
''Mau kamu, apa yang diucapkan Risa terjadi sama kita?!''
''Eh?? Kakak kok ngomong gitu sih?? Bukan maksudku begitu kak... ishh.. kok malah aku sih yang disalahin?? Udah ah! mending aku kemah aja!'' serunya begitu ketus kepada Raga.
Raga yang mendengar nya terkekeh. ''Aku tak pernah menyangka, jika hubungan ku dengan nya bisa sampai sejauh ini. Dan tak disangka, jika ia juga gadis yang di jodohkan ummi dengan ku! Kamu lihat Risa? Bagaimana tingkah nya?? Sangat menggemaskan!'' ucap Raga pada Risa yang sedang melongo mendengar ucapan Raga baru saja.
''Ja-jadi... kakak Sama Ira dijodohkan?? Kok bisa?!'' tanya Risa begitu terkejut dengan perkataan Raga.
''Bisalah Risa... ternyata, Mama nya Ira dan ummi ku bersahabat. Mereka bersahabat saat masih sekolah madrasah Aliyah. Belum lagi Abi.. Abi adalah seseorang yang pernah menyukai mama Ira. Oleh karena nya, untuk menebus semua kisah masa lalu, kami berdua dijodohkan oleh orang tua. Awal nya sih, aku nggak mau dijodohin dan ingin ku tolak. Tapi setelah aku tau, jika Ira adalah gadis yang dijodohkan, serta gadis yang selama ini aku suka semenjak pertama kali melihatnya, aku menerima perjodohan itu. Dan beruntung aku.. memiliki ibu mertua sama seperti Mama nya Ira. Mak Alisa. Sahabat ummi dan Abi.'' jelas Raga membuat Risa mematung.
''Ternyata... oh ternyata... ih.. so sweet banget sih kak?? Aku dukung deh, kalau sama Ira. Aku setuju banget! Jika Ira yang menjadi jodoh kakak. Ayo, sebaiknya kita kesana, untuk segera memasang tenda untuk berkemah.'' ucapnya, setelah itu ia berlalu meninggalkan Raga yang terdiam sembari menatap kosong pada hamparan gunung dan juga pemandangan air terjun yang begitu indah.
Seseorang mendekati Raga. Tapi belum sempat ia menyentuh bahunya, Raga sudah berlalu pergi meninggalkan gadis itu seorang diri.
Ia mengepalkan tangannya begitu erat. Wajahnya berubah begitu menakutkan. Risa yang melihat gadis itu bergidik ngeri.
Raga dan Wahyu, mereka berdua memasang sebuah tenda begitu besar muat untuk sepuluh orang.
Begitu juga dengan Ira dan Risa. Mereka berdua bekerja sama dibantu oleh teman yang lain untuk membuat tenda kemah.
Setelah selesai, mereka semua berkumpul disana. Cuaca yang begitu dingin tak menyurutkan semangat mereka untuk berkemah.
Pak Madan memerintahkan Raga untuk membentuk sebuah perkumpulan dengan beberapa orang dan beberapa bagian.
Ada bagian membersihkan kemah. Ada bagian memasak. Ada bagian mencari kayu bakar ditepi air terjun yang sudah disediakan oleh Pemda setempat.
Karena mereka tidak ingin para murid masuk dalam kawasan air terjun tanpa ada yang mengawasi.
Ira mendapat bagian memasak karena Raga yang memintanya. Karena ia tau, jika Ira sangat pandai memasak.
Sedangkan Raga, mendapatkan bagian mencari bahan kayu bakar di tepi hutan dekat dengan air terjun.
Setelah semuanya mendapatkan bagian, semua berada pada posisi masing-masing. Raga dan sekumpulan orang mencari kayu bakar.
Sedangkan Ira dan Risa mereka bertugas untuk menyiapkan makan malam mereka karena sebentar lagi hari sudah mulai malam.
__ADS_1
Ira dan Risa sibuk dengan sayur-sayuran yang diberi oleh pemilik tempat dimana mereka berkemah.
Mereka di sambut dengan hangat disana. Karena mereka tau, jika seorang guru mereka pernah berlibur di tempat mereka.
Selesai dengan sayuran, kini Ira sedang membuat tungku untuk memasak dengan bahan seadanya.
Ira yang sudah terbiasa tidak risih sama sekali saat tangannya menyentuh tanah. Berbeda dengan Dua gadis yang sedang duduk sambil melihat Ira dan Risa.
