
''Usah siap?'' tanya Raga pada Ira
''Siap sayangku!'' sahut Ira begitu semangat.
Selama sebulan ini Ira tidak diperbolehkan untuk keluar oleh Raga terkecuali berjemur. Semua itu demi kesembuhan nya.
Dan hari ini, mereka akan pergi kerumah sakit menggunakan motor Scooopy milik Ira. Tak ada rasa canggung dihati mereka, yang ada malah rasa senang dan bahagia.
Semua mata memandang Ira dan Raga yang sedang tertawa Menaiki motor bebek milik Ira. Lima belas menit kemudian, mereka tiba di pekarangan rumah sakit.
Semua yang melihat nya tercengang. Seorang direktur pemilik rumah sakit itu menaiki motor bebek milik sang istri.
Saat ini mereka sudah mengenal Ira. Semua ini karena ummi Hani. Ummi Hani sudah mengumumkan kepada seluruh petugas rumah sakit.
Baik dokter atau perawat, ummi Hani katakan. Baru kemarin ummi Hani umumkan. Bahwa pemilik sah dari rumah sakit itu adalah Ragata Hariawan. Putra sulung Hendra Hariawan.
Siapa yang tidak kenal dengan Hendra Hariawan? Direktur utama galak dan dingin itu selalu menjadi sorotan publik karena usahanya yang semakin maju setelah dua tahun yang lalu mengalami kebangkrutan.
Semua itu berkat bantuan Ragata. Walaupun ia jauh diluar negeri, tapi ia tetap membantu perusahaan Abi nya. Termasuk perusahaan Papa Sonia. Raga juga yang membantu untuk memulihkan nya.
Makanya saat Sonia melakukan kesalahan itu, Tuan Krisna begitu kecewa kepada Kedua anaknya.
Dan disaat ini juga, Ragata berhasil memulihkan perkembangan Saham di rumah sakit itu yang sempat terpuruk satu tahun yang lalu.
Berkat ide yang Raga usulkan, rumah sakit itu kembali hidup setelah mengalami penurunan pasien.
Ragata Hariawan. Pemuda tampan bertubuh tinggi berkulit putih dan mata sipit seperti orang cina.
Sekilas begitu mirip dengan Opa putra yang sedikit ada keturunan cina nya. Seharusnya satu tahun yang lalu rumah sakit itu sudah menjadi miliknya.
Namun, karena kejadian yang menimpa nya membuat para pemegang saham dirumah sakit itu terpaksa mengundurkan sampai Raga benar-benar pulih total.
Dan besok malam adalah serah terima kepemilikan rumah sakit itu kepada Raga. Raga sudah tau, sedang Ira belum tau.
Itu yang akan menjadi kejutan untuknya.
Setelah memarkir motor bebek milik Ira, kini mereka berdua memasuki rumah sakit itu dengan bergandengan tangan.
Semua mata memandangi pemilik rumah sakit itu. ''Selamat pagi, Dokter.. Nyonya Ira..'' sapa mereka di sepanjang jalan masuk.
''Selamat pagi semua..'' balas Ira.
__ADS_1
Raga diam saja. Wajah datar kayak triplek itu sudah kembali lagi seperti biasa. Ira cekikikan melihat wajah Raga.
Raga menoleh dengan tatapan tajamnya. Ira tertawa keras. Hingga tiba di dalam ruangannya yang sudah di tunggui oleh Santi, Raga mengomel tak jelas.
''Kamu gimana sih, hunny?! Kamu itu ya? Menjatuhkan harga diriku sebagai dokter yang terkenal ketus dan dingin! Ishh.. hunny! Balikin!'' rengek Raga
Santi yang ada diruangan itu melongo Melihat tingkah Raga bila didepan istrinya. Ira Sarasvati.
''Ini beneran kak Raga?'' bisiknya dalam hati.
Mata Santi berkedip-kedip lucu. Dengan mulut menganga. Ira yang melihatnya semakin tertawa. Raga merengut sebal.
Wajah itu jadi masam seketika. ''Hahaha .. lihatlah suster Santi, By! Ia sampai melongo melihat mu bertingkah seperti itu loh.. Haha..'' Ira semakin tertawa melihat suster Santi.
Raga melengos. ''Biarin!'' ketusnya.
Ira semakin tertawa melihat wajah Raga. Lelah menertawai Raga, Ira berhenti. ''Sudah puas?'' ketus Raga lagi
Ira terkikik geli. ''Hihihi... sudah! hihihi..''
Raga memutar bola mata malas, ''Kalau sudah kenapa masih cekikikan?'' ketus Raga lagi.
Suster Santi ikut membantu. Saat ini ia sudah menikah dengan Pak Danu. Satpam kepercayaan Raga.
