
''Namun, saya bersyukur sekali bisa di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayangi saya. Saya sebenarnya tidak sehat seperti yang kalian lihat. Saya itu memiliki penyakit yang dianggap tidak bisa memilki keturunan. Alias mandul!''
Deg.
Deg.
Ummi Hani, Abi Hendra dan Tuan Irwan terkejut. Raga tenang saja. Karena ia sudah tau apa jawaban dari sang istri.
''Jangan pada terkejut kayak gitu .. ini fakta! Bukan sekedar ucapan belaka! Tapi... ada tapi nya nih.. saat ini saya sudah sembuh total!! Sehat walafiat! Dan kalian tau, karena siapa??''
Semuanya terdiam. mereka menatap Ira dengan dalam. Ira tersenyum, ia menoleh pada Raga. Sang suami tercinta yang telah menyembuhkan nya.
Hingga ia sembuh total. ''Semua ini karena Dokter Ragata Hariawan Sp.OG. Suami saya. Suami sayang yang mengobati daya sampai saya sembuh! Dia yang bernaung mati-matian untuk menyembuhkan saya. Dan ya, berhasil. Walau terbilang singkat sih. Namun semua itu bisa membuktikan. Perjuangan kami berdua terpisah sekian tahun akhirnya membuahkan kan hasil! Semua ini karena kerja kerasnya! Dokter Raga rela kuliah di luar negeri demi bisa menyembuhkan saya yang dulunya pernah ia tabrak hingga menyebabkan penyakit itu. Berulang kali saya mengatakan, lepaskan wanita seperti saya. Cari yang baru. Saya mandul! Tapi ia tetap Keukeh dengan pendirian nya!''
__ADS_1
''Ia yakin, jika saya pasti akan sehat kembali seperti sedia kala. Dan ya? Saya sehat. Saya baru saja sembuh setelah dua bulan mengikuti pengobatan nya. Alhamdulillah.. saya sehat walafiat. Dan untuk itu, alam ini saya ingin sampaikan! Bahwa kepengurusan rumah sakit ini akan saya serahkan padanya. Sebagi direktur utama dirumah sakit ini. Kami berdua akan berkerja sama untuk membuat rumah sakit ini menjadi rumah sakit nomor satu di kota Medan ini. Mari Dokter Ragata! Dampingi saya disini untuk mengelola ruang sakit ini.''
''Saya yakin, di tangan kita berdua pastilah akan berjaya! Kepada Dokter Ragat saya persilahkan!'' ucap Ira dengan mengedipkan matanya.
Ragata tertawa. Begitu juga dengan seluruh orang yang sedang duduk menonton mereka disana.
Tuan Irwan menatap kagum pada Ira dan Ragata. ''Pasangan yang kompak!'' celutuk Tuan Irwan.
Abi Hendra terkekeh. ''Anda benar Tuan! Mereka memang pasnahn kompak! Terbukti saat rumah tangga mereka mengalami pasang surut, Ira serbaguna istrinya tetap menerima Ragata. Saya salut dengan menantu saya itu. Saya tak menyangka, jika jiwanya begitu tegar ketika badai topan menerpa rumah tangga mereka. Sembilan tahun, Tuan! Sembilan tahun usia pernikahan mereka. Tapi mereka tetap bertahan sampai saat ini. Mungkin inilah kata yang sering kita dengar, semua akan indah pada waktunya. Inilah yang Ira dan Ragata rasakan saat ini. Terlepas badai selalu menggoyahkan rumah tangga mereka, tapi Ira tetap bertahan. Dan untuk posisi ini, ia memang pantas untuk mendapatkan nya.'' Jelas Abi Hendra sembari menatap Ragata dan Ira yang sedang berbicara di podium sana.
Ummi Hani mengangguk, ''Ya, Ira hampir mati gara-gara putra kita begitu banyak yang menyukai. Sampai-sampai ia harus berurusan dengan banyak kadal betina yang ketempelan ulat bulu!''
Ummi Hani tertawa. Begitu juga dengan tuan Irwan. Ia begitu sakit dengan pasangan kompak itu.
__ADS_1
''Baiklah semua. Cukup sampai disini pembicara kita ya? Saya mau bawa pulang istri saya ini. Tidak rela saya jadi santapan lapar kalian semua!'' seloroh Raga.
Dan disambut gelak tawa mereka semua. ''Akhiru Kalam, Assalamualaikum.. warahmatullahi wabarokatuh.''
''Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh...'' sahut semuanya.
Setelah itu mereka berdua duduk kembali di kursi yang disediakan sampai acara itu selesai.
Pukul sebelas malam, mereka kembali pulang kerumah mereka dengan tubuh yang begitu lelah.
Setelah tadi malam malam bersama, mereka pamit pulang terlebih dahulu. Karena Ira baru saja sembuh dari sakitnya.
Tuan Irwan memaklumi itu. Tinggal lah ummi Hani dan Abi Hendra disana yang menemani para tetamu hingga selesai.
__ADS_1
Saat ini mereka sudah berada dirumah. Tubuh mereka berdua begitu lelah. Apalagi Ira yang baru saja pulih.
Tapi semua itu sirna saat melihat kejutan selanjutnya dari Ragata untuk Ira.