Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Raga tiba di Inggris


__ADS_3

Saat ini Raga baru saja turun dari pesawat. Ia dan beberapa temannya yang lain yang berada di fakultas yang sama, sedang berbaring menunggu jemputan.


Raga saat ini sedang berada di bandar udara Heathrow. Juga di kenal dengan London Heathrow ( IATA : LHR, ICAO, EGLL ), adalah bandara utama yang melayani kota London, Britania raya, dan merupakan bandara tersibuk di negara tersebut.


Raga harus dua kali ganti pesawat. Pertama ia berangkat dari bandara Kuala Namu, Medan. Kemudian berlanjut lagi dengan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.


Perjalanan dari Jakarta menuju kota London dengan sekali transit ditempuh dalam waktu sekitar 17 jam. Namun itu tergantung dari berapa lamanya waktu di bandara transit.


Waktu di London lebih lambat 6 jam dari waktu daripada waktu di Jakarta. Saat ini Raga sedang menunggu jemputan dari salah satu teman sekampus Raga yang kebetulan kedua orang tuanya berada di kota London saat ini.


Raga sangat beruntung karena memiliki teman yang begitu loyal pada nya. Padahal mereka sama-sama dari keluarga berada.


''Kalian semua nginap dirumah aku dulu. Mama dan Papaku lagi dijalan untuk nyusul kita berlima. Mama ku meminta pada kalian agar tidak kos di sekitar kampus. Lebih baik kalian tinggal dirumah kami. Rumah kami banyak kamar nya kok.'' ucap salah seorang teman Raga yang bernama Sandi Wijaya.


Ia berasal dari Jakarta. Pada saat tadi Raga transit dari Medan ke Jakarta, ia bertemu dengan tiga orang ini. Salah satu nya Sandi.


''Oke. Tidak masalah. Kamu siapkan saja makan banyak-banyak. Karena teman kita yang satu ini pasti kuat makan! terlihat banget dari perutnya gembil ini!'' celutuk salah satu teman Raga.


Raga tertawa saja. Saat ini mereka masih berada di bandara London Heathrow untuk menunggu kedua orang tua Sandi.

__ADS_1


Mereka sibuk bercerita tentang kota London. Apalagi Raga sangat antusias saat mendengar jika Sandi juga satu fakultas dengannya.


Asik sendiri bercerita tentang tempat mereka, kini kedua orang tua Sandi sudah tiba. Mereka disambut dengan hangat.


Raga dengan takzim menyalami tangan kedua orang tua Sandi, membuat dua orang paruh baya itu tertegun sesaat.


Namun hanya sebentar, setelah nya mereka berlima di tambah dia orang paruh baya menuju rumah Sandi, yang berada tak jauh dari Universitas Of Oxford.


Butuh waktu lima puluh menit untuk tiba disana. Mereka yang begitu kelelahan apa


lagi Raga.


Ia tertidur berbantalkan lengannya di tepi kaca mobil milik Nyonya Anita, ibu dari Sandi Wijaya.


Wanita itu menatap kagum pada Raga. Ada keinginan terbesit di dalam hatinya untuk menjadikan Raga sebagai menantunya suatu saat nanti.


Ia ingin menjodohkan Raga dengan putri keduanya yang juga berkuliah di fakultas yang sama dengan Sandi. Putra sulung nya.


Saat ini mereka sudah tiba di kediaman Nyonya Anita Wijaya dan Alfian Wijaya. Mereka tiba hampir Maghrib.

__ADS_1


Raga terkejut saat ia dibangunkan oleh Sandi. Sandi terkekeh melihat tingkah Raga yang kebingungan.


Namun ia tetap memilih turun. Matanya menatap lurus ke depan. Dimana rumah bertingkat dua dengan banyak jendela di setiap kamarnya.



Sumber gambar : Google.


Ia menatap bangunan tinggi itu dengan sedikit mendongak. ''Alhamdulillah.. akhirnya aku tiba juga di negeri Yang di pimpin oleh seorang Raja dan Ratu. Aku harus menghubungi ummi dan Abi secepat nya. Begitu juga istriku. Ah, mengingat Ira, ingin sekali aku membawa nya ke Inggris nanti saat kami bulan madu.'' Gumam nya dalam hati sembari tersenyum-senyum, membuat Sandi bergidik ngeri melihat kelakuan Raga.


''Hii.. elu kenapa Ga? Udah Maghrib ini. Ayo masuk!'' ajak Sandi.


Raga terkekeh. ''Oke,'' sahut Raga dengan segera ia masuk kedalam rumsh milik keluarga sandi.


Raga akan memulai kegiatan nya untuk menuntut ilmu hingga selesai di negeri yang di pimpin oleh seorang Raja ini.


💕💕💕💕


Jika belum sesuai, maapkheun 🙏

__ADS_1


Othor masih belajar nulis tentang luar negeri. Seumur hidup belum pernah kesana. Apalagi naik pesawat? 🤣🤣🤣


__ADS_2