Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Extrapart 2


__ADS_3

''Apa?!?'' pekik Abi Hendra terkejut.


Dengan segera ia membawa lari kedua cucunya. Begitu juga dengan dokter Zidan dan Zafa.


Mereka semua berlari keluar taman. Sedang minuman es Boba tadi di bayar oleh Raga sebelum ia kelurahan dengan berlari.


Dari kejauhan, seseorang itu terkekeh melihat nya. ''Apa kabar kalian semua?? Aku kangen banget ingin ketemu kalian. Tapi belum waktunya..'' lirihnya dengan wajah sendu.


Wanita tua yang sedang duduk di bangku taman bersama nya itu, memegang tangannya dengan erat.


Wanita paruh baya itu tersenyum. ''Mama udah puaskan bisa bermain kesini??''


Wanita tua itu mengangguk, tetapi tidak tersenyum.


Sedangkan di perjalanan, Rayyan membawa mobil itu dengan ngebut. Beruntung nya hari Minggu.


Jarak yang ia tempuh untuk sampai kerumah sakit Ira butuh waktu tiga puluh menit dari lapangan merdeka.


Rayyan terpaksa mengambil jalan tikus untuk mempermudah dirinya agar tidak menunggu lampu merah yang lumayan lama itu.


Raga hampir kehilangan jejaknya. Ia terpaksa meminjam motor kang ojek untuk bisa mengejar Rayyan yang begitu ngebut membawa mobilnya.


Beruntung nya Raga hafal jalan tikus itu. Jalan tikus yang sering ia lalui dulu bersama temannya saat pulang bermain dari lapangan merdeka.


Sementara Rayyan saat ini sudah tiba di depan lobi rumah sakit. Hampir saja mobil itu masuk ke dalam rumah sakit, jika Ira tidak menjerit menyadarkan Rayyan yang sedang panik melihat air ketuban Ira sudah pecah dan membasahi baju gamisnya.


''Allahu Akbar!!! Abang!!! Berhenti!!!! Ssssttt....''


Cekiiiiiiiittttt....


Rayyan mengerem mendadak. Ia mengatur nafasnya yang sedang tersengal-sengal. ''Abang! Bantuin ih! Mau keluar ini bayi!!'' seru Ira lagi di sela-sela rasa sakitnya.


Rayyan terkejut, dengan segera ia keluar dan menarik kursi roda dari tangan seorang suster itu.


''Eh, Bang- Ibu Ira!!!'' serunya begitu terkejut saat melihat Ira sedang dipapah dan di dudukkan di kursi roda


Dengan cepat Rayyan berlari masuk keruangan bersalin. Di ikuti dokter Chika dan bidan Astrid.


Tap.


Tap.


Tap.


Suara hentakan sepatu Raga dilantai nan dingin membuat semua orang terkejut melihat direktur utama rumah sakit itu begitu berantakan.


Tapi tetap tampan! Haisshh...


Ragata tak memperdulikan tatapan seluruh Suter dan dokter di rumah sakitnya. Ia dengan cepat berlari masuk keruang bersalin dimana Ira berada.


Tiba disana, Rayyan yang ikut memegangi tangan Ira yang sedang mengedan itu. Raga pun beralih ke sisi sebelah nya.


Melihat kedatangan Raga, Rayyan ingin keluar tapi Ira tidak mengizinkan nya. '''Hufffttt.. huffftt.. eeggghhhh..'' Ira semakin kuat mencengkram dua tangan lelaki kesayangan nya itu.


Raga memeluk tubuh Ira saat Ira merasa lelah dan berbisik lembut. Sedang Rayyan terpaku pada Ira yang begitu kelelahan saat melahirkan kedua bayinya.


Ia menerawang jauh, saat mengingat dulu jika ia dilahirkan bukanlah dari rahim Mami Alisa, tapi dari rahim Mama Vita.


Sempat kecewa, tapi itu hanya sebentar. Karena mengingat kasih sayang Mami Alisa begitu besar padanya melebihi pada anak kandungnya.


Rayyan terisak. Ia semakin erat memegang Ira. Mendengar isakan lirih Rayyan, Ira tersenyum.


Kembali ia mengedan lagi, saat rasa mulas itu semakin mendera perutnya. Hingga erangan terakhir nya, ia berhasil.

__ADS_1


Bayi ketiga mereka keluar. Lima menit setelah nya di susul anak ke empat mereka. Rayyan semakin menangis.


