
''Bangun sayang... kakak disini..'' lirih Raga di telinga Ira.
Ira yang mendengar suara Raga, mencoba untuk menggerakkan tubuhnya walau terasa begitu lemas.
Ira menggeliat, tapi terasa sakit di bagian tengkuk nya.
''Ssssttt... k-kak Ra ga...'' lirih Ira dengan terbata.
Raga tersenyum manis, Air mata yang tadi sudah mengering kini keluar lagi. Ia begitu terharu. Dan sangat bersyukur jika Ira telah sadar kembali.
''Iya sayang, ini kakak! Ayo bangun! Kakak disini bersama mu!'' sahutnya dengan sesekali mengecup kening Ira.
Ira tersenyum merasakan perhatian Raga. ''K-kak... sakittt... jangan pergi... jangan tinggalin aku kak...'' ucap Ira dengan suara yang begitu pelan, bahkan seperti bisikan.
Raga memeluk lagi tubuh Ira. ''Kakak nggak akan pergi sayang.. kakak disini bersama mu.. kita harus keluar dari sini ya?? Kita masih di tengah hutan loh.. dan hebatnya, semua perlengkapan yang kakak butuhkan ada didalam ransel mu!'' Raga terkekeh mengucapkan hal itu.
Ira tersenyum. ''Sengaja kak.. takutnya kak Raga membutuhkan semua itu..'' bisiknya lagi.
Membuat Raga tergelak. ''Kamu pintar sayang! ayo! sanggup bangun??''
Ira mengangguk lemah. Raga melepas pelukan ya dan membiarkan Ira duduk. Saat Ira duduk, tak sengaja Raga melihat sesuatu yang tidak seharusnya ia lihat.
Raga berdehem, tapi Ira yang masih sakit dan baru sadar tidak tau kenapa Raga berdehem.
''Kenapa kak??'' tanya Ira begitu lirih.
''Ehm i-i-itu... ba-baju kamu...'' sahut Raga terbata, matanya masih menatap sesuatu yang terbuka itu.
Saat tadi ia mengangkat tubuh Ira, Raga tak melihat itu sama sekali. Karena yang ada dipikiran nya, hanyalah Ira selamat.
''Baju??''
''Ehm, kamu bawa baju nggak??'' tanya Raga sembari menarik ransel Ira dan membukanya.
''Nanti aja kak .. aku pusing.. kepala ku sakit . badan ku lemas kak.. ayo kita pergi dari sini...'' lirih Ira lagi.
Membuat Raga menghentikan gerakan tangan nya saat ingin mengambil baju ganti untuk Ira.
''Ya sudah, ayo! kakak gendong depan aja ya?? Kamu sanggup kan megangin senter untuk penunjuk arah kita??''
Ira menganggukkan kepala nya. Matanya terpejam. Raga tidak lagi melihat dada Ira yang terbuka.
Ia segera memakai ransel di belakang tubuhnya dan menggendong Ira di depan. Ala bridal style.
Ira yang paham pun, langsung saja memeluk leher Raga dengan erat. ''Senter mu