Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Masa sulit Ira


__ADS_3

Lelah dengan terus menangis, kini Ira sudah terlelap begitu juga dengan Raga. Buliran bening terus saja mengalir di pipi Ira dan itu membasahi baju Raga.


Hiks.. maafkan aku Kak.. bukan maksud ku menolak mu.. hanya saja.. aku takut kecewa nantinya.


Umur kita masih sangat muda Kak.. masih labil-labil nya. Aku tak mau karena kesalahan satu hari berakibat fatal di kemudian hari.


Aku menyayangimu Ragata Hariawan, sangat menyayangi mu. Hanya saja aku takut terluka karena dirimu.


Belum lagi kita bersatu kemarin, aku sudah mendapatkan musibah seperti ini. Apalagi setelah mereka tau jika aku adalah istri mu.


Lebih baik aku menjaga jarak dari mu Kak.. jika sedang di sekolah. Tapi jika dirumah aku tetap istri mu.. Aku akan tetap melayani mu.


Baik itu dari makanan mu, pakaian mu juga yang lainnya yang dirasa perlu. Aku akan berusaha sebaik mungkin, namun sebelum itu aku harus mengobati diriku ini yang dikira gila oleh mereka..


Padahal aku hanya ketakutan dengan warna itu. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar aku bisa sembuh.


Ini adalah masa-masa paling sulit untukku. Semoga kamu tidak meninggalkan ku Kak.. karena penyakit ku ini..


Ira menggumam dalam hati dengan terus memeluk Raga begitu erat. Dibalas peluk oleh Raga lebih erat lagi.


''Maaf sayang..'' igau Raga dengan memeluk Ira begitu erat.

__ADS_1


Hangat pelukan Raga membuat Ira nyaman dan terlelap kembali.


Sore hari nya.


Ira melenguh saat merasakan sesuatu yang lembab terus saja membasahi pipi dan dahinya. ''Eeuugghh.. jam berapa ini? Kenapa pipi ku basah begini ya? Lagi kening ku juga? Ishh.. apa rumah ini bocor?? Masa' sih Papi buatnya nggak beres begini?? Ck!'' Ira berdecak sebal dengan mata masih tertutup rapat.


Raga cekikikan. Merasakan jika tubuhnya terguncang karena seseorang, Ira membuka matanya.


''Astaghfirullah! Kakak ih!'' Ira terkejut melihat wajah Raga begitu dekat dengan wajah nya.


''Hihihi.. kamu kenapa sayang? Kok sedari tadi ngigau nggak jelas sih, hem?'' tanya Raga masih dengan sedikit cekikikan di bibirnya.


Ira menatap Raga yang masih saja tertawa. Ya Allah.. jagalah ia untukku.. jagalah kami berdua dari orang-orang yang berniat jahat kepada kami berdua.. lirih Ira dalam hati.


Bukan Raga tak tau jika Ira sedang menatapnya. Hanya saja, Raga tidak tau apa yang ada di pikiran istri nya itu.


''Sayang ku! Ira!!'' seru Raga sedikit kuat.


Ira tersentak. ''Eh apa Kak? Mau makan?? Aku ambilkan ya?'' sahut Ira masih dengan tatapan kosong nya.


''Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah ini tentang penyakit mu?? Atau.. Tentang diriku??'' tebak Raga.

__ADS_1


Membuat Ira tersenyum kecut. Ternyata Raga bisa menebak isi pikirannya. ''Ya, semua ini tentang mu!'' sahut Ira.


Raga terdiam. Mulutnya yang tadi terkekeh kini terkatup rapat. ''Kenapa??''


''Karena aku adalah orang asing yang tiba-tiba masuk ke dalam hidup mu tanpa permisi! Aku orang lain, yang tiba-tiba saja memasuki kehidupan seorang Ragata Hariawan! Aku manusia rendahan! Tidak pantas bersanding dengan mu!'' ucap Ira dengan raut wajah datar.


Raga juga berubah menjadi datar setelah mendengar ucapan Ira. ''Segitu tak ingin kah kamu hidup bersama ku Ira? Kamu berubah setelah pulang dari camping sekolah kita! Apa kurang nya aku?'' tanya Raga dengan datar juga.


Ira menatap Raga dengan tatapan kosong namun sendu. ''Aku tak pantas dengan mu! Baru saja kita bersatu, tapi lihatlah! Aku sudah mengalami hal sekeji ini. Aku di jebak oleh mereka, dengan mengatakan jika kamu terjebak dan tidak bisa keluar dari sana! Terkadang aku berpikir, jika aku hidup dengan mu terlalu banyak rintangan untukku! Kamu orang terpandang Kak Raga! Sedang aku?? Hanya seorang gadis rendahan yang tidak memilki kualitas apapun dibandingkan dengan mereka!'' sahut Ira, setelah itu ia turun dari pembaringan menuju kamar mandi dan berwudhu.


Kemudian ia sholat sendiri tanpa mengajak Raga bersama nya. Raga menatap datar kelakuan Ira.


Selesai dengan ibadahnya, Ira mengambil hijab dan keluar dari kamar nya. Tiba di depan pintu, ia berbalik dan menatap Raga datar.


''Pulanglah! tempat mu bukan disini, tapi disana! Dengan orang-orang waras. Tidak seperti aku yang tidak waras ini. Pulanglah Ragata!''


Deg!


💕


Haishhh neng Ira kenapa tuh??

__ADS_1


TBC


__ADS_2