
Selesai dengan pemeriksaan itu, Ira kembali ke pesantren untuk mengajar disana. Ia tidak di perbolehkan membaqa motor matic nya lagi karena sedang mengandung.
Mulai hari ini, Raga akan mengantar jemput Ira selama kehamilan nya ini. Nanti sore, mereka akan memanggil seluruh keluarga besarnya untuk berkumpul dirumah Raga.
Untuk menyampaikan kabar gembira itu kepada seluruh keluarga besarnya. Dan beruntung nya Raga, saat ini Opa dan Oma nya sedang pulang ke Medan begitu juga dengan Paman dan Bibi nya. Ibuk dan Om nya Raga juga sedang ada di Medan.
Ira turun dari mobil setelah bersalaman dengan Raga. Setelah Ira masuk, Raga kembali kerumah sakit untuk melanjutkan tugasnya.
Di perjalanan Raga menghubungi ummi Hani dan Abi Hendra bersamaan.
Tut.
Tut.
''Assalamu'alaikum, Nak..''
''Waalaikum salam... ummi.''
''Ada apa nak? Ira di mana? Kamu lagi jalan ya?'' Raga tersenyum melihat ummi Hani dan Abi Hendra.
''Iya ummi. Abang lagi dijalan. Begini, nanti sore undang semua keluarga besar kita untuk datang kerumah Abang. Ada hal penting yang harus Abang sampaikan kepada kalian semua.''
Ummi Hani menatap Raga dengan bingung. ''Hal apa? Kenapa harus berkumpul dirumah mu segala? Kan bisa sekarang?''
Raga tertawa. ''Kejutan Ummi.. kalau Abang bilang sekarang, jelaslah bukan kejutan namanya?''
''Ck! Iya, iya. Akan segera ummi kabarkan. Ummi harus kembali bekerja ya? Assalamualaikum ..''
__ADS_1
''Waalaikum salam, ummi...'' Raga terkekeh setelah melihat wajah juteknya ummi.
Kemudian ia kembali mendial Papi Gilang. Tersambung, namun tidak diangkat. Tidak bisa Papi Gilang, ia kembali mendial Mak Alisa.
Tut..
Tut...
''Hallo Nak.. assalamualaikum..'' sapa Mak Alisa saat melihat wajah teduh nya dari sambungan video call.
''Waalaikum salam.. Mak? Lagi di mana nih? Kok asing ya tempatnya?''
''Ih, Papi! Geser dulu ih! Ini lagi ngomong sama mantu Mami! Awas ih!'' terdengar suara Mak Alisa sedang menggerutu sebal pada Papi Gilang.
Raga tertawa. ''Dengerin Abang, Mak! Papi! Hentikan dulu senang-senang kalian berdua! Ada hal yang lebih penting dari itu. Jika kalian berdua tidak dirumah, segera pulang. Abang ingin seluruh kelurahan kita berkumpul dirumah Kami. Abang tunggu nanti malam! Mak dengarkan?''
''I-iya nak. Mak denger kok. Ih.. awas ih!'' sahut Mak Alisa.
Tut.
Deg.
Mak Alisa terkejut dengan ucapan Raga. ''Cucu? Siapa yang punya cucu? Kita kah? Apa... Kakak sedang hamil???'' tebak mak Alisa dengan wajah terkejutnya.
Papi Gilang berhenti dari meraih Mak Alisa. ''Apa katamu? Kakak hamil? Kapan? Sudah berapa lama? Ayo, kita harus pulang! Papi tidak jadi makan Mami lagi! Cucuku! Oh cucuku! Akhirnya.. Aku punya cucu euuyy..'' celutuk Papi Gilang begitu senang.
Mak Alisa melongo Melihat nya. ''Pi??''
__ADS_1
''Nggak jadi sayang! Kita pulang! Kita harus siap-siap! Papi yakin, kalau ucapan Raga tidak bukam main-main! Kakak pasti sedang mengandung saat ini. Ayo, sayang! Bersiap agar kita bisa menyusul anak-anak untuk segera kerumah kakak. Huhu.. Papi punya cucu euuyy..'' celutuk nya lagi.
Membuat Mak Alisa tertawa-tawa. Setelah itu mereka berdua segera check-in dari hotel.
Sore hari nya.
''Udah semua Pi?''
''Udah! Rantang dua, box kue ada sepuluh, belum lagi rujaknya. emm.. apalagi tadi? Ah, bingung atuh! Udah semua pokoknya! Abang! Bawa mobilnya. Papi mau santai jadi penumpang!'' katanya pada Lana.
Lana terkekeh begitu juga ke empat adiknya yang lain. Lana mulai melajukan mobilnya menuju rumah Ira.
Tiga puluh menit kemudian, mereka tiba dirumah Raga dan Ira. Disana sudah ada ummi Hani dan seluruh keluarga besarnya sedang duduk santai di taman bunga milik Ira sambil tertawa-tawa.
Melihat itu, Mak Alisa juga ikut tertawa. Melihat kedatangan mobil Papi Gilang, mang Radin membuka pintu itu dan masuklah mobil yang dikemudikan oleh Lana.
Setelah itu, mak Alisa segera turun untuk menemui sahabatnya serta besannya itu. ''Assalamu'alaikum...''
''Waalaikum salam sayangku..'' sahut ummi Hani.
Dengan segera mereka berpelukan dan cium pipi kanan dan cium pipi kiri. ''Lama banget ya kita nggak ketemu?''
Mak Alisa tertawa. ''Ya iyalah ibu direktur ini akan selalu sibuk?'' goda Mak Alisa.
Ummi Hani terkekeh. ''Ini kenapa pada ngumpul di luar? Ira nya nggak ada kah?''
Ummi Hani terkekeh, ''Iyu dia yang sedang kita tunggu! Yang mengundang kita malah nggak ada dirumah. Lagi jemput Ira ke pesantren, eh itu mereka pulang!'' tunjuk ummi Hani pada mobil Raga yang baru saja tiba di depan gerbang rumah mereka.
__ADS_1
💕💕💕💕
Tiga!