Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Interogasi Pelaku


__ADS_3

Pagi harinya, Raga sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan Ira mengikutinya dari belakang.


Raga dan Lana berangkat bersama. Tiba di sekolah, Rania melihat Raga berjalan sendirian tanpa ada Wahyu bersama nya.


Ia berlari kecil mendekati Raga tapi saat melihat seorang anak kecil berwajah datar dan menatap nya dengan tajam sedang melihat nya ia urungkan untuk mendekati Raga.


Jadilah Rania menunggu saja di depan pintu kelas mereka. Tiba di depan pintu kelas mereka Rania mendekatinya.


''Hai Ga! Udah siap belum PR tentang camping kemarin?? Oh iya kemarin Adik kelas kita itu kenapa ya? Kok aneh sih dengan sikap nya? Aku rasa, dia sedang mencoba menjebak kamu deh? Kamu ngerasa nggak sih?'' tanya nya basa basi pada Raga.


Tapi tak digubris oleh Raga. Raga terus berjalan dengan wajah datarnya. Hingga Wahyu tiba, barulah Raga buka suara.


Rania yang sedari tadi di abaikan oleh Raga merasa kesal. ''Raga ishh.. kok di diemin sih?!'' gerutu Rania membuat Raga menoleh dengan wajah dinginnya.


Rania terkejut. ''Tunggu setelah bel berbunyi, maka kamu akan tau apa yang ingin saya katakan pada mu!'' tukasnya begitu dingin.


Rania tersentak begitu juga dengan Nessa. Wajah mereka berdua begitu pucat saat ini. Raga tetap sama datar dan dingin begitu juga dengan Wahyu.


Pukul 10.45 bel istirahat berbunyi. Kini waktunya untuk mengeksekusi kedua perusuh itu.


''Yu, bawa mereka ke tempat biasa!''


''Oke,'' sahut Wahyu.


Ia berlari mencari beberapa orang untuk memaksa membawa Rania dan Nessa. Rania dan Nessa ketakukan melihat semua anggota OSIS berwajah datar menjemput mereka.


Sempat terjadi kericuhan, tapi bisa di tenangkan oleh Wahyu. Kini dua orang itu sedang berhadapan dengan ketus OSIS mereka.


''Katakan!'' ucap Raga masih dengan membelakangi mereka.


Rania dan Nessa saling pandang. ''Maksud kamu apa, Ga? Kami nggak ngerti deh!'' kilah Rania.


Sedang Nessa wajahnya sudah pias saat ini. Raga berbalik dan menatap tajam pada dua gadis yang sedang di interogasi nya sat ini.


''Jelaskan! Atau??''


''Jelaskan apa sih maksudnya??'' kilah Rania lagi.


Jantungnya bertalu-talu saat ini, begitu juga dengan Nessa. ''Hah! masih tidak mau mengaku rupanya! Oke. Wahyu!''

__ADS_1


''Saya Ketos!''


''Tunjukkan pada mereka! Apakah setelah melihat ini mereka sih tidak mau mengakui nya??''


''Baik.'' sahut Wahyu, ia berjalan mendekat ke arah Rania dan Nessa dengan wajah datar nya.


Ia memgambil ponsel nya dan menunjukkan sesuatu itu kepada mereka berdua. Rania dan Nessa terkesiap saat melihat rekaman video berdurasi lima menit itu.


Mereka berdua saling pandang saat ini. Raga tersenyum miring. ''Jelaskan!'' titahnya lagi.


Rania bungkam begitu juga dengan Nessa. Mereka tak menyangka jika ada seseorang yang merekam adegan mereka saat menyuruh Ira ke hutan karena Raga tersesat.


''Jelaskan!!'' sentak Raga.


Membuat kedua gadis itu terjingkat kaget. Nessa mencoba buka suara tapi ditahan oleh Rania.


''Ga-ga.. se-seb-benarnya.. waktu itu ka-kami.. hanya ingin...'' Nessa tergagap untuk berbicara yang sebenarnya.


''Aku sengaja menyuruh cewek udik itu menyusul mu ke hutan. Agar ia tersesat disana! Puas!!!'' pekik Rania.


Raga tersenyum. Senyum yang begitu mengerikan di mata Rania dan Nessa. ''Sudah ku duga! Apa alasan mu untuk menyuruh tunangan ku untuk menyusul ku ke hutan, sedang aku sudah kembali bersama dengan yang lain! Ingin menyingkirkan nya begitu?!''