Santi baru tau itu dari Danu saat mereka sudah menikah sebulan yang lalu. ''Hem.. baiklah. Diem dulu kenapa sih?!'' sewot Raga saat mendengar suara Ira yang masih cekikikan.
Suster Santi terkekeh, Raga menoleh padanya dengan tatapan tajam. Suster Santi mengatup bibirnya agar tidak tertawa lagi.
''Ehm, serius hunny!'' tegasnya pada Ira.
Ira terdiam, jika Raga sudah mengeluarkan suara dinginnya pertanda jika ia sedang serius saat ini.
Dengan cepat tangan cekatan itu terus bergerak membawa sesuatu yang ada di perut sang istri.
Ia melihat seluruh saluran yang tersumbat itu.
Deg!
Deg!
Raga mematung. Matanya menatap serius pada saluran itu. Aliran yang dua bulan yang lalu tersumbat, kini sudah lancar sekali.
__ADS_1
Terlihat jelas tidak ada penghambat lagi disana. Mata Raga memanas. Tanpa sadar buliran bening itu jatuh menimpa pipinya.
Ira terkejut melihatnya. ''By! Kamu kenapa?!'' seru Ira dengan tubuh ingin segera bangkit.
Tapi ditahan oleh Raga. Raga menoleh dengan wajah basah air mata. ''Loh, loh?''
Raga tertawa dan memeluk Ira dengan erat. Saat ini Ira sudah duduk dengan benar. ''Hahaha.. hiks .. kamu sembuh hunny! Kamu sembuh!''
Deg!
Ira mematung. ''Se-sembuh?!'' seru Ira dengan wajah terkejut.
Rafa mengangguk, tapi masih dalam pelukan Ira. ''Ya, kamu sembuh istriku! Kamu sehat! Kamu bakalan bisa mengandung anakku! Pewaris HDS group! Kamu sehat hunny! Kamu sehat! Alhamdulillah ya Allah.. terimakasih ya Allah.. Engkau telah mendengar kan doaku selama ini! Hahaha.. hiks.. aku berhasil hunny! Aku berhasil mengobatimu! hiks..'' Raga tersedu dalam pelukan Ira.
Ira tidak tau harus berkata apa. Bibirnya kelu walau hanya untuk menjawab Raga. Tiba-tiba saja kepala itu pusing dan..
''Hunny?? Kamu dengar aku 'kan? Lah, loh? Kok lemas gini badannya? Bangun hunny! Bangun hunny!'' seru Raga begitu panik.
Suster Santi tertawa. ''Nyonya tidak apa-apa Tuan komisaris! Ia hanya sedang pingsan, shock ringan saat mengetahui dirinya sudah sembuh dan sehat!'' imbuh Santi.
Raga menoleh pada Ira. Wajah ayu nan lembut itu begitu cantik saat ini. Kelopak matanya basah dengan air mata.
Raga tertawa. ''Ya Allah.. saking bahagianya sampai pingsan pula! hunny! hahahaha...'' suara gelak tawa Raga hingga terdengar sampai keluar.
Semua yang ada diluar ikut terkekeh mendengar suara tawa Raga yang begitu bahagia saat ini.
Sesuatu yang selalu Raga tunggu-tunggu sedari dua bulan yang lalu. Raga harus merayakan nya.
Besok, ya besok.
Besok malam adalah malam dimana serah terima kepemilikan rumah sakit yang akan men jadi miliknya.
Raga akan membuat kejutan disana untuk sang istri. Kejutan kecil darinya. Dan siap untuk berbuka.
Memikirkan hal itu, Raga tersenyum-senyum sendiri. Dokter Santi terkekeh melihat itu. ''Selamat Dokter! Anda sudah berhasil menyembuhkan seorang pasien. Dan pasien pertama anda adalah.. istri anda sendiri! Selamat dokter! Semoga setelah ini, anda pasti akan memiliki keturunan! Selamat dokter atas kesuksesan Anda dan keberhasilan Anda! Saya yakin, rumah sakit ini akan maju di bawah kepemimpinan Anda! Selamat dokter!'' Seru Santi begitu senang.
Raga tersenyum, ''Terimakasih suster Santi! Ini pencapaian terbesar saya selama dua bulan ini. Keberhasilan saya terhadap istri saya merupakan sebuah anugerah untuk saya. Terimakasih ya Allah.. Engkau telah memberikan amanah ini kepada hamba. Semoga tidak akan ada lagi para Ibu-ibu yang mengalami hal serupa jika nanti sudah berobat disini. Saya hanya perantara Suster! Yang menyembuhkan itu hanya Allah SWT. Semua nya milik Allah..''
💕💕💕💕
Alhamdulillah.. selamat untuk Kak Ira. Kira-kira setelah ini Bang Raga berhasil nggak ya nanamin bibit unggul nya pada kak Ira? 😁😁😁
__ADS_1