Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Kelemahan Ku


__ADS_3

''Jika suatu saat kamu memilki cinta yang lain, maka katakan padaku! Jangan sembunyikan apapun dariku! Katakan yang sejujurnya, agar aku tau apa yang menjadi keinginan mu. Dan aku akan pergi dari kehidupan mu selamanya. Lebih baik aku pergi, daripada harus bertahan. Aku bisa bertahan jika orang lain yang menyakitiku, tapi tidak dengan mu, Kak Raga.. Karena kamu adalah... kelemahan Ku..'' lirih Ira begitu pelan di ujung kalimatnya.


Deg!


Deg!


''Ra...'' panggil Raga saat melihat Ira semakin tersedu.


''Cukup Kak! Aku harus terbiasa tanpa kehadiran mu. Mulai sekarang.. menjauhlah dariku. Aku ingin kita berpisah disini! Sebaiknya kamu pulang ikut Ummi. Biasakan hidup tanpa ku. Karena setelah ini kamu pun akan hidup tanpa ku. Tidak mondok, tidak juga ketika kamu akan berangkat ke Inggris nantinya."


Raga membatu mendengar ucapan Ira. Hati nya sakit bagai tertusuk duri. Berulang kali Ira menolak kehadiran nya.


Bahkan Ira ingin menghilang dari hidupnya. "Apa yang sebenarnya kamu inginkan sayang? Apakah aku ini terlalu buruk jika menjadi suami mu? Aku tidak mengerti apa keinginan mu! Aku bukan cenayang, Ra! Tolong katakan padaku, agar aku bisa memperbaikinya. Ku mohon.. jangan tolak lagi aku.. aku akan mati jika sampai itu terjadi.. please.." pinta Raga dengan harap.


Matanya mengembun. Ia menatap Ira yang kini sedang menatap nya. ''Lebih baik kita berpisah sedari sekarang Kak.. itu akan membuat diri kita kuat satu sama lain. Saling merindukan dari jarak yang dekat tapi tidak bersama. Seperti Papi dan Mak. Mereka dekat tapi tidak bisa bertemu karena terhalang takdir. Mengertilah Kak..''


''Aku tak Bisa Ira! Aku tak bisa! Tolong.. jangan lagi tolak aku.. Setidaknya sampai nanti kita mondok.. aku mohon.. jangan menjauh dariku .. jangan begini Ra.. aku tak sanggup.. hiks.. hiks..''Raga sesegukan di depan Ira.


Wajahnya ia telungkup kan di pangkuan Ira. Berharap dan memohon agar Ira tidak menolaknya.


Ira pun sama dengan nya. ''Bahkan aku sangat ingin bersama mu Kak.. tapi aku tak bisa.. aku harus menjaga hatiku untuk tidak sakit nantinya. Karena ancaman dari seseorang itu begitu nyata selama ini.. aku sengaja tidak mengatakan nya padamu.. aku tak ingin membuat nya semakin marah padaku.. maka dari itu aku selalu menjauh darimu setiap kali kamu mencari ku di sekolah..'' Batin Ira.


''Jika suatu saat kamu memilki cinta yang lain, maka katakan padaku! Jangan sembunyikan apapun dariku! Katakan yang sejujurnya, agar aku tau apa yang menjadi keinginan mu. Dan aku akan pergi dari kehidupan mu selamanya."

__ADS_1


Deg!


Deg!


Dua orang yang sedang menangis itu sama-sama ingin memilki tapi karena suatu hal, mereka terpaksa harus menjauh.


Demi melindunginya, ia rela terluka. Begitu juga sebaliknya. ''Pulangkah Kak.. jaga hati dan jaga diri! Aku juga akan seperti mu! Mulai sekarang.. biasakan dirimu sedari dini. Bukankah ini yang memang harus terjadi? Aku juga akan berusaha tegar. Jika memang kita ditakdirkan untuk bersama, sejauh apapun kita melangkah maka ia akan menemukan kita. Aku percaya itu Kak.. Pulanglah! Jangan kecewakan Abi dan Ummi.. aku sayang mereka berdua. Mereka berdua adalah kedua orang tua ku juga..''


Raga menggeleng, ''Nggak! Aku nggak akan pergi dari sini sebelum sekolah ku selesai! Sekalipun kamu memaksa ku, aku tidak akan pergi! Aku akan pergi setelah sekolah ku selesai! Saat dimana aku harus pergi karena harus mondok dan melanjutkan studi ku di luar negeri! Baru setelah itu kamu boleh mengusirku! Untuk sekarang, aku tidak mau pergi darimu sama sekali! Titik!'' tegas Raga.