Wahyu terkejut, tapi tidak dengan Raga. Ia mengernyitkan dahinya. ''Jalan mu?? Jalan yang mana??'' selidik Raga.


''Jalan untuk mendapatkan mu! Dengan cara aku menyingkirkan penghalang seperti gadis udik dan cupu itu!'' ketus Rania lagi.


Sedangkan Nessa sudah menunduk. Ia tak berani menatap Raga yang wajahnya kini begitu dingin.


Raga mengepalkan kedua tangannya. ''Oh iya? Kau percaya diri sekali rupanya Rania Sunarjo!''


Deg!


Ranai melototkan matanya saat Raga menyebut nama ayah nya. ''Kenapa?? Kau takut jika aku akan melaporkan mu pada kepala yayasan sekolah ini agar Ayah mu itu di pecat dari wakil kepala sekolah, Rania??''


Deg!


Lagi dan lagi Rani terkejut dengan ucapan Raga. Selama ini tidak ada yang tau yang mana kepala yayasan sekolah mereka.


Termasuk Ira. Raga tersenyum miring melihat wajah Rania semakin pucat.

__ADS_1


''Berani berbuat harus berani bertanggung jawab! Gara-gara kau! Tunangan ku harus menderita karena tersesat di dalam hutan! Jika kau ingin mendapatkan seseorang harus dengan cara yang sehat! Jangan menggunakan cara yang licik seperti ini! Cih!"


Rania menatap nyalang pada Raga. "Sedari dulu aku sudah menyukai mu Ragata! Tapi kau malah memilih gadis udik dan cupu itu! Apa sih kelebihan nya? Pakaian saja yang tertutup, tapi kelakuan? Nol besar!" tukas Rania.


Raga menatap Rania dengan tajam. "Tau apa kau tentang tunangan ku? hah?! Kau bahkan tak lebih baik dari tunangan ku! Aku tau dia memang udik dan cupu! Tapi karena dialah aku berbicara dengan mu Rania Sunarjo!! Apakah pernah selama ini ia aku berbicara dengan para gadis di sekolah kita ini, Rania??"


Rania diam, ia menatap Raga dengan tatapan datar nya. "Pernahkah kau melihat aku berbicara dengan mu jika bukan pada hari ini Rania?? Semua itu karena siapa??"


"Karena tunangan ku! Ira Sarasvati! Bukan kau Rania Sunarjo!" balas Raga pada Rania begitu dingin.


''Cih! Kaya an aku! Cantikan aku! Lalu apa yang kamu pandang dari gadis hina dan rendahan seperti nya itu, heh?!'' sengit Rania.


Membuat Raga semakin mengeraskan rahang nya. Nessa yang melihat Raga semakin dingin dengan tatapan tajam nya menciut.


''Ma-maaf Ga.. aku mengaku salah.. aku tau aku salah karena telah menjebak tunangan mu agar masuk ke hutan. Semua ini ku lakukan karena aku juga menyukai mu sejak pertama kali melihat mu..'' lirih Nessa dengan wajah tertunduk.


''Apaan sih kamu Nessa! Nggak ada minta maaf ya? Cewek udik itu cocok untuk di sesatkan! Karena selama ada dia, Raga semakin dingin terhadap kita!'' celutuk Rania bertambah kesal dengan Nessa.


"Tapi, tapi semua ini karena saran dari mu Rania.. jika tidak, mungkin adik kelas kita itu tidak akan tersesat di hutan sana.." kilah Nessa lagi.


"Diam kau Nessa! Kau pun sama dengan gadis itu! Udik dan cupu!" pekik Rania kesal, karena Nessa sengaja memojokkan nya.


Raga semakin marah saat Rania mengatakan jika Ira adalah gadis rendahan dan hina. Inilah yang Ira katakan pada nya tadi malam.


"Juga gadis itu sok alim! Pastilah tubuhnya itu sudah ia jual sama Raga, maka Raga jadi semakin dekat dengan tuh cewek! Dasar jalaaanggg..!" seru Rania begitu lantang membuat Raga terbakar amarah nya


"Diam kau Rania Sunarjo! Gadis yang kau sebut jalaaanggg itu adalah istriku!!!!"


Deg.


Deg.


"Is-istri???''


💕


Hayoo.. Neng Rania suka banget sih menghina orang?


Awas loh.. raja nya ngamuk!

__ADS_1


TBC


__ADS_2