
''Ayo pada adik kelas yang beruntung, silahkan maju ke depan sebagai pasangan OSIS kita! jangan malu-malu!'' godanya lagi.
Membuat seluruh siswa dan siswi bersorak Sorai. Tatapan mata Ira bertemu dengan Raga.
''By...''
Raga tersenyum dan mengangguk pelan, agar seluruh teman-teman nya tidak curiga. Dengan pelan dan menunduk Ira maju ke depan dan berdiri di sebelah Raga.
''Nah.. coba di perhatikan! Mirip nggak sih?? Cocok nggak sih?? Kompak nggak mereka berdua ini?? Jika nanti mereka terbukti berdua kompak, maka akan kita nobatkan sebagai pasangan ter terasi di tahun ini! Eh? Apa?? Salahkah?? Hehehe.. maksudkan saya pasangan serasi gitu loh..'' ucap nya lagi membuat Raga terkekeh.
''Emang aku belacan apa?!'' sungut Ira dan masih di dengar oleh Raga.
''Sabar .. kita harus kompak ya??'' ucap Raga tanpa menoleh pada Ira.
Ira mengangguk setuju. ''Tentu. kita buktikan jika kita ini pasangan ter te Ra si seperti yang mereka sebut.'' sewot Ira.
Lagi dan lagi membuat Raga terkekeh. Semua itu tak luput dari pengawasan anggota OSIS yang lain.
''Wah wah wah.. lihatlah pasangan terasi kita! mereka sudah mulai mengakrabkan diri ternyata.. baiklah kalau begitu acara perlombaan kita mulai!'' seru anggota OSIS yang bertugas sebagai moderator.
Setelah nya semua bersiap untuk perlombaan. Setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang dengan lima pasangan.
Masing-masing mereka bertugas untuk saling mendukung. Lomba pertama makan kerupuk, diikuti dengan lompat karung, bawa kelereng dengan sendok, tarik tambang dan terakhir uji tes kekompakan.
Sengaja mereka melakukan hal itu, karena sedari tadi mereka melihat Raga dan Ira yang begitu kompak.
Membuat mereka punya ide untuk menguji ketua OSIS mereka. Anggota OSIS yang bernama Wahyu itu tersenyum smirk.
''Kita lihat, kalian bisa nggak jika aku buat tes uji ini! Jika kalian lulus, berarti benar dugaan ku! jika kalian berdua, memang ada apa-apa nya!'' gumamnya sembari terus melirik Raga dan Ira yang begitu kompak dalam setiap perlombaan.
Semua perlombaan sudah terlaksana, sekarang tersisa tes kekompakan yang di uji langsung oleh anggota OSIS untuk ketua OSIS mereka.
Dalam lomba kali ini, mereka sengaja merajut sesuatu di belakang pasangan dan akan dilepas oleh pasangan mereka dari depan.
Dengan posisi hadap-hadapan. Raga dan Ira terkejut dengan itu. Tapi mereka tidak bisa mundur, karena itu semua dari acara perlombaan.
Benar, tes kekompakan itu memang sudah ada. Hanya cara nya ini, membuat Raga sedikit risih.
''Dengan posisi hadap-hadapan?? Apa kamu mau Ra??'' tanya nya pada Ira.
Ira menghela nafas berat. ''Ya harus gimana lagi, kak! jika memang itu yang harus terjadi ya.. kita ikuti mau mereka?? Biar ku buktikan! Seberapa kuat simpul yang mereka ikat di belakang kakak! Aku pasti bisa melepas nya!'' ucap Ira dengan semangat 45.
''Oke, semua siap sedia! Ayo berdiri berhadapan di depan pasangan kalian! Jangan protes dengan tulisan yang kami buat! itu terserah kami dong??''
''Huuu.... Kakak curang! masa' tulisan nya, kamu lah jodoh ku??'' ucap salah satu teman Ira.
''Terserah kita dong.. pokoknya mau tidak mau, setuju tidak setuju kalian harus ikut! titik! tanpa koma!''
''Serah dah....'' sahut yang lain disambut dengan gelak tawa mereka semua.
''Ayo posisikan tempatnya! Khusus untuk ketua OSIS, tulisannya berwarna emas! jika beruntung, maka kalian berdua akan mendapatkan hadiah nya dari kami Anggota OSIS!!'' serunya Wahyu dengan kerlingan mata nakal.
Raga hanya pasrah dengan ide anggota nya itu.
__ADS_1
Setelah mereka berdiri berhadapan, kini di belakang mereka sudah di ikat sebuah tulisan khusus untuk perlombaan.
''Oke! siap??''
''Siap!!'' sahut seluruh peserta.
''Caranya adalah kalian harus melepas tali simpulan itu hingga kertas yang terikat itu terlepas dan bisa di ambil dan di pegang, dengan tangan pasangan kalian di rentangkan kesisi kiri dan kanan, paham??''
''Paham!!'' sahut semuanya.
''Mulai!!! prrruuuiiiitttt...'' suara peluit bergema menandakan perlombaan sudah dimulai.
Raga dan Ira saling pandang. Mereka melihat semua teman mereka sudah mulai bergerak.
''Ayo Ra.. kita pasti bisa! Jika ada keraguan tanyakan aja! Sama-sama kita untuk melepaskan tali rajutan itu.'' ucap Raga.
Ira mengangguk. Kemudian Ira langsung saja memposisikan diri tepat dihadapan Raga. Sedang tangan Raga sudah mulai terentang.
