
''Apapun untukmu akan Kakak lakukan sayang. Karena hanya kamu yang Kakak inginkan, bukan yang lain..''
''Benarkah??'' selidik Ira, sembari menatap Raga dengan dalam untuk menyelami perasaan pemuda itu yang sebenarnya.
''Ya!'' sahut Raga
''Bagaimana kalau suatu saat Kakak berubah, dan lebih memilih wanita lain dibanding aku? Dan juga... jika suatu saat Kakak kuliah di luar negeri, tak menutup kemungkinan bukan jika Kakak akan memiliki gadis lain disana? Dan apakah Kakak nantinya akan memilihku atau memilih nya? Lalu, jika nanti nya Kakak mendapatkan kabar yang tidak mengenakkan tentang diriku, akankah Kakak bertahan dengan ku? Atau akan membawa pulang wanita lain dan masuk ke dalam rumah kita?''
Deg!
Raga terkejut dengan ucapan Ira. Ia menatap datar dan dalam pada pujaan hatinya. "Kenapa kamu berpikir begitu terhadap ku? Apakah selama ini, perlakuan ku terhadap mu tidak lah cukup Ira??"
Ira tersenyum kecut mendengar ucapan Raga. "Benar dugaan ku! Bahkan Kakak pun tidak bisa memastikan hal itu nantinya! Kakak pintar, tampan dan juga kaya. Apalah aku jika dibandingkan dengan cewek-cewek lain diluar sana. Mereka cantik dan seksi. Aku hanya gadis biasa dan rendahan Kak Ragata! Jadi ku mohon, bersikap lah biasa saja padaku. Karena seiring waktu rasa ini akan memudar dengan sendirinya. Belum lagi setelah tamat SMP, kita akan dimasukkan kedalam pesantren. Apakah Kakak pernah berpikir, jika di dalam kawasan pesantren itu tidak ada yang akan tertarik pada mu? Karena wajah mu dan juga kelakuan mu?? Bisa kamu menjamin nya untukku Kak Raga??'' jelas Ira panjang lebar dengan wajah sendu nya.
Raga tercubit hatinya mendengar ucapan Ira. Benar apa yang Ira katakan. Tidak menutup kemungkinan bukan jika itu sampai terjadi?
Raga menatap datar pada Ira yang juga sedang menatapnya. ''Aku mohon Kak.. jika suatu saat kau berada di posisi itu, tolong lepaskan aku dari belenggu yang mengikat ku ini. Aku tidak pantas bersama mu.. aku hanya gadis biasa Kak..'' lirih Ira lagi.
Raga masih terdiam tidak menyahut, tidak juga menyela ucapan Ira. Melihat Raga terdiam, Ira bicara lagi.
''Jika suatu saat Kakak sudah tidak menginginkan ku lagi, tolong katakan padaku agar aku bisa pergi darimu tanpa kau sakiti. Jika suatu saat Kamu memilki pujaan hati yang lain, tolong bicarakan pada ku, agar aku bisa memilih mundur untuk menjadi istrimu, ah bukan! Kekasih mu nantinya!'' setelah mengatakan itu Ira terkekeh namun air mata berjatuhan di pipi mulus nya.
Raga menatap Ira dengan tatapan yang entah seperti apa. ''Tolong beri tahu aku, jika suatu saat Kakak sudah tidak menginginkan ku lagi.. Hargai keinginan ku ini. Aku tak akan menuntut apapun dari mu Ragata Hariawan. Jadi mulai sekarang, kita jalani sebisa mungkin dan sebiasa mungkin. Kita memang sepasang suami istri di mata agama, tapi tidak dengan hukum. Walaupun nantinya aku kekeuh mengatakan jika kamu adalah suami ku, tetap saja orang tidak akan percaya. Siapa yang akan percaya dengan gadis rendahan sepertiku? Kamu cocoknya dengan wanita kelas atas Kak, bukan dengan ku. Aku hanya gadis hina yang tanpa sengaja masuk kedalam hidup mu. Maaf karena aku akan selalu menyusahkan mu, Maaf karena aku..hhhmmmppttt...'' Ira tak lagi melanjutkan ocehannya karena bibirnya telah dibungkam oleh bibir Raga.