Ira begitu gesit membuat sebuah tungku. Begitu juga dengan Risa. Sekumpulan murid sudah pulang untuk membawa kayu bakar.
Kayu bakar sudah tersedia. Saatnya Ira untuk memasak. Karena memasak adalah hobi nya. Ira semakin sibuk saat berhadapan dengan spatula dan wajan.
Dari jauh seseorang melihat Ira begitu kagum. Siapa lagi jika bukan Raga. Sengaja ia berikan kayu bakar itu pada yang lain agar kedatangan nya tidak mengejutkan siswi yang lain termasuk dua gadis yang sedang duduk menatap Ira dengan datar.
Selesai dengan kayu bakar, kini Raga masuk lagi ke tepi hutan air terjun untuk mengumpulkan kayu yang lebih besar lagi untuk membuat unggun.
Karena cuaca sudah sore dan dingin, Raga bergegas membawa kayu bakar itu ke tempat kemah mereka.
Saking buru-buru nya Raga, ia sampai terpeleset dan jatuh saat membawa kayu bakar.
Dua orang gadis yang sedang duduk itu mendengar berita tentang Raga, menjadi cemas.
Saat melihat Ira yang panik, membuat dua gadis itu memiliki ide buruk. Mereka berdua tersenyum licik.
Saling tatap dan mengangguk bersama. Rania dan Nessa mendatangi Ira dengan raut sesedih mungkin.
Mereka mulai merencanakan sesuatu untuk Ira. Melihat Ira yang begitu gelisah, Rania dan Nessa mendekati Ira dengan wajah sedih.
Ira yang melihatnya semakin panik. '' Dimana kak Raga, kak?? Sama siapa?? Terus, kakak dapat informasi nya dari mana??'' tanya nya begitu panik.
Kedua gadis itu tersenyum jahat. ''Raga masih ada di dalam hutan, dekat dengan air terjun. Kami tidak bisa kesana, sedangkan Raga sendirian disana. Wahyu baru saja kembali dari sana. Kayaknya akan sulit deh untuk menemukan Raga? Mana hari udah mulai sore lagi??''
''Astaghfirullah! kak Raga! Oke! aku yang bakalan kesana. Kakak disini aja ya, tungguin teman-teman yang lain, kalau ada kabar tolong segera kabari aku nanti!'' sahut Ira dengan berlari ke dalam hutan dengan membawa ranselnya.
Bukan apa, Ira membawa ransel. Karena didalam ransel itu berisikan semua kebutuhannya saat kemah, termasuk kotak P3K.
__ADS_1
Selesai dengan ransel nya, Ira berlari dengan kencang hingga Risa yang memanggilnya tidak ia gubris.
Ira semakin berlari menjauh ke dalam hutan. Sedangkan Raga, sudah agak mendingan karena kaki nya sudah di urut oleh Pak Madan.
Kini Raga beserta murid yang lain sudah kembali ke tempat mereka kemah. Begitu juga dengan Pak Madan.
Risa yang melihat Raga sudah kembali, mendekati nya.
''Kak Raga! Ira masuk ke hutan dengan membawa ransel nya! Aku takut terjadi sesuatu dengan nya, kak!'' ucap Risa membuat Raga terkejut dan segera berlari ke dalam hutan.
Dua orang gadis yang melihat Raga berlari kencang ke dalam hutan. Kaget. Mereka tak menyangka jika Raga akan menyusul Ira ke dalam hutan dengan kondisi kaki yang belum sembuh.
Wajah mereka berdua menjadi pias.
Raga terus menyusuri jalan dimana jalan yang ditunjuk oleh Risa saat melihat Ira berlari ke dalam hutan tadi.
Mata Raga awas kesana kemari mencari sang pujaan hati karena tau jika dirinya sedang terluka.
''Kamu di mana sayang?? Kenapa nggak tunggu aku dulu baru kamu masuk kedalam hutan?? Ira....'' pekik Raga di tengah cuaca yang begitu dingin dan mencekam.
Sedangkan Ira, gadis itu berdiri mematung disana saat menyadari jika ia sudah terlalu jauh masuk kedalam hutan.
''Astaghfirullah!! ini dimana?? Kak Raga.....'' panggilnya dengan suara yang begitu melengking.
Bukannya mendapat sahutan, tapi gadis itu mendapat sebuah suara Auman yang begitu menyeramkan.
''A-apa itu?!''
Rrrrroooaaarrr....
Deg.
💕
Eh? kemana itu kak Ira??
__ADS_1
TBC