
Raga masih mencoba menenangkan diri sebelum bertemu dengan Ira. Sang istri. Ia merogoh ponselnya dan memandangi layar wallpaper di ponsel itu.
Ia tersenyum saat mengingat Ira yang malu-malu ketika di goda olehnya. ''Tunggu kakak hunny. Kamu pasti senang kan, jika kakak jemput? Maaf untuk satu tahun ini, Kakak tidak menjemput mu.. hah! Lebih baik susul sekarang ah! Mana tau Ira masih nunggu? Kan lumayan dapat makan malam gratis lagi??'' Raga terkekeh geli saat mengenang hal indah mereka.
Malam penyatuan mereka hingga kesiangan saat subuh. Belum lagi pagi nya ia meminta hak nya lagi yang berujung mereka terlambat untuk melaksanakan sholat ashar.
Raga terkekeh geli. Dengan segera ia mengemudikan mobilnya menuju pesantren tempat Ira mengajar selama dua tahun ini.
Tiba di pesantren itu, Raga turun dan memasuki wilayah pesantren khusus santriwati, tempat Ira mengajar.
Melihat ada seorang pemuda tampan memasuki kawasan pesantren, semua santriwati berbisik-bisik dan menjerit histeris saat melihat Raga.
Raga terkekeh geli melihat kekakuan labil para bocah SMA itu. Dengan segera ia mencari ruangan guru.
Tapi belum lagi sampai di ruangan guru, Raga melihat Ira yang sedang mengajar bahasa Inggris.
Seutas senyum tertarik dari sudut bibir tipisnya. Ia terkekeh saat mendengar guyonan Ira pada seluruh santrinya.
Ira tidak sadar jika sang suami sudah menunggu mau sambil terkekeh-kekeh mendengar kelakar Ira.
Ternyata sang istri memiliki jiwa humoris dibalik sikap pendiam dan malu-malu nya itu.
''Oke. Cukup sampai disini dulu pelajaran bahasa Inggris nya! Besok kita sambung lagi. Waktunya ustadzah harus pulang! Kasian sama Paksu. Nanti kecarian pula!'' kelakar Ira.
Ragata tertawa. Semua santri terkejut melihat seorang pemuda tampan memakai kemeja biru langit dan celana bahan berwarna hitam.
Postur tubuh tinggi tegap, kulit putih, mata sipit menjadi daya tarik tersendiri bagi yang memandangnya.
''Aaaaaa... Opaaaa...''
__ADS_1
''Aaaaa... aaaaaa..''
Pekik para santri bersamaan. Ira terkejut melihatnya. ''Astaghfirullah! Ini kenapa? Ada apa?!'' setiap Ira dengan panik.
Mereka semua menunjuk keluar. ''Hiks.. Opaaaa...'' pekik mereka lagi.
Ira semakin bingung. Ia jadi gelagapan melihat semua muridnya histeris seperti itu. Raga semakin tertawa melihat nya.
Ira semakin panik. Hampir saja menangis, sebelum suara familiar menyapa gendang telinga nya.
''Assalamu'alaikum hunny...''
Deg!
''Aaaaaa... Opaaaa...'' pekik mereka lagi.
Ragata semakin tertawa. Ira terdiam di tempatnya. Ingin berbalik, tapi ragu. Tapi pekikan seluruh santri itu membawa matanya untuk menoleh pada seseorang di belakang nya.
''Astaghfirullah!! hubby!!!'' pekik Ira terkejut
Ira sampai mundur dua langkah kebelakang. Sementara Raga semakin tertawa. Ira masih menatap Raga dengan mulut menganga.
Raga tau itu. Ia mendekati Ira dan mengecup keningnya dihadapan semua santri Ira.
''Aaaaa.... ustadzah... bagi kami atuh... mauuuuuu...'' pekik mereka lagi.
Suara gaduh di kelas Ira hingga terdengar ke kelas sebelah. Di mana ustadzah Zafa juga sedang mengajar disana.
Dengan segera ustadzah Zafa berlari menuju keruangan Ira. Tiba disana, kaki nya berhenti di tempat.
__ADS_1
Ustadzah Zafa melihat Ira yang sedang terkejut karena kedatangan Raga. Ustadzah Zafa terkekeh.
Tadi, sebelum tiba di pesantren itu Raga sempat menghubungi dokter Salim untuk meminta alamat para istri mereka mengajar.
Dokter Salim mengabarkan hal itu pada Zafa untuk disampaikan kepada Ira. Namun ia lupa untuk mengatakannya.
Jadilah hiruk pikuk seperti orang di pajak ikan!
Ustadzah Zafa terkekeh-kekeh melihat masih saja terbengong melihat sang suami. Gemas, Raga menyentuh pipinya yang tertutup niqob.
''Hunny... udah selesai?'' tanya Raga dengan suara lembut nya.
Ira mengerjabkan matanya. ''Ini beneran? Bukan mimpi? Ini kamu By?'' tanya Ira masih dengan wajah terkejut nya.
Raga terkekeh dan mengangguk. ''Ini Kakak hunny... masa' kamu lupa sih sama suami sendiri? hem?''
''Aaaaaa... suami ustdzah Saras! Aaaaaa.. untuk aku aja ya ustadzah??'' celutuk salah satu murid Ira.
Ira terkejut. ''Eh, apa? Kamu ngomong apa?! Enak aja! Suami ustdzah di bagi-bagi! Nggak, nggak, nggak! Enak aja kamu! Ayo By, kita pulang. Payah ini para murid rese! Masa' iya suami ustdzah mau dibagi-bagi?! Ishh.. nggak asik aah! Ustadzah nggak mau di poligami ya!'' ketusnya dengan segera berlalu meninggalkan para santri Ira yang tertawa karena ulahnya.
Begitu juga dengan Ragata. ''Hahaha.. kamu kok gitu sih hunny? Kakak kemari untuk nyusulin kamu loh.. nyusulin istri tercinta...''
Blusshhh..
Wajah Ira merona. Semua yang mendengar memekik lagi. Seketika kelas itu menjadi heboh karena pasangan pengantin usang rasa baru itu.
Raga semakin tertawa-tawa. Puas sekali ia bisa menggoda Ira di depan murid nya. Padahal baru saja tadi hatinya panas gara-gara Santi.
Tapi lihatlah sekarang ini, Wajah tampan itu sudah kembali ceria lagi.
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕
Hahaha.. dasar Bang Raga gombal! Ada maunya itu! 🤣🤣🤣