Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Ajak gelud


__ADS_3

''Raga!!'' panggil Mak Alisa tanpa menatap menantu nya itu.


''Iya, Mak!'' sahut Raga, ia terkekeh kala melihat Abi Hendra yang terus meledeknya.


''Mak minta sama kamu, berikan Mak serum yang bisa membunuh pusaka tuanya itu! Agar tidak bisa bercocok tanam lagi pada ummi, mu! Sekarang!'' tegas Mak Alisa dengan sorot mata mematikan.


''Hah?'' sahut Raga tercengang dengan ucapan Mak Alisa


''Astaghfirullah!!'' sebut semua yang ada disana, mereka menggeleng kan kepalanya mendengar ucapan Alisa.


''Buahahaha...'' Papi Gilang malah tertawa terbahak di pintu masuk rumah Ira dan Raga.


Dimana para Mak, Mak sedang menoleh padanya dengan terkejut.


''Sawankah?''


''Keserupan??''


''Hah?''


''Astaghfirullah! Ambil air!''


''Papi!!''


''Buahahaha... awas kamu bang! Pusaka mu mau di potong sama istriku! Hahaha.. bisa mati kamu bang! hahaha..''


''Astaghfirullah... ini kenapa ngomongin pusaka sih?! Pusaka siapa?! Keris? Atau rencong?!''


Raga dan Ira saling pandang, kemudian tertawa-tawa.


Buhahahaha...

__ADS_1


Rumah mereka yang sedang mengadakan acara nujuh bulanan Ira, malah menjadi ajang gelak tawa gara-gara Abi Hendra dan Mak Alisa. Di tambah lagi Papi Gilang.


Yang suka sekali mengompori Mak Alisa. ''Ayo sayang, potong saja pusakanya itu! Biar bang Hendra tau rasa!'' ucap Papi Gilang sambil tertawa-tawa.


Mak Alisa semakin mengasah pisau itu dengan batu Asahan yang ada ditangannya. Dengan mata memicingkan tajam pada Abi Hendra.


Ummi Hani hanya bisa tertawa. ''Kenapa besan kamu jadi seperti Hani? Dulunya memang seperti itukah??'' tanya Oma Lia.


Nenek Imar tertawa. ''Sebenarnya tidak Lia.. Alisa terkenal pendiam sekali anaknya. Saat datang kerumah saja ia tidak terlalu banyak bicara. Entah kenapa sekarang bisa berubah seperti itu.'' Ucap Nenek Imar masih dengan kekehan keluar dari mulutnya.


''Ya.. mungkin karena sudah menjadi Mak Mak kali ya? Makanya seperti itu?'' ummi Hani terkekeh lagi.


Geli sekali hatinya saat melihat Alisa begitu kesal dengan Abi Hendra. ''Lihatlah hunny.. kedua orang tua kita sedang adu gelud disana. Padahal dulunya mereka berdua selalu akurkan?''


''Hahaha... kamu benar By. Padahal Abi dulu sangat mencintai Mak. Tapi karena tidak berjodoh, mau dikata apa pun tidak bisa. Tapi ya iya sih, Abi itu usil loh.. menurut cerita Mak ke aku.''


''Hahaha.. terlihat jelas sekarang! Tuh!'' tujuk Raga pada Mak Alisa yang sedang memukul Abi Hendra dengan kain panjang yang akan digunakan untuk Ira mandi nanti.


Plak.


Plak.


''Hahaha.. nggak sakit, nggak sakit, nggak sakit! Wlek!'' ejek Abi Hendra lagi semakin membuat Mak Alisa kalap.


Dengan kuat ia memukul Abi Hendra bertubi-tubi. Hingga ia kewalahan, Papi Gilang sampai tidak sanggup tertawa.


Sakit sudah perutnya. Beginilah jikalau sudah kumpul. Abi Hendra suka sekali bisa menggoda cinta pertama nya yang sudah menjadi besannya.


''Haisssshhh.. udah ih! Ini acara nujuh bulanan kok di ajak gelud sih!! Heran aku! Abi! Alisa! Stop!! Kalian itu sudah tua, apa tidak malu di tonton sama yang lebih tua? Kelakuan kalian itu loh.. selalu... saja begini! Abi!! Ummi setiap selama seminggu nggak tidur di kamar!!''


Deg!

__ADS_1


Abi Hendra menoleh dan..


Plaaakkk..


''Allahu Akbar!! Alisaaaaaaa!!! Sakit ini woyyy!!!'' pekik Abi Hendra.


''Hahaha... itu balasan untuk lelaki yang suka sekali meledek seorang Mak Mak seperti ku! Kamu pernah dengar tentang 'the power of Mak Mak ?' Inilah dia telur power of Mak Mak! Rasain lu! Emang enak gue timpuk pakai kain?! perih-perih dah lu! Nyahoook Lu!!'' Ketus Mak Alisa begitu geram terhadap Abi Hendra.


''Buahahaha....'' bukannya melerai, malah ia semakin tertawa.


Ck! Dasar Papi Gilang!


Ada-ada saja tingkahnya. Mak Alisa dan ummi Hani masuk kembali kerumah dan mulai melanjutkan lagi pekerjaan mereka yang tertunda.


Semua yang melihat itu menggeleng kan kepalanya. Setelah itu, mereka melanjutkan lagi acara nujuh bulanan untuk Ira.


Dengan Ira yang sedang disuapi makan oleh Raga dengan ayam goreng kesukaan nya. Ada juga ayam panggang kesukaaan Raga.


Mereka berdua makan hingga kenyang. Setelah itu, baru Mak Mak yang disana mengikuti mereka berdua untuk makan.


Selesai makan, kini saatnya Ira mandi. Mandi yang di pimpin oleh Nenek Imar sendiri untuk cucu tersayang nya.


Semua kebagian untuk bisa menyentuh perut Ira dan mengucapkan selamat dan sholawat untuk bayi kembar mereka.


Setelah selesai, barulah acara makan bersama dengan para anak yatim didikan Mak Alisa dan Papi Gilang ketika sore harinya.


Malam harinya, semua susunan acara telah usai. Kini hanya tinggal menunggu hari H untuk Ira melahirkan.


Menunggu anak mereka yang akan segera lahir. Tak ada yang tau jenis kelamin bayi mereka.


Karena Ira selalu menolak di USG saat Raga ingin memeriksanya. Kata Ira, biarkan menjadi rahasia dan rasa bahagia saat nanti mereka lahir kedunia.

__ADS_1


💕💕💕💕💕


Tunggu ye bayi mereka launching?? 😁😁


__ADS_2