Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Dia Istriku!


__ADS_3

''Diam kau Rania Sunarjo! Gadis yang kau sebut jalaaanggg itu adalah istriku!!!!" pekik Raga dengan begitu lantang.


Deg.


Deg.


Raga masih mengendalikan dirinya untuk menahan rasa amarah yang membuat nafasnya tersengal.


Raga masih berusaha membuat dirinya tenang. Nafas yang tadi nya memburu, kini perlahan berangsur normal.


Rania mematung mendengar ucapan Raga. Ia tak percaya jika Adik kelas nya itu adalah istri Raga sekarang.


''Is-istri??'' beo Nesaa


''Ya, Ira adalah istriku sekarang!'' sahut Raga masih menatap Rania dengan tajam.


''Nggak! aku nggak percaya!! Kamu pasti bohong! Bagaimana mungkin seumuran kita ini sudah menikah? Mau dikeluarkan dari sekolah kamu?! Heh! Ada-ada saja!'' bantah Rania, setelah mengatakan itu ia terkekeh kecil.


Lucu menurutnya. Mana mungkin Raga sudah menikah dengan adik kelas nya itu. Sementara mereka saja masih kelas tiga SMP.


Ada-ada saja Raga ini. Pikir Rania.


''Aku tak butuh kepercayaan dari mu untuk mengakui pernikahan ku dengan Ira. Cukup aku dan keluargaku yang tau tentang fakta ini!'' tukas Raga begitu dingin.


Sedangkan Rania tertawa terbahak. ''Hahaha.. kamu sudah menikah Raga?? Baik! Aku akan segera mengatakan ini kepada ayah ku, agar kalian berdua segera di keluarkan dari sekolah ini!'' balas Rania tak kalah dingin dari Raga.


Raga mengepalkan kedua tangannya. ''Lakukan! Lakukanlah seperti yang ingin kau lakukan! Tapi ingatlah hal ini. Berani kau mengadukan nya, maka kau juga akan di keluarkan dari sekolah ini!''


Deg!


''Aku?? hahaha.. yang ada kamu Raga yang bakalan di keluar kan dari sekolah ini!'' balas Rania lagi.


Raga terkekeh, tapi sangat mengerikan Dimata yang melihatnya. ''Lakukan! Maka apa yang telah kau lakukan ketika di air terjun si Piso-piso, maka itu akan ku beberkan pada kepala yayasan. Bahwa yang menyebabkan kami berdua tersesat di hutan karena kau! Rania Sunarjo!''


Deg!


Deg!


''Apa?!'' pekik seseorang diluar sana.


Tubuhnya mematung mendengar ucapan Raga baru saja. Niat hati ingin memanggil Raga untuk segera pulang, karena Ira kambuh lagi malah mendengar kabar yang tidak menyenangkan.


''Lana!'' seru Raga.


''Bang! Kakak Bang! Kakak kambuh lagi! Ayo pulang! Abi udah nungguin kakak diluar!'' seru Lana dengan nafas tersengal.


''Baik! Kamu ingat Rania! Sekali kamu berani melaporkan kasus ini kepada kepala yayasan, maka kepala Ayah mu yang akan menjadi gantinya! Urusan kita belum selesai! Wahyu!''

__ADS_1


''Saya Ketos!''


''Urus mereka berdua! Dan ya! Sekali lagi terimakasih atas kelakuan kalian berdua tiga hari yang lalu, hingga aku bisa menikah dengan pujaan hatiku. Sebenarnya sih, harus menunggu tamat SMA. Tapi karena kalian mempercepat nya, maka aku sudah menikah dengan nya! Terimakasih Rania Sunarjo! Aku tidak pernah melupakan hal ini! Karena mulai kau aku bisa cepat menikahi pujaan hatiku! Ira Sarasvati!''


Deg!


Lagi dan lagi Rania dan Nessa terhenyak dengan perkataan Raga. Rania menatap nanar pada Raga yang berlarian di ikuti oleh Lana.


Sebelum pergi Lana menatap mereka dengan tajam. ''Jika sampai Kakak ku tidak sembuh penyakit nya, maka kalian berdua akan menanggung akibatnya! Persiapkan diri kalian!'' tukasnya, kemudian ia berlari dengan kencang mengikuti Raga yang sudah duluan keluar dari sekolah.


Lana pun pamit ikut pulang. Karena khawatir dengan Kakak nya, Ira.


Dirumah mereka.


Ira sedang ditangani oleh dokter khusus jiwa saat ini. Ia berulang kali memenangkan Ira tapi tetap tidak bisa.


Ira tetap menjerit histeris. Sampai di depan pintu rumah mereka, Raga langsung saja membuka sepatu dan membuangnya asal hingga mengenai kepala Lana.


Puk.