Ira maju lagi dan melihat Raga yang tersenyum padanya.
''Beruntung nya kakak bisa berpasangan dengan mu! jika dengan orang lain...'' ucap Raga dengan sedikit menahan nafasnya.
Karena IRa sudah mulai memeluk tubuhnya. Tubuh mereka saling berdempetan. Ira bisa mendengar suara detak jantung Raga yang begitu kencang.
''By...''
''Hem...''
''Kamu gugup ya??'' tanya Ira.
Ira terkekeh. ''Kita mulai ya?? Nih tangan aku udah nangkring nih di tali rajutnya.''
''Oke! periksa, ke arah mana tali itu melingkar dan kearah mana ia berbelok. Rasakan dengan kedua tangan mu, setelah itu coba tarik pelan-pelan.'' ucap Raga dengan mata terus memandang ke depan.
Ira mengangguk. Posisi mereka sungguh aduhai bagi yang melihat nya. Semua anggota OSIS tertarik dengan pasangan yang satu ini. Sudah ada beberapa kelompok yang mundur.
Karena mereka tidak bisa membuka tali rajutnya. Ada dua orang sengaja merekam semua kegiatan ketua OSIS mereka.
Dari depan dan belakang. Karena menurut mereka pasangan ini begitu kompak. Terbukti Ira hampir setengah melepas tali rajutan itu.
''By...''
''Apa??''
''Nyangkut! Aku tarik ya?? susah ini lepas nya..'' gerutu Ira masih dengan memeluk tubuh Raga.
Lagi, Raga terkekeh. ''Jangan atuh.. ayo.. periksa lagi kemana arah tali berputar, disana pasti ada jalan keluarnya! Coba!'' titah Raga
Ira menurut dan mencoba mencari dimana ujung nya yang tersangkut. Dan saat menemukan simpul yang tersangkut Ira begitu senang dalam pelukan Raga.
''Aseeeekk kita bakalan menang By.. uhuyyyyy..'' celutuk Ira tanpa sadar.
Dan itu membuat Raga tergelak. Semua itu terekam dengan jelas di ponsel dan itu ditayangkan secara live oleh anggota OSIS.
__ADS_1
Raga tau itu. Namun ia tak peduli. Toh, kalaupun mereka tau, kenapa memang nya?? Mereka kan memang pasangan??
''By...'' tegur Ira, tangan nya masih saja bergerak untuk melepas tali simpul itu.
''Hem..'' Raga hanya berdehem saja.
''Ck! kok Hem aja sih?! Jangan kaku atuh.. santai... aku aja nih yang meluk kamu santai??'' ucapnya lagi.
Raga terkekeh lagi. ''Ya.. emang nya aku harus ngomong apa sih??''
''Ya ngomong kayak biasa lah! Jangan ham Hem, ham Hem aja! Bosan aku denger nya!'' gerutu Ira lagi.
''Bosan??'' tanya Raga, masih dengan memandang lurus ke depan.
''Hem.'' sahut Ira.
Lagi, Raga terkekeh. ''Lihatlah tadi kamu yang ngomong jangan ham Hem saja?? Sekarang siapa yang ngomong kayak begitu, hem??''
''Saye!!'' sahut Ira.
Dan itu sungguh membuat semua orang tertawa terbahak. Termasuk Raga. Apalagi yang merekam mereka.
Acara perlombaan masih berlanjut, hanya bersisa tiga pasangan saja. Salah satunya Raga dan Ira.
''By... kok pada ketawa sih?? ada yang lucu kah?? Soalnya aku naggk bisa lihat nih, leher ku harus utuh di dada kamu aja!'' gerutu Ira.
Lagi Raga terkekeh. ''Sabar atuh.. kan memang seperti itu syaratnya?? Hanya kita loh yang bisa.. tuh yang lain pada mundur! ayo kita lawan mereka! Harus dapat juara satu!'' ucap Raga, sengaja untuk menambah semangat Ira.
''Oke! siapa takut! kalau menang, apa yang kakak kasi buat aku??'' tanya Ira.
''Apapun yang kamu mau..'' sahut Raga
''Apapun??''
''Ya, apapun untuk mu.''
''Aseeeekk... lepas!!! hah! kita menang! yeeee...'' teriak Ira begitu senang.
Tapi masih dalam pelukan Raga. Semua yang melihat kelakuan mereka berdua tertawa. Ira yang sadar pun melepaskan diri dari tubuh Raga dan berdiri agak menjauh.
''Ciee.. Ciee .. Ira...!!!''
Ira yang malu tersenyum kikuk. Raga mendekati dan mengajak Ira untuk ke depan. Dimana para guru dan seluruh teman-teman nya berkumpul.
''Selamat Untuk ketua OSIS kita! kalian berdua kami nobatkan sebagai pasangan yang Ter terasi! dan terkompak! Hadiahnya adalah.. kita akan camping bersama di air terjun si Piso-piso. Kita akan kemping dua hari lagi. Inilah hadiah dari kami semua untuk kalian yang mengikuti lomba!!!''
Semua siswa dan siswi bersorak Sorai. Termasuk Ira dan Raga. Mereka begitu bahagia akan camping bersama di air terjun si Piso-piso.
Mereka tidak tau saja, jika takdir akan membawa mereka kemana setelah ini. Ikuti saja arusnya karena itu menyelematkan kita.
💕
Tunggu saja di dekat air terjun si Piso-piso ya?? 😄😄
__ADS_1
TBC