
''Kita tunggu selama seminggu lagi ya? Jika tidak ada perubahan, maka kamu harus melakukan tindakan operasi.''
Deg!
Deg!
''O-operasi By??'' Raga mengangguk, ia tersenyum lembut pada Ira
''Ya, operasi! Kamu harus siap ya?'' pinta Raga dengan memegang tangan halus Ira.
Semua itu tak luput dari perhatian seorang perawat yang sedari tadi terdiam membisu.
''Tapi ...'' ucapan. Ira terhenti saat Raga mengecup kening nya.
Cup!
''Eh? Kak Raga!!'' seru Ira begitu malu pada suster itu.
''Maaf ya Sus... hehe .. Kak Raga ih! Udah ah! Maluuuu..''
Cup!
Cup!
Cup!
''Kak Ragata!!!'' rengek Ira sambil menghentak kan kakinya karena kesal.
Ia tidak mungkin meninggikan suaranya pada sang suami. Raga tertawa. Perawat baru itu terpaku melihat Raga tertawa dengan lebarnya.
Ira semakin malu pada suster itu. Dengan segera, ia memakai gamisnya. Lagi, ia dibantu oleh Raga untuk mengenakan baju gamisnya.
''Stop ih! Biar aku sendiri Kak.. malu...'' lirih nya lagi.
Raga tak peduli dengan perawat baru itu. Yang penting istrinya. Bukan orang lain. Selesai dengan baju gamis, kini Raga memakaikan niqob Ira kembali.
Cup!
__ADS_1
Lagi, mata Ira melotot melihat Raga. Raga semakin gemas menggoda sang istri.
Cup!
lagi, Ira menepuk lengan Raga. Ia tertawa lagi. Semua itu tidak luput dari perhatian seorang perawat yang masih berdiri melihat mereka.
Wajah perawat baru itu, memerah. Ia mengepalkan tangannya. ''Cih! Baju aja tertutup! Tapi kelakuan? Cih! Sok suci!'' sungutnya dalam hati.
Ia memalingkan wajahnya dari sejoli itu. Raga tersenyum smirk melihat itu. Ira semakin malu pada perawat itu.
"Ehem, By.. aku pulang ya? Aku harus ke pesantren lagi untuk ngajar." imbuh Ira dengan segera menggamit tangan Raga untuk di ciumnya.
"Ya, hati-hati. Nanti sore Kakak jemput, hem? Cup!'' lagi, Raga mengecup dahi nya.
Ira tersenyum, ''Assalamu'alaikum..''
''Waalaikum salam... jaga diri, jaga hati dan jaga mata! Ingat ada Kakak disini yang selalu menunggu mu!'' ucap Raga sambil memberikan senyum terbaiknya.
Ira tertawa melihat tingkah Raga yang semakin lebay menurutnya. Ira keluar dari ruangan itu.
Seketika itu juga ruangan itu mendadak sunyi. Wajah Raga yang tadinya ceria, kini berubah menjadi datar dan dingin.
Perawat baru itu terkejut. Ia mengangguk patuh, kemudian keluar dari ruangan Raga. Karena ia hanya perawat pengganti.
Raga sudah tau itu. ''Huuffttt... gerah aku lama-lama sama perempuan seperti itu. Wanita bermuka dua!''
Deg!
Deg!
Seseorang mengepalkan tangannya mendengar ucapan Raga. Niat hati ingin masuk lagi untuk mengambil tas nya, malah harus mendengar gumaman Raga tentang nya.
''Akan ku balas Kau dokter Raga sialan! Aku ingin lihat, wanita apa yang sedang bersama mu itu. Tingkah aja sok suci. Tapi kelakuan? Cih! Lihat saja nanti. Aku akan merebut hatimu! Dari pertama aku melihat mu tadi, aku sudah menyukai mu. Tapi sayangnya kau menuduhku bermuka dua! Baik, akan aku tunjukkan seperti apa wanita bermuka dua ini! Sampai kapan kau akan bertahan dengan ku? Aku akan meminta cabang untuk memindahkan ku kesini! Lihat saja nanti!'' gumamnya dalam hati.
Setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan Raga yang masih sibuk dengan berkas pasiennya.
Siang harinya di kantin.
__ADS_1
Ragata berjalan seorang diri ke kantin karena Ira yang kata nya mau datang untuk mengantar kan makan siangnya malah tidak bisa.