Ira membeku dengan pernyataan Raga. Ia mengerjab pelan, walau air mata masih bercucuran di pipi tirus nya.


Raga terkekeh melihat itu. Terlihat begitu lucu di mata nya. ''Sayang..''


''Kamu tau?''


''Nggak..''


Lagi Raga terkekeh, entah kemana larinya air mata yang baru saja ia keluarkan tadi. Sekarang hanya terlihat kekehan saja di bibirnya.


Ira menatap lekat pada Raga. ''Kamu tau Kak.. jika kamu itu adalah sesuatu yang sulit sekali aku capai! Semakin ku kejar, semakin kau menjauh. Semakin aku menjauh.. semakin dekat pula dirimu. Aku lemah karena mu.. aku lemah tanpa mu Kak.. aku lemah jika harus berpisah darimu.. tolong mengerti posisi ku Kak.. aku sangat menyayangimu. Tapi kita berdua ibarat langit dan bumi, tidak bisa untuk bersama, kecuali karena takdir. Kamu kelemahan ku Kak.. maka dari itu aku ingin kamu pergi sebelum aku terlalu dalam menginginkan mu..'' lirih Ira dengan tertunduk.


Lagi, tubuh itu terguncang. Raga yang mendengar ucapan Ira, menangis lagi. Ternyata penghalang bagi mereka berdua adalah kasta.

__ADS_1


''Tapi aku memilih mu bukan karena harta sayang.. aku memilihmu karena memang hatiku yang menginginkan mu. Harus berapa kali aku mengatakan nya padamu sayang.. aku menginginkan mu.. hatiku yang memilihmu.. mengertilah.. aku menginginkan mu.. hiks.. hiks..'' lagi Raga tersedu.


Ia memeluk tubuh Ira dengan erat. Dua tubuh satu jiwa. Dua tubuh itu terpaut menjadi satu. Tubuh mereka berdua berguncang karena tangisan yang begitu pilu.


Tiga orang di luar pintu itu tertegun dengan ucapan dua bocah yang belum lagi tamat SMA itu. Buliran bening itu mengalir tanpa di pinta.


''Hani...'' panggil Mak Alisa.


''Sabar.. inilah ujian mereka berdua. Kamu Taukan tentang arti ujian dalam pernikahan? Bahkan kamu pun pernah mengalami nya? Begitu juga dengan kami berdua. Kita, bilamana sudah menikah maka pasti akan ada ujian itu menemui kita. Tak peduli itu dewasa, remaja maupun yang menikah nya sudah tua. Setiap kali ijab qobul terucap, maka ujian itu pasti sudah mengikuti kita. Begitu juga dengan kedua anak kita. Saat ini mereka sedang melewati ujian pertama mereka.''


''Yang mana di dalam pernikahan mereka di uji dengan kesabaran. Di uji dengan wanita lain. Bahkan sampai harta pun di uji saat ini. Kamu dengarkan apa yang mereka katakan baru saja?''


''Ya, aku mendengar nya,'' sahut Mak Alisa dengan wajah sendu.


Ummi Hani mengusap tubuh Mak Alisa. ''Sebaiknya biarkan mereka yang menyelesaikan nya. Sepertinya.. akan sulit bagi Raga untuk bisa meluluhkan hati putriu Lis. Ira sangat menurun dari mu. Jiwa nya begitu kuat namun rapuh. Semua itu terlihat jelas sekali sekarang. Ayo, kita ke bawah sekarang,'' ajak Ummi Hani.


''Baiklah..'' sahut Mak Alisa pasrah.


Abi Hendra hanyabisa terdiam melihat putra sulung nya itu. ''Kamu sama seperti Abi, Nak.. semoga kamu tidak merasakan hal yang sama seperti dulu Abi rasakan.. sakit sekali harus melihat orang yang kita cintai harus bahagia dengan orang lain. Bahkan sampai saat ini pun, rasa itu masih ada dan tersimpan rapi untuknya. Maafkan Abi, Ummi.. sulit sekali untuk bisa melupakan nya.. aku tidak bisa melupakan mu sampai kapan pun.. bahkan sampai mati sekalipun. Alisa dan Hani adalah kelemahanku saat dulu dan sekarang..''


💕💕


TBC

__ADS_1


__ADS_2