Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Aku tidak akan melepas mu sampai kapanpun!


__ADS_3

''Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan mu Ira Sarasvati binti Milham Syahputra! Selamanya kau akan tetap menjadi istriku! Terima atau tidak, inilah keputusan ku! Ummi! Kita pergi dari sini! Pertama kali aku menginjakkan kaki di rumah ini, aku merasa ada konspirasi untuk mengikatku dengan gadis yang tidak tahu malu itu! Kita pergi Ummi! Assalamualaikum Hunny! Jaga diri dan kesehatan mu! Tunggu aku tiga tahun lagi!''


Deg!


Deg!


Setelah mengatakan hal itu, dengan segera Raga menuju kamarnya dan mengemasi semua pakaian serta buku-buku nya ia memasukkan kedalam sebuah tas besar.


Selesai dengan itu, ia bergegas keluar bertepatan dengan Sandi yang juga sedang menghadang nya agar tidak pergi.


''Tunggu Ga! Kamu tidak bisa pergi dari sini begitu saja! Kamu harus tanggung jawab karena telah melukai adikku!'' cegat Sandi dengan mencengkeram kerah baju Ragata.


Raga menatap datar pada Sandi. ''Apa yang harus aku pertanggungjawab kan? Karena aku mencekik nya? Lalu bagaimana dengan kelakuan nya selama ini menganggap ku jika aku adalah Suaminya? Selalu tidur dikamar ku tanpa permisi! Mentang-mentang ini rumahmu, kau berbuat sesuka hatimu begitu? Aku orang Muslim! Agama ku tidak mengajarkan seorang lelaki harus tidur selain istrinya! Jika itu Kau! Aku tidak peduli!! Bagimu, Islam hanya KTP saja! Minggir! Aku mau lewat! Jangan melewati batasan mu Sandi! Aku tau semua tentangmu!''


Deg!


Sandi terkejut dengan ucapan Ragata. Dengan segera ia melepaskan tangannya dari kerah baju Ragata.


Raga melewati sandi begitu saja. Sementara Ummi Hani dengan sambungan ponsel itu masih shock berat saat mendengar penuturan Ragata baru saja.


Sementara Ira menatap datar Ragata. ''Berhenti membohongi dirimu sendiri Ragata! Tanggung jawab dengan perbuatan mu!'' tegas Ira dengan menatap tajam Pada Ragata .

__ADS_1


Raga menoleh pada ponsel yang ummi Hani pegang. ''Aku tidak melakukan seperti apa yang ada di pikiran mu! Gadis itu memang tidur dikamar ku, sedangkan aku selalu tidur di luar! Di sofa ruang tamu rumah ini! Segitu tidak inginkah kamu bersama ku, hingga kau menuduhku seperti itu Hunny!!'' sentak Ragata.


Ira tersentak mendengar ucapan Ragata yang begitu keras kepadanya saat ini. Wajah Ragata merah padam.


''Sekali lagi aku tekankan! Aku tidak akan melepaskan mu Ira Sarasvati! Selama nya kau akan menjadi istriku! Terima atau tidak, aku tidak peduli! Yang aku inginkan hanya kamu! Bukan yang lain!'' tegas Ragata.


Dengan segera ia menarik koper dan ranselnya. Ia melewati Sonia yang mematung di tempat karena ucapan Raga baru saja.


Ummi Hani dengan segera mengejar Ragata yang sudah berjalan duluan ke depan. Di mana Abi Hendra sedang menunggu mereka.


Abi Hendra tau apa yang terjadi pada Raga. Maka dari itu Abi Hendra tidak masuk kerumah itu. Baru tiba dari Indonesia langsung mencari apartemen yang dekat dengan kampus Ragata saat ini.


''Tunggu Nak!'' cegat Nyonya Anita.


Raga menoleh pada Nyonya Anita dengan wajah dinginnya. ''Lepaskan! Urusan saya sudah selesai dari kemarin dengan anda. Untuk sewa kamar di rumah anda sudah saya bayarkan pada Sonia. Tanyakan pada putri kesayangan anda. Maaf, saya harus pergi!'' imbuh Raga, dengan segera ia melepas paksa cekalan tangan wanita paruh baya itu.


Raga dengan segera masuk ke mobil dan di ikuti oleh Ummi Hani. Sebelum pergi, Abi Hendra menoleh pada rekan bisnisnya itu.


''Saya tidak menyangka Bapak Krisna yang terhormat. Putri anda begitu terobsesi dengan putra saya. Dulu sengaja saya menutupinya. Tapi sekarang tidak lagi. Tolong dijaga putri anda dengan baik, Bapak Krisna. Sebelum saya yang turun tangan, tolong didik putra dan putrimu selayaknya umat muslim lainnya. Jangan gara-gara anda tinggal di luar negeri, anda melupakan seperti apa budaya kita di Indonesia. Dan ya, satu lagi! Jika anda tidak punya urat malu lagi, dan anda sudah mengikuti tren luar negeri. Lebih baik pindah agama saja. Tidak ada gunanya memajang Islam di KTP anda, jika anda dan sekeluarga tidak bisa mencontohkan perilaku Islam itu sendiri kepada sesama muslim. Saya permisi. Dan Terimakasih. Assalamualaikum.''


Dengan segera Abi Hendra pergi meninggalkan mereka yang membeku di tempat karena perkataan Abi Madan baru saja.

__ADS_1


Sementara di dalam mobil, sambuangn ponsel itu masih menyala. ''Ra...'' panggil Ragata


Ira tetap sama berwajah datar. ''Ummi, kakak mau sholat dulu. Assalamualaikum..'' lirih Ira begitu pelan. Ia SMA sekali tidak menatap Ragata.


Raga tau tatapan mata itu begitu sendu dan kosong. Ia menghela nafas panjang. ''Sabar..'' lirih ummi Hani sembari memeluk putra nya itu.


''Ya, aku memang harus sabar. Bukankah sabar itu adalah sesuatu yang terpaksa di lakukan dan terbiasa terus menerus?''


Abi Hendra dan Ummi Hani, hanya bisa menghela nafas berat. ''Sakit Ummi..'' lirih Raga dengan tubuh bergetar dalam pelukan ummi Hani.


Tiada yang tau seperti apa rasa sakit di hatinya saat ini. Ia terpaksa melakukan semua ini karena permintaan kedua orang tuanya untuk bertahan selama enam bulan lamanya.


Maka dari itu, Raga bertahan dirumah itu. Namun tidak dengan hari ini. Ia sudah bertekad akan keluar dari rumah itu.


Dan berhasil, walau harus melukai Ira lagi.


💕💕💕💕


Kasihan..


Ikutin terus ye! Kira-kira setelah ini, apa lagi prahara rumah tangga bang Raga dan kak Ira?

__ADS_1


Mau tau?


Ikutin terus kelanjutannya!


__ADS_2