Raga terkekeh melihat nya. Ia beralih ke sisi bangkar Ira. Dengan segera ia peluk tubuh jangkung setinggi dirinya itu.


''Sudah, jangan menangis. Lihatlah kakakmu, ia tertawa melihat mu menangis.'' Raga terkekeh setelah mengatakan hal itu.


Rayyan pun berhenti menangis, ia tersenyum melihat Ira. Ia mendekati bangkar Ira dan mengecup keningnya.


''Terimakasih Kak. Dengan Abang datang kesini untuk menemani kakak, Abang bisa tau seperti apa perjuangan Mama Vita dulu saat melahirkan Abang. Terimakasih Kak, terimakasih!'' ucapnya.


Ia memeluk Ira yang sedang terkekeh kecil melihat kelakuan nya.


Satu jam kemudian.


Ruangan inap Ira di penuhi suara gelak tawa Raga yang sedang mengejek Rayyan. Rayyan tak peduli, ia saat ini sedang duduk bersama Kedua adik kembarnya.


Mami Alisa mendekati Ira dan mengecup kening Ira. Ira tersenyum. Begitu juga dengan Papi Gilang.


Pria matang itu semakin tampan saja saat ini. Seluruh keluarga bersuka cita atas kehadiran putri kembar Ira dan Raga.


Sayangnya, Lana tidak bisa pulang karena sedang bertugas menjadi Abdi negara. Mereka hanya berbicara melalui sambungan video call saja.


Semua nya telah usai. Tidak ada lagi nestapa di dalam hidupnya. Ira dan Raga sudah bahagia saat ini.


Mereka akhirnya bisa menikmati hidup mereka tanpa ada duka nestapa lagi yang menghampiri biduk rumah tangga mereka.


Selamat menempuh hidup baru dan berbahagia untuk Ragata dan Ira. Semoga pernikahan kalian selalu langgeng dan aman sentosa.


Extrapart End.


Hehehe...


Beneran habis ye?


Othor ucapin terima kasih banyak pada kalian semua yang telah mendukung karya othor ini dari pertama rilis.


Jika ada kata-kata othor saat menulis banyak typo. Othor mohon maaf. Dan maklumin aja ya? Maklumin othor ini seseorang yang baru belajar nulis. 😁


Masuk dalam dunia kepenulisan saat usia bocil othor belum lagi genap empat puluh hari.


Tapi karena tekad dan keyakinan othor, akhirnya othor sampai di titik ini.


Sekali lagi othor ucapin terima kasih ye buat kalian yang udah like, komen dan kasih kembang buat othor.


Jika kalian minta lanjuti lagi, udah nggak bisa lanjut. Mereka berdua udah bahagia. Untuk kalian ingin tau tentang season 2 Kalian jangan lupa follow aku menulis othor ye? Agar kalian bisa tau jika season 2 udah rilis.


Jangan lupa juga kalian mampir di karya othor yang lainnya.




Aku bukan pembawa sial ( kisah Mak Alisa dan ayah Emil )




Pelabuhan terakhir ku ( Kami bukan pembawa sial, cerita Mak dan Papi Gilang ye?)



__ADS_1


Janda kembang ( Rayyan akan masuk nanti dalam cerita ini )




Muara cinta Maulana ( cerita bang Lana , on going atau sedang berlanjut )




Annisa istri kecilku ( cerita adek Annisa ini juga on going )




Janda kembang Season 2 ( Ternoda ) akan rilis di bulan baru ini.




Cerita bang Rayyan. ( Duka, Duda tapi Perjaka)




Perjalanan cinta adek Nara dan bang Ali. ( belum nemu judul yang cocok! 😁)




9. Cinta dalam nestapa Season 2 ( Menikahi gadis tak bernasab, ini juga akan segera rilis 😁)



Muara cinta Maulana season 2.



Woooaahh... masih banyak lagi.


Untuk itu, jangan lupa pantengin terus cerita othor ini. Jangan unfavorit dulu, agar kalian tau kapan season 2 akan rilis.


Udah ye?


Cukup sampai disini cuap-cuap tak berguna othor ini. 🤣 Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT.


Diberikan kesehatan dan di mudahkan rezekinya agar kalian selalu bisa membaca karya recehan othor ini.


Jika ada kata-kata othor yang salah, othor mohon maaf ye?


Akhiru Kalam,


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.


...Salam hangat othor...


...MELISA...

__ADS_1


__ADS_2