati.


Ira masih berdiri mematung di tepi dinding. Sedang Raga sudah berlalu dan mulai menaiki ranjang Ira.


''Kamu masih kakak hukum! Sekarang kita satu hari akan ada dalam satu kamar yang sama! Tadi kakak udah minta ijin sama Mak! Dan Mak ijinin, karena mendengar alasan ingin mengerjakan PR bersama. Sekarang kakak, mau tidur! capek hati capek pikiran! Kamu! mandi dan sholat! Itu makan siang kita! Kakak tunggu setelah nya baru kita tidur!'' ucap Raga, membuat Ira menarik nafasnya dengan berat.


''Satu kamar??'' gumam nya dan masih terdengar oleh Raga.


Raga yang sedang tidur menopang dagu, menyahuti nya dengan deheman. Ira yang melihat nya hanya bisa pasrah.


Setelah nya ia berlalu ke kamar mandi untuk mandi dan sholat. Tak lupa ia bawa baju ganti serta hijab nya.


Tau akan ada seseorang di kamarnya, Ira sengaja membawa baju ganti ke kamar mandi.


Raga yang melihatnya tersenyum puas. Setelah nya ia membuka kunci pintu, takut akan Mak Alisa datang dan memantau mereka.


Kemudian ia duduk dan menunggu Ira. Setelah mandi dan berwudhu, Ira melaksanakan ibadahnya yang tertunda begitu lama.


Selesai sholat, ia dan Raga makan bersama. Masih tetap sama. Mereka berdua masih diam-diam an.

__ADS_1


Ira tak berani buka suara setelah kejadian tadi. Raga menoleh sekilas, kemudian melanjutkan makannya.


Selesai makan, kini Raga duduk di ranjang Ira bersandarkan di kepala ranjang. Ia terus menatap Ira yang terus sibuk dengan semua tugas sekolah nya.


Hingga Raga lelah menatap Ira, ia pun tertidur dengan nyenyak di ranjang Ira. Melihat Raga tertidur, Ira menghela nafas panjang.


''Hampir saja! hufffttt...''


Setelah nya ia sibuk dengan PR nya. Lama kelamaan mengerjakan tugas itu lelah. Tanpa sadar, Ira yang sedang tengkurap dilantai berlapiskan Ambal tebal tertidur dengan menopang kedua tangan nya untuk menyangga kepala.


Raga yang melihatnya tersenyum. ''Kamu Taukan apa akibat nya, jika berani melawan ku Ra??'' gumamnya sambil berlalu di tempat dimana Ira tertidur dengan nyenyak.


Sebenarnya, sedari tadi Raga tidak tidur sama sekali. Ia sengaja memejamkan matanya, agar pujaan hatinya mengira jika ia tertidur.


Setelah melihat Ira tertidur, Raga membuka matanya dan mendekati gadisnya itu.


Ia menyorongkan di kepala Ira dan membalik tubuh gadis pujaan nya itu. Setelah dirasa Ira tidur dengan nyaman, ia pun ikut merebahkan diri di samping Ira.


Tubuh yang lelah, perut kenyang, lelah hati dan pikiran membuat Raga ikut tertidur dengan menghadap ke arah Ira.


Nafas mereka saling bersahutan, pertanda jika kedua pasangan itu sudah tertidur. Hembusan angin melewati jendela di dekat balkon menambah nyaman untuk mereka berdua.


Mereka tidur dengan saling berhadapan, dengan Ira yang sudah menyurukkan kepala nya ke leher Raga.


Raga yang sadar, tersenyum tipis. Mereka terlelap hingga waktu Maghrib. Mak Alisa yang melihat kedua anak itu belum turun, mendatangi kamar Ira.


Ia membuka kunci dengan perlahan. Dan melihat jika Raga dan Ira ketiduran di lantai. Dengan Ira kepala dibantal telah miring ke kiri sedang Raga menutup wajahnya dengan buku pelajaran Ira.


Alisa terkekeh melihatnya. ''Ternyata kalian ketiduran toh.. Mak kirain, kalian lagi ngapain.. Astagfirullah! su'udzon aku sama anak-anak! Ck!'' gerutu Mak Alisa sambil berdecak sebal.


Kemudian ia berlalu meninggalkan Raga yang bernafas dengan lega.


''Hampir saja ketahuan!'' gumam nya.


Setelah nya ia melihat Kepala Ira yang miring ke kiri akibat perbuatannya yang buru-buru tadi.


Raga terkekeh mengenang hal itu. Ia menatap Lana pada Ira yang ketiduran. Senyum nya terbit saat mendengar dengkuran halus dari pujaan hatinya itu.


💕


Hayoo kalian mikir nya apa??? 😄😄


TBC

__ADS_1


__ADS_2