Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Persahabatan putus karena ulah orang yang egois!


__ADS_3

Raga mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Mak Alisa yang begitu menusuk relung hatinya.


Sebenarnya pun, ia tidak mau seperti ini. Semua ini karena permintaan pria paruh baya yang mematung di belakang nya.


Raga berbalik dan menatap dua orang itu dengan dingin. ''Puas kalian menghancurkan kami? Puas kalian telah memisahkan ku dari istriku? Puas kalian jika karena kalian dua sahabat yang begitu akur itu terpisah karena ulah kalian para orang tua yang begitu egois?''


Opa dan Oma Raga terdiam. Matanya masih saja melihat ummi Hani yang berusaha menghentikan Mak Alisa.


''Apa salahku pada kalian bertiga? Jika memang aku tidak di ijinkan dulu menikah dengan nya, kenapa Abi mengizinkan ku? Apa maksud dari semua ini? Kenapa? Apa tujuan kalian yang sebenarnya? Karena janji kalian pada almarhum pemilik pesantren ini, kalian jadikan aku tumbal keegoisan kalian bertiga! Aku kecewa pada kalian! Aku keluar dari keluarga besar Hariawan! Mulai sekarang aku akan hidup sendiri tanpa uang kalian lagi! Ambil semua uang yang selama ini kalian berikan padaku! Dan untuk Abi! Segera lepaskan ummi ku! Gara-gara keegoisan Abi, ummiku harus menangis seperti itu karena harus membujuk Mak Alisa!''


''Raga!!'' Seru Opa Hariawan.


''Tidak perlu menyentak ku seperti itu! Egois kalian semua! Aku benci terlahir dari keluarga egois seperti kalian!''

__ADS_1


Deg!


Deg!


''Ragata...'' lirih Oma.


Setelah mengatakan itu, Raga pergi untuk menyusul ummi Hani yang terduduk di atas rerumputan karena tidak berhasil membujuk Mak Alisa.


Raga mendekati Ummi nya yang sedang tersedu. ''Bangun Ummi.. ayo kita usaha bersama. Mana tau Ira dan Mak Alisa bisa luluh. Aku juga tidak mau harus di jodohkan dengan gadis pemaksa seperti nya!'' ketus Raga.


''Kita tidak bisa merubah masa lalu ummi. Yang harus kita lakukan sekarang adalah masa depan yang harus kita perjuangkan bersama. Ummi harus keluar dari rumah keluarga besar Hariawan. Raga sudah keluar dari keluarga itu! Sampai kapanpun, aku tidak pernah menceraikan istriku, Ira Sarasvati. Tidak sekarang, maupun nanti! Ini keputusan ku Ummi!'' tegas Raga.


Seutas senyum tipis terbit dari bibir seseorang yang berdiri mematung di belakang mereka.

__ADS_1


''Hani...''


''Maaf Ndra! Aku akan mengikuti apa kata putraku! Jika tujuan kalian hanya untuk memisahkan putraku dengan istrinya, lebih baik aku keluar dari keluarga besar Hariawan! Buat apa tinggal disana, jika setiap hari hatiku harus merasakan rasa bersalah setiap saat melihat putri sahabatku menangis karena ulah kalian yang memaksakan kehendak kalian berdua! Sekali lagi maaf Ndra! Aku tidak akan meminta ijin atau apapun darimu! Karena ku tau, kau pasti akan melarang ku! Ayo, Nak!'' Dengan segera ummi Hani menarik Raga untuk bertemu dengan Mak Alisa dan Ira yang sudah sedari tadi di dalam pesantren.


''Hani... tunggu sayang!'' cegat Abi Hendra.


Ummi Hani tidak peduli dengan panggilan Abi Hendra. Ia terus berjalan tanpa melihat tiga orang itu menatap ummi Hani dengan pikiran yang entah seperti apa.


''Aku mau Pulang! Jika Papa masih ingin disini, silahkan! Semuanya sudah jelas sekarang! Aku akan bercerai dari istriku sebentar lagi karena keegoisan kalian berdua!''


Deg!


Opa Hariawan menatap datar pada Raga yang sudah berlalu meninggalkan mereka dengan semua pikiran yang berkecamuk di kepala pria paruh baya itu.

__ADS_1


💕💕💕


TBC


__ADS_2