Saking geram nya Raga, ia menggigit kecil bibir itu. Hingga sang empu memukul-mukul tubuhnya.
__ADS_1
Raga tak peduli. Yang penting rasa sayang dan cinta nya tersalurkan kepada pujaan hatinya.
Wajah Ira memerah karena kehabisan nafas dan pukulan di tubuh Raga pun mulai melemah.
Tau jika Ira tidak lagi memukul nya, Raga melepaskan pagutan nya itu. Raga melihat wajah Ira yang basah dengan air mata.
Raga menyatukan kening mereka berdua. ''Aku menyayangi mu bukan karena kamu rendahan sayang.. tapi karena kamu istimewa. Aku mencintaimu setulus hatiku, tak ada sedikitpun dihatiku untuk berniat menduakan mu. Walaupun nantinya akan banyak godaan, aku akan setia pada satu gadis. Kamu istriku! Ira Sarasvati!'' seru Raga sembari memeluk Ira dengan erat.
Ira menangis dalam pelukan Raga. Raga pun ikut menangis juga.
Bukan aku tidak percaya padamu Kak Raga.. tapi mimpi yang baru saja aku dapatkan, menunjukkan bahwa itu akan terjadi pada kita berdua.
Beruntung nya aku ada Papi Yang akan menolongku, tapi entah kenapa Papi pergi? Aku juga menyayangimu Ragata..
Tapi aku tidak akan terpengaruh oleh ungkapan cinta dan sayang mu. Sekarang kamu bisa berkata seperti itu padaku. Bagaimana jika nanti, suatu saat kamu berubah?
Aku hanya bisa berpikir positif dan berprasangka baik kepada mu. Maka dari itu aku akan mencoba menerima kehadiran mu di dalam hidupku, walau ku tau banyak sekali rintangan yang akan aku hadapi nantinya.
Aku akan berusaha bersabar dan ikhlas akan semua perjalanan hidup ini. Bukan aku menolak mu, hanya saja aku tidak pantas bersanding dengan mu..
Gumam Ira dalam hati nya. Ira semakin erat memeluk Raga. Demikian juga dengan Raga. ''Sampai kapan pun, kamu akan tetap menjadi istriku! Tidak akan ada yang kedua! Kamu yang pertama dan yang terakhir sayang! Kakak berjanji padamu!'' ucap Raga sembari meletakkan tangannya di atas kepala Ira.
Ira diam dan melihat kesungguhan di mata Raga untuknya. Tapi ..
''Jangan berprasangka buruk pada ku sayang? Kaulah yang ku mau, bukan yang lain.. Jika bukan karena perjanjian antara aku dan Ummi mungkin saat ini aku sudah habis memakan mu!'' ucapnya dengan sedikit kerlingan nakal dimatanya.
__ADS_1
''Aku?? Kakak makan?? Mati dong?? Emang Kakak doyan ya dengan tubuh ku?? Di mana enak nya coba??'' tanya Ira dengan polosnya.
Raga terkekeh. ''Ya, aku sangat suka dengan tubuh mu! Kalau bisa aku akan memakan seluruh tubuh mu ini. Bukankah sekarang seluruh tubuh mu sudah halal untukku??''
Ira bingung mendengar ucapan Raga. Sedangkan Raga semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Ira.
Ira gugup melihat itu, ia tau apa yang akan dilakukan Raga lagi pada nya. Raga semakin dekat hingga..
Cup.
Raga membulatkan matanya. Ira terkekeh geli melihat wajah Raga terkejut. Ternyata, Raga mencium telinga Ira bukan bibir nya seperti tadi.
Raga merengut. Ira semakin tertawa. ''Awas kamu!'' katanya pada Ira.
Dengan sekejap ia memeluk Ira dan menggelitiki pinggang Ira, membuat Ira tertawa-tawa. Ummi Hani yang mendengar Ira tertawa, terharu.
Ternyata benar dugaan nya, jika Ira hanya akan sembuh bersama Raga.
💕
Sah, sah aja dong kan ya? 😁😁
Maaf terlambat update nya, mata othor kemasukan binatang halus. jadi sakit ini. Susah banget di bukanya.
Nulis aja berulang kali ketik dan revisi lagi. 🤧🤧
__ADS_1
Harap maklum 🤧🤧
TBC