Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Mencoba untuk melupakan


__ADS_3

Setelah Raga masuk ke dalam, Abi Hendra berlalu dari pesantren itu dengan gelisah karena memikirkan dua orang yang sedang ngambek disana.


''Kita pulang sekarang, Raga udah masuk. Abi harus balik ke proyek ummi, kamu berdua pulang sama Ira ya?''


Ummi Hani menoleh. ''Bukannya hari ini hari Minggu ya?''


''Minggu pun tetap kerja ummi. Biar cepat selesai. Kita jalan.'' Ucap Abi Hendra.


Ummi Hani dan Ira mengangguk patuh. Ira menatap nanar pada pesantren itu dimana Raga menuntut ilmu.


Sedangkan seseorang disana melihat mobil sedan berwarna merah itu berlalu ia terbitkan senyum smirk nya.


''Aku akan buktikan padamu. Jika Raga itu menyukaiku. Bukan kamu! Lihat saja! Dua Minggu lagi kau akan melihat perubahan nya.'' Ucap orang itu dengan segera meninggalkan tempat parkir mobil Abi Hendra tadi.


Sedangkan di pojok sana, Raga mengepalkan tangannya. ''Sampai mati pun aku tidak akan berpaling dari istriku! Kamu ingin bermain-main denganku? Heh! Baik! Aku jabanin! Kita lihat, siapa yang akan jatuh ke jurang? Aku dan kamu? Atau hanya kamu sendiri? Lihat saja nanti.'' Geramnya.


Ia juga bergegas masuk ke pondok kembali untuk mengikuti pelajaran karena akan segera di mulai.


Abi Hendra tiba di rumah Ira, hampir Maghrib. Tiba disana, mereka melaksanakan sholat Maghrib dulu baru kemudian mereka pamit pulang setelah makan malam.


Tinggal lah Ira seorang yang kesepian di dalam kamarnya. Ia menghela nafasnya. ''Baiklah Ira, tata hati dan hidupmu. Jangan menunggu sesuatu yang tidak pasti. Buang semua kenangan tentangnya. Toh, jika kamu berjodoh dengan nya pasti akan di pertemukan kembali pada saatnya nanti.''


Ira benar-benar melupakan Raga, terbukti Minggu pertama di tinggal olehnya, ummi Hani tidak lagi mengunjungi Ira.


Dua Minggu setelah nya, Ira juga mendapati kejadian yang sama. Bahwa ummi Hani tidak pernah sekalipun menjenguk ataupun menanyakan kabarnya kepada Mak Alisa.


Hingga enam bulan kemudian, Ummi Hani tiba-tiba menelpon. Ummi Hani mengatakan jika ia dan keluarga akan pulang ke Aceh.

__ADS_1


Karena kedua orang tua ummi Hani mengalami kecelakaan. Seluruh keluarga ummi Hani termasuk Raga ikut pulang ke Aceh.


Ira hanya menatap datar semua yang terjadi di hadapan nya kini.


''Sabar Nak.. semua pasti akan baik-baik saja. Percaya sama Allah. Cuma Allah tempat bergantung dan berharap. Jika kamu berharap kepada manusia, kamu akan sakit hati. Maka dari itu, berharap lah hanya kepada Allah saja.Kamu paham, Nak?''


''Iya, Mak. Kakak paham. Ya sudah , kakak mau lanjut belajar lagi. Masih banyak PR yang harus di siapkan. Sebentar lagi Kakak tamat sekolah Mak. Mak?''


''Hem, kenapa?''


''Kalau boleh kakak meminta..'' ucapan Ira terhenti. Ia menatap Mak Alisa dengan takut-takut.


''Katakan saja Nak, jika bisa pasti akan Mak lakukan.''


''Kakak mau.. kalau Kakak udah tamat sekolah, boleh tidak jika Kakak jangan satu pesantren dengan Kak Raga?''


''Hoo.. begitu ya? Ya sudahlah. Tak apa.'' Jawab Ira lesu.


Mak Alisa mengernyitkan dahinya. ''Ada apa? Apakah kamu tidak ingin satu pesantren dengan suami mu? Boleh Mak tau kenapa?''


Ira yang sedang berjalan lunglai menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menghadap Mak Alisa.


