
''Berjuanglah sekuat tenaga mu untuk meluluhkan hati nya, Nak.. ia hanya sedang mencoba untuk melupakan mu, tapi tak bisa. Maka dari itu ia lebih milih dengan mengamuk seperti itu, demi menghilangkan rasa sesak di hatinya. Dia sangat menginginkan dirimu, tetapi... ada sesuatu yang membuat nya seperti itu. Hingga ia memilih mengalah dengan hatinya.''
Raga semakin menangis mendengar penjelasan dokter Andini. ( Bukan Anandi Ya.. 😄😄✌️)
Ummi Hani dan Mak Alisa yang mendengar nya semakin bingung. ''Ini kenapa sih?! Bisa di jelaskan tidak?!'' tanya ummi Hani dengan kesal.
Mak Alisa mengusap bahu ummi Hani agar tenang. ''Tenang lah Hani.. dengarkan dulu apa yang akan di sampaikan oleh putra kita ya??'' bujuk Mak Alisa.
Ummi Hani menghela nafas kesal. ''Jelaskan Ragata! Ada apa ini sebenarnya!'' titah ummi Hani
Raga menyusut ingus yang hampir menetes. ''Ini semua salah ku, kenapa aku tidak peka dengan keadaan sekitar. Seumur hidup baru pertama kali menyukai seorang gadis sederhana dari kalangan biasa. Pertama kali melihatnya, aku langsung menyukai nya. Tapi yang aku tidak tau, jika ada beberapa orang gadis yang juga menyukai ku. Ummi.. apakah salah ya memliki wajah good looking??''
Ummi Hani dan Mak Alisa saling pandang. ''Parasmu sesuai dengan perilaku mu, Nak. Kamu ingat nggak ketika ceramah ustad beberapa bulan yang lalu sebelum kita bertemu dengan Mak Alisa? Ceramah itu berisi tentang paras dan akhlak! Kamu masih ingat apa yang ustad itu katakan??'' tanya ummi Hani.
Raga terdiam, ia merenung memikirkan hal itu. Kemudian mengangguk. ''Ya, katanya jika memiliki wajah tampan dan cantik itu adalah bonus dari Allah untuk kita. Agar kita hambanya selalu mengingat akan kebesaran Nya. Bukan berarti jika memiliki wajah tampan dan cantik kita sombong. Apa gunanya memiliki wajah cantik dan tampan jika kelakuan tidak baik?''
''Dan juga apa jeleknya memiliki paras jelek namun akhlak baik? Paras itu bonus dari Allah untuk kita dan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan kepada kita. Makanya setiap kita bercermin, kita harus berdoa 'Ya Allah, jadikanlah kelakuan ku sendiri elok rupaku.' Ini yang harus selalu kita doakan di depan cermin, bukan untuk menyombongkan kan diri karena merasa kitalah yang paling cantik.''
''Apa guna nya wajah cantik dan tampan jika kelakuan seperti iblis?? Kita sebagai manusia seharusnya sadar akan kebesaran Allah SWT. Bukan menyombongkan nya. Untuk apa menyombongkan kan sesuatu yang bukan milik kita, sedang bukan kita yang menciptakan nya. Sedang sang pencipta saja tidak sombong kepada hamba Nya? Bahkan sang pencipta begitu bermurah hati kepada kita manusia yang terbilang biasa-biasa saja. Yang membedakan kita dihadapan sang maha pencipta adalah amal ibadah kita! Begitu Ummi.'' Jelas Raga, membuat dokter Andini tertegun.
__ADS_1
Ummi Hani dan Mak Alisa tersenyum. ''Sekarang kamu pahamkan?? Apa maksud dari ustad itu?? Lantas mengapa kamu kecewa dengan paras tampan mu?? Seharusnya kamu bersyukur tentang itu, bukan mengeluh Nak.. nggak baik loh.. Itu sama saja dengan kamu kufur nikmat dengan pemberian Allah SWT!''
''Astaghfirullah! Aku nggak gitu Ummi.. Hanya saja.. Karena wajah tampan ku ini .. Ira yang menanggung akibatnya..'' lirih Raga
''Maksudnya apa?? Ummi masih belum paham deh!''
''Gara-gara aku, Ira yang harus menanggung semua ini. Teman sekelas ku menyukai ku Ummi! Tapi karena aku menyukai Ira, mereka tidak suka. Mereka kesal karena aku lebih mementingkan Ira dibanding mereka. Ummi kan tau, jika selama ini aku tidak pernah berbicara dengan gadis mana pun selain Kiara??''
