
''Ingat Ragata! Aku selalu mengawasi mu! Baik di dalam apartemen ini maupun diluar apartemen ini! Jika kau berani macam-macam, jangan salahkan aku jika istri kesayangan mu itu akan almarhum!'' tekan Sandi.
Setelah mengatakan itu, dengan segera ia berlalu pergi meninggalkan Ragata yang semakin panas karena perkataan Sandi baru saja.
Wajah Ragata merah padam. Riki dan kedua sahabat Ragata menatap takut pada Ragata. ''Maaf Ga.. aku terpaksa... mereka menekan ku dengan kedua orang tuaku. Mereka menunjukkan sebuah video, jika Papa dan Mama sedang di ikuti oleh anggota Papa Sandi, Ga .. maaf... aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari bukti tentang kelakuan Sonia selama ini disini. Salah satunya aku, bukti nyata itu. Aku bersedia menjadi saksi kapan pun kamu butuhkan Ga! Aku mohon.. maafkan aku...'' lirih Riki dengan terduduk di hadapan Ragata.
Kedua sahabat Ragata yang lain hanya bisa menghela nafas panjang. ''Kami akan membantumu Ga! Aku akan Carikan kamu seorang detektif yang akan memata-matai Sonia selama kamu bekerja di rumah sakit. Aku akan menghubungi Papa nanti. Tenang kan dirimu. Istirahat lah. Siapkan dirimu dengan sandiwara manismu! Ingat, Ga! Di dalam kamar pun sudah ada kamera pengintai nya!'' lirih Ardan di telinga Ragata.
Ragata menghela nafasnya. ''Ya, aku tau itu. Pulanglah kalian. Aku harus membereskan ini semua! Entah sejak kapan wanita itu menghancurkan seluruh isi kamarku menjadi kapal pecah begini! Jika ummi tau, aku punya calon istri seperti nya pastilah aku akan di omeli habis habisan! Bahkan bisa di cekik oleh ummiku!''' gerutu Ragata.
Dengan cekatan tangan itu terus bergerak untuk memindahkan buku-buku yang berhamburan di lantai akibat ulah Sonia.
Ketiga sahabat Ragata terkekeh. ''Aku yakin Ga. Jika bertemu dengan ummi Hani, pastilah wanita itu tidak berkutik! Kita kenal siapa ummi Hani!'' Ardan terkekeh setelah mengatakan hal itu.
Begitu juga dengan Riki dan Arman. Mereka bertiga membantu Raga memberikan semua buku-buku yang berserakan dan bertaburan tak tentu.
Sambil bercakap-cakap, Ragata mengingat jika ponselnya dari Indonesia ia letakkan di suatu tempat.
Dengan segera ia menuju tempat tersembunyi itu dan menumpuk nya dengan semua pakaian kotor miliknya.
__ADS_1
Ya, Ragata meletakkan ponsel yang ia bawa dari Indonesia di dalam keranjang kotor miliknya.
Sekilas ia melihat Jika ponselnya itu menghitam. Ragata menggerutu kesal. Ketiga sahabatnya itu hanya bisa terkekeh geli saja.
Sementara dua orang di dalam kamar apartemen mewah miliknya, sedang tertawa melihat isi rekaman video dan foto antara dirinya dan Ragata yang seperti sedang berhubungan intim.
''Hahaha... tunggu pembalasan ku Ragata! Dulu, kau mencekik ku bukan ?! Dan sekarang, aku yang akan mencekik mu dengan tekanan-tekanan yang akan aku berikan padamu. Hingga kau akan lupa dengan istrimu kesayangan mu itu! Jangan bermain-main denganku Ragata! Kau salah lawan! Cih! Baru di tekan seperti itu saja kau sudah meleyot! Dasar mental tempe!!''
''Hahaha.. kamu benar adikku! Ngomong-ngomong tadi malam, kamu berapa ronde bermain dengan nya?'' tanya Sandi sambil duduk di sebelah adiknya itu .
''Hah! Ronde apanya kak?! Yang ada si mental tempe itu tepar! Karena dia meminum obat tidur! Dssar! kesal akunya?! Seharusnya aku tuh ya, cepat masuk dan bisa merasakan senjata Laras panjang milik nya?! Ishh...''
Sonia tersenyum begitu manis. ''Siapa takut? Bukankah selama ini kakak selalu merasakan nya? hem? Sampai-sampai aku ketagihan karena milikmu yang seperti pisang boma itu! emmm... uhh.. nikmat nya! ya disitu! Terus! Ah...'' ucap Sonia dengan suara manja nya.
''Sabar sayang .. huumm.. kamu selalu nikmat.. ah...'' balas Sandi saat Sonia melahap senjata Laras panjang miliknya.
Dua orang yang tidak terikat pernikahan itu semakin gesit melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh sepasang suami istri.
Tapi mereka bisa melakukan nya dimana pun dan kapanpun. Bahkan mereka sering menukar pasangan mereka demi memuaskan naf su liar mereka.
__ADS_1
Jika dua anak manusia itu sedang bersenang-senang dengan dosa, Ragata sedang sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk mencari bukti baru lagi.
Mereka melewati kamar Sonia. Sekilas terdengar suara erangan dan desahaaan sahut menyahut dari dalam apartemen milik Sonia.
''Cih! Dasar ja laang!!!'' umpat Riki.
Kedua sahabatnya itu terkekeh mendengar umpatan demi umpatan yang dilayangkan Riki untuk Sonia.
Ragata menatap datar sekilas pintu apartemen yang tertutup rapat itu. Dengan segera ia berlalu meninggalkan Sonia dengan kelakuan nya.
💕💕💕💕💕
Hiiii .. serem othor!
Ada yang tau? Ada apa dengan Sandi dan Sonia?
Jika tebakan kalian benar, maka besoknya akan othor update lagi! hihihi..
Jempolnya di goyang! Kembangnya di siram uhuyyyyy... 😁😁😁
__ADS_1