''Kakak hanya sedang menata hati, Mak. Jika kakak satu pesantren lagi dengan nya? Kapan kakak bisa melupakan nya? Satu pesantren artinya setiap hari dan setiap saat akan terus terluka karena nya.. Kakak mohon.. untuk kali ini. Tolong mengerti keadaan kakak, Mak..'' pinta Ira dengan wajah berselimut mendung.


Ia menunduk karena melihat wajah Mak Alisa berubah menjadi datar karena mendengar ucapan nya.


''Kita lihat nanti. Apakah suami mu mengizinkan atau tidak? Semua keputusan ada di tangan nya. Istirahat lah! Mak lihat, kamu terlalu memporsir dirimu untuk selalu melupakan Raga!''

__ADS_1


Deg!


Ira memejamkan kedua matanya. Tangannya ia kepal erat. Mak Alisa tau itu. ''Mak tau kan kenapa Kakak selalu berusaha melupakan nya?''


''Ya. Mak tau semuanya tentang mu Nak. Tapi bukan seperti ini caranya. Membuang seseorang yang begitu kita cintai di dalam hidup kita itu butuh waktu. Kamu tau kan seperti apa Mak? Mak beruntung, ketika itu ada Papi mu yang selalu bersama Mak. Walaupun ia sekarang masih kuliah di luar negeri. Tapi Mak yakin, ia pasti akan kembali lagi bersama kita. Kamu tenang saja-,''


''Ragata Hariawan bukanlah Papi Gilang Bhaskara, Mak. Kakak sangat mengenal Papi seperti apa. Papi berbeda dari Raga. Papi memang sangat baik. Yang kakak cari sebagai sosok imam adalah seperti Papi. Tapi bukan Ragata Mak. Ragata tidak seperti itu!''


''Kenapa kamu selalu menuduh Ragata yang tidak-tidak? Ingat loh.. kamu itu istrinya. Setiap ucapan yang kamu ucapkan akan benar-benar terjadi nanti. Mau kamu seperti itu?''


Ira memejamkan kedua matanya. Sebulir bening itu jatuh menimpa pipi tirus nya. ''Mak akan tau seperti apa kelakuan Ragata selama ini. Mak akan tau, jika Mak sering berkunjung ke pesantren. Kakak tau semua tentang nya, Mak. Walau kakak jauh, tapi kakak masih bisa melihatnya. Kakak harap Mak mengerti. Kakak akan bersabar dengan kelakuan nya selama ini.''


''Pernahkah ia pulang kerumah ini setelah sekian lama? Adakah ia memberikan kabar nya kepada ku sejak ia berada di pesantren? Kenapa dia tidak bertanya seperti apa aku disini? Semua itu sudah terbukti Mak. Bahkan Abi dan ummi pun sama. Jadi.. kakak harap, Mak jangan memaksakan kakak lagi.''


''Ini masih di pesantren Mak.. bagaimana jika nanti ia keluar negeri! Tidak menutup kemungkinan bukan?''


''Astaghfirullah Ira.. kenapa jauh sekali pemikiran mu itu? Raga tidak seperti itu Nak.. ia sengaja tidak pulang kerumah ini, agar tidak ingin mengganggu belajarmu. Karena ia tau, kamu akan tamat enam bulan lagi. Selama enam bulan ini ia menahan diri agar tidak bertemu dengan mu. Karena ia takut sesuatu yang tidak boleh terjadi, akan terjadi jika dia sudah pulang kerumah ini. Astagfirullah.. Kakak.. jauh sekali pemikiran mu terhadap suamimu.. sadar Nak..''


Ira tertegun dengan ucapan Mak Alisa. Mana ia tau jika Raga tidak pulang karena menahan diri agar tidak bertemu dengan nya? Maksudnya apa coba?


''Baik. Kakak akan mencoba bersabar lagi. Tapi jika sampai semua ini terjadi, maka jangan salahkan kakak, jika suatu saat kakak berubah.''


Deg!


Mak Alisa terkejut dengan ucapan Ira putri sulungnya. ''Sebenarnya.. apa yang terjadi dengan kalian berdua? Sulit sekali untuk membujuknya. Hani lagi, kenapa pula Raga tidak di izinkan datang kesini sih? Ada apa? Kenapa aku merasa.. Jika kalian semua seperti menjauhi putriku? Jika iya, kenapa dulu putra mu ingin menikahi putriku dan berjanji akan membahagiakan nya? Astagfirullah... ya Allah...''


TBC

__ADS_1


__ADS_2