Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Kesepian


__ADS_3

Hari ini Ira tau, jika Raga akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studinya di bidang kedokteran.


Entah apa tujuan Raga hingga ia ingin menjadi seorang Dokter? Padahal Abi Hendra dan Opa Putra adalah seorang pengusaha.


Kata Raga sih, setelah lulus dari kedokteran ia akan sambung dengan kuliah manajemen bisnisnya nanti di Amerika.


Mengingat itu Ira menghela nafasnya. Berat rasa hatinya melepaskan Raga pergi. Tapi ia tak mungkin bisa menahan, sementara Ragata kesana untuk menuntut ilmu.


''Semoga Allah selalu melindungi mu, dimana pun kamu berada Hubby.. sampai waktu itu tiba, aku akan nenunggu mu. Aku akan merubah diriku menjadi pantas bersanding di sisi mu. Biarlah sekarang aku merasa sendiri disini. Tapi aku punya Allah tempat aku mengadu keluh kesah ku..'' lirih Ira dalam hatinya.


Saat ini ia sedang duduk di sebuah pondok di belakang pesantren. Menikmati semilirnya angin yang berhembus mengibarkan hijab berwarna biru laut miliknya.


Ia duduk termenung seorang diri di belakang pesantren. Menatap hampa pada tanaman sawah yang sedang menguning.

__ADS_1


Sesekali ia menyusut buliran bening yang mengalir di pipinya. Mengingat tentang Raga yang jauh darinya.


Hari-hari nya akan terasa sepi setelah kepergian Raga untuk melanjutkan studi nya. Tak ada lagi canda tawa yang selalu Raga tunjukkan padanya.


Padahal selama ini, Raga selalu saja menemani nya kemanapun ia pergi. Bahkan sholat tahajud di setiap malam pun Raga yang mengimami.


Ya.. walaupun banyak santri lain yang mengikuti. Semua itu karena Ragata dan Ira. Mereka pembuka jalan bagi yang lain.


Ira terkenal cerdas dan santun di pesantren itu. Isu yang dulu berhembus, jika ia punya hubungan dengan lelaki diluar pesantren itu lenyap seketika setelah Raga menunjukkan keaslian video yang ia rekam secara sembunyi-sembunyi.


Padahal video itu memang benar adanya. Video itu, milik Raga dan Ira ketika mereka keluar pesantren dengan alasan membeli sesuatu.


Tak taunya mereka pacaran. Hadeuhhh.. mengingat itu karena terkekeh. Walau air mata terus mengalir di pipinya. Mm

__ADS_1


Entah dari mana Raga mendapatkan video lain sebagi bukti jika bukan mereka lah yang tertuduh. Ira terkekeh geli mengingat itu.


Senyum manisnya terus saja terukir dikala menggaruk tentang Ragata. Pujaan hatinya. Sekaligus suaminya.


''Kamu pasti akan sangat tampan nantinya Kak. Aku tak sabar menunggu lima tahun lagi untuk bertemu dengan mu. Sampai saat itu tiba, aku akan merubah diriku dan penampilan ku. Agar kamu akan terkejut nantinya ketika pertama kali kitta bertemu. Aku yakin, kamu pasti tidak akan mengenaliku. Lihat saja nanti!'' ucap Ira masih dengan kekehan kecil di bibirnya.


Matanya terus memandang kesawah pada padi yang sudah menguning milik pesantren ini.


Mereka sengaja membeli lahan luas itu untuk kepentingan santri mereka. Karena banyak pelajaran yang di petik dari sana.


Semua itu atas idenya dari Abi Hendra dan ummi Hani beberapa tahun yang lalu. Dan semua yang dikatakan oleh sepasang suami istri itu benar adanya.


Saat ini pesantren yang di tinggali Ira, semakin maju sejak adanya sawah itu disana. Ira sanagt bersyukur dengan hal itu.

__ADS_1


Semoga kelak, ia juga akan seperti ummi Hani dan Abi Hendra. Membantu perkembangan pesantren untuk kemajuan umat yang hampir punah di akhir zaman ini tentang agama Islam.


💕💕💕💕💕💕


__ADS_2