Ummi Hani terkejut mendengar ucapan Raga. ''Maksud kamu, gadis yang menyukai mu itu yang membuat Ira jadi seperti ini? Tapi bagaimana mungkin?! Sedang kalian saja waktu itu camping?? Lalu gimana caranya mereka membalas Ira??''
''Itu dia Ummi, pada saat kami camping ada kejadian sedikit disana. Waktu itu aku masuk ke hutan untuk mencari kayu bakar, namun karena tidak hati-hati kaki ku terpeleset dan terkilir. Wahyu panik, ia berlari ke tenda dan memberitahu kan kepada Pak Madan tentang itu. Pak Madan dengan guri yang lain datang menyusul ku, tapi tak disangka aku terkejut mendengar kabar dari sahabat Ira, jika Ira masuk ke hutan karena menyusul ku karena kaki ku terkilir..''
''Lalu, Ira masuk kedalam hutan sendirian. Aku yang baru tiba di tempat kemah di kejutkan dengan berita itu, hingga akhirnya aku masuk ke hutan dan mencari Ira..'' lirih Raga dengan menutup wajahnya dengan tangan.
''Terus siapa yang berani menyebar kan isu itu, hingga Ira berani masuk ke hutan tanpa mengabari siapa pun??'' tanya dokter Andini.
Kini malah dokter itu yang bertanya. ''Semua itu karena dua orang gadis yang menyukai ku di kelas. Mereka tidak menyukai Ira begitu dekat dengan ku! Mereka membuat rencana licik untuk menjebak Ira di hutan dan berhasil! Ira benar-benar tersesat di hutan. Terlambat sedikit saja.. pasti Ira sudah tidak ada di dunia ini. Ini semua karena salahku! Hiks..'' Jelas Raga, membuat Mak Alisa menghela nafasnya.
Begitu juga dengan Ummi Hani. ''Itu semua bukan salah mu, Nak.. itu semua sudah menjadi garis takdir kalian berdua! Lihatlah sekarang, gara-gara kejadian itu kalian berdua jadi menikah bukan? Ya.. walaupun harus di tutupi dulu sih.'' seloroh Ummi Hani.
__ADS_1
Membuat Raga menatap Ummi nya dengan raut wajah sendu. ''Karena itulah Ira mengusir ku Ummi! Dia mengatakan, jika dia tidak pantas bersama ku! Dia dari kasta rendahan! Sedangkan aku bangsawan! Lelah aku membujuknya Ummi! Berulang kali ku katakan jika aku memilihnya karena aku menyukai nya bukan dari paras ataupun kasta nya! Aku menyukai nya karena Allah yang menyelipkan rasa suka itu dihatiku untuk nya! Dimana salahnya Ummi?? Aku mau Ira, bukan yang lain...'' lirih Raga dengan beruraian air mata.
''Hiks.. aku menyukai nya Ummi! Sangat menyukainya dari pertama kali melihatnya! Aku menyukainya karena Allah Ummi! Sekarang malah dia menolak ku! Apa yang harus aku perbuat?? Salahkan aku, jika aku menyukai gadis biasa dan dari kalangan biasa juga?? Hiks.. bukannya aku juga dari orang biasa ya?? Aku juga manusia biasa.. nggak punya apapun! Yang aku punya cuma tubuh ini dan juga hati yang sangat menginginkan nya! Apakah salah Ummi?? Dimana salahku?? Dimana salahku Ummi!! Haaaa... aaa.. huhuhu..'' Raga tersedu hingga seseorang diatas undakan sana pun ikut tersedu.
''Aku juga menyayangi mu, Kak.. sangat menyayangi mu! Bahkan jika suatu saat, kamu harus ditukar dengan nyawaku, aku rela.. aku ikhlas. Karena memang inilah aku.. aku mencintai mu karena Allah Ragata. Aku memang masih kecil, tapi aku belajar mencintai dari Mak. Mak selalu mendahulukan orang yang dicintainya! Aku mengikuti itu Kak.. Maaf jika aku membuat mu terluka.. aku juga sama terlukanya dengan dirimu.. hiks.. Papi... Kakak rindu Papi... pulang Pi.. hiks.. Kakak harus apa Pi?? Kakak harus apa?? Haaaa..aaa.. Pulang Papi.. pulang...''
Deg!
Mak Alisa mematung di undakan tangga begitu juga dengan ummi Hani. Mereka berdua berdiri terpaku disana karena mendengar ungkapan hati Ira baru saja.
💕
Maaf ya kemarin othor nggak update.
Jarang di tempat othor sering kali tenggelam timbul! pusing othor!
Jika ini sudah terkirim, Alhamdulillah!
Jika lama, berarti nyangkut lagi di pohon NT! 🤣🤣🤣
__ADS_1
TBC