''Astaghfirullah! Abang! Kenapa kepala ku sih yang di timpuk?!'' gerutu Lana, Abi Hendra yang mendengarnya tertawa.


''Hahaha... maklum aja Nak.. Abang mu lagi terburu-buru dia. Lihatlah! Hingga tas nya pun dilempar asal hingga nyangkut ke kepala Abi!'' Abi Hendra terkekeh mengingat kelakuan putra nya itu.


''Ishh.. Abang kebiasaan Bi! Selalu begitu tiap kali Kakak mengamuk! Hadeuhhh.. aku jadi sasaran empuk mereka berdua euuuyyy!!''


''Hahaha...'' Abi Hendra tertawa ngakak diluar.


''Tidaaaaaakkkkk... aaaaa.... pergiiiiii...''


''Ssssttt.. ini Kakak sayang... Ra... sadar sayang..'' bisik Raga di telinga Ira.


Bukannya semakin tenang malah semakin mengamuk. ''Pergi kamu Ragataaaaa... pergiii... aku tak mau ada kamu disiniiiii... aaaa... pergiiiiii haaaaa...''


Deg!


Serasa di hantam kayu besar di tubuhnya. Raga mematung dengan perkataan Ira. ''Kenapa??'' kini mata Raga sudah memerah ingin menangis.


''Karena aku membenci muuuu!! Lepas! Lepaskan!! Aaahh...''


Lagi Raga terhenyak dengan ucapan Ira. Raga menatap nanar pada dokter, dokter menghela nafasnya.


''Saya suntik obat penenang saja ya?''


''Ya,'' sahut Raga pasrah.


Setelah dokter itu menyuntikkan obat penenang, Ira tertidur dengan mata sembab. Raga yang melihat nya semakin teriris hatinya.

__ADS_1


''Bisa kita bicara sebentar??''


Raga mengangguk. Ia mengikuti dokter hingga sampai keruang bawah. Dimana Mak Alisa dan Ummi Hani sedang berkumpul disana.


Terlihat wajah mereka begitu murung. Apalagi Ummi Hani, ia merasa sangat terpukul akan hal itu.


''Hah! Putri mu sebenarnya tidak terlalu parah sakitnya Hani. Hanya saja ..'' Dokter itu menatap Raga dengan tatapan yang entah seperti apa.


''Kenapa??'' tanya ummi Hani.


''Putra mu!''


''Hah? Kenapa dengan putraku??'' tanya ummi Hani bingung.


''Kuncinya ada pada putramu!'' ucapnya lagi, semakin membuat Ummi Hani bingung.


''Jangan berbelit-belit napa?! Ishh..'' gerutu ummi Hani.


Dokter itu terkekeh melihat ummi Hani menggerutu. ''Ada sesuatu yang dicoba oleh putri mu untuk dihilangkan atau dilupakan oleh nya. Karena setiap kali aku menyebut nama putra mu, putri mu berubah menjadi murung. Berulang kali kutanyakan, tetap sama. Ia sengaja menutupi nya. Seperti ada sesuatu yang sengaja ingin ia hapus dari ingatannya tapi sulit.'' jelasnya, membuat Raga menegang.


''Apalagi yang dikatakan nya?'' kini giliran Raga yang bertanya, ummi Hani sampai bingung melihat tingkah putra tunggal nya itu.


''Dia mengatakan jika kamu harus pergi dari kehidupan nya!''


Deg!


''Pergi?? Maksudnya??'' kini giliran Mak Alisa yang bertanya.


''Putrimu ingin menghapus semua memori tentang putra mu Hani! Dia sangat ingin menghapus semua nya tentang putra mu, tetapi tak bisa karena...''


''Karena apa??'' selidik Raga. Ia semakin gelisah dengan jawaban dokter itu.


''Tanpa saya katakan pun kamu tau karena apa Ragata Hariawan!''


Deg!


''Maksudnya apa sih?!'' tanya ummi Hani lagi.


Raga tak tahan dengan ucapan dokter itu menangis. Ia menangis tersedu mengingat Ira.


Mak Alisa dan ummi Hani semakin bingung. Sedangkan dokter itu tersenyum melihat Raga menangis.


''Berjuanglah sekuat tenaga mu untuk meluluhkan hati nya, Nak.. ia hanya sedang mencoba untuk melupakan mu, tapi tak bisa. Maka dari itu ia lebih milih dengan mengamuk seperti itu, demi menghilangkan rasa sesak di hatinya. Dia sangat menginginkan dirimu, tetapi... ada sesuatu yang membuat nya seperti itu. Hingga ia memilih mengalah dengan hatinya.''


💕


Masalah hati rupanya.. 🤣🤣

__ADS_1


Jika menyangkut hati payah urusan nya! 😄😄


TBC


__ADS_2