Dengan terpaksa ia makan di kantin. Padahal masakan Ira sangat enak menurutnya. Tiba di kantin, ia langsung saja mengambil makanan yang tersedia di stand makanan.
Seseorang di sudut sana terus saja memperhatikan nya. Mata berbulu lentik itu tidak berkedip melihat nya.
''Andai kamu tau Kak Raga.. akulah yang lebih dulu menyukai mu dibandingkan gadis yang tadi bersamamu. Aku sengaja meminta di pindah tugas kan kesini agar aku bisa melihat mu setiap harinya. Kejadian enam tahun yang lalu masih berbekas di ingatan ku. Aku tidak akan pernah melupakan mu Kak Raga. Mungkin jika kau tidak menolongku, pastilah saat ini aku sudah tidak ada di dunia ini. Aku akan berusaha keras untuk mengingatkan mu tentang ku dulu nya kak Raga.''
''Andai saja waktu itu aku tidak membiarkan mu pergi. Pastilah saat ini aku sudah bahagia hidup dengan mu. Bukan dengan gadis itu, tapi dengan ku! Aku akan merebut mu dari gadis sok suci itu. Kak Raga ku tidak seperti itu. Aku tau siapa dirinya. Aku akan merebut mu dari gadis sok suci itu. Sampai waktu itu tiba, aku tidak akan pernah pergi darimu.''
Deg!
Pandangan mata mereka bersiborok. Raga menatap datar pada perawat yang tadi di dalam ruangan nya.
Ia menghela nafas panjang. ''Akan ada lagi badai di dalam rumah tanggaku. Ya Allah.. semoga aku dan Ira kuat menghadapi ujian pernikahan kami, Amin..'' gumam Raga, dengan segera ia menyuapkan nasinya ke mulut setelah membaca doa terlebih dahulu.
Bukan nya ia tak tau siapa wanita itu. Ia sangat kenal dengan wanita yang enam tahun yang hadir di dalam pernikahan nya karena ia salah menolong orang.
Di depan baik, tapi dibelakang? Ia ingin menusuk Raga. Masih teringat jelas, apa perbuatan gadis itu terhadap Ira.
Ira hampir saja terserempet motor saat ia pulang sekolah. Raga melihat semuanya. Siapa gadis itu yang sebenarnya.
Yang Ira tau, Jika itu adalah Rania. Tapi bukan Rania pelakunya. Ada orang lain yang dendam dengan kedekatan Ira dan Raga.
Raga tau itu. Karena setiap harinya, ia selalu memantau keadaan Ira dari orang suruhannya. Termasuk itu Lana.
Lana juga menjadi mata-mata Raga saat itu. Raga sengaja melakukan hal itu, agar Ira tidak terluka lagi seperti dulu.
''Aku menyesal telah menolongmu Santi. Aku tak menyangka, kamu tega membuat istriku hampir mati. Kau, Rania dan Sonia kalian bertiga sama. Sahabat karib menyukai satu orang lelaki sepertiku. Tapi sayangnya aku tidak menyukai kalian semua yang bermuka dua. Tidak seperti Ira ku yang apa adanya. Wanita ku itu sangat bersahaja. Sangat lembut hatinya. Bahkan ketika masalah berat menimpanya, ia tetap bertahan. Aku di tuduh menghamili gadis yang tidak pernah ku sentuh. Ia memaafkan ku.''
''Begitu banyak luka yang ku torehkan untuknya, tapi ia tetap menerimaku. Cintanya lebih besar dari pada kebencian nya terhadap ku. Wanita ku itu benar-benar tulus mencintai ku. Terlepas jika dulu ia sering menolak ku, semua itu ia lakukan hanya untuk menjaga hatinya. Aku tau itu. Hunny ku. Tidak ada banding nya dengan kalian bertiga. Aku akan selalu mengingat perlakuan kalian terhadap istriku! Jika kau berani berkata yang macam-macam tentang istriku, maka aku sendiri yang akan merobek mulutmu!'' gumam Raga dalam hati.
Matanya menatap pada seseorang dimasa lalu yang masih saja mengincar nya hingga kini.
💕💕💕💕💕
Ada yang ingat, kejadian dimana Ira hampir keserempet motor sepuluh tahun yang lalu?
__ADS_1
Ya, pelakunya adalah perawat baru di ruangan Raga itu. Bukan Rania.
Semoga kalian nggak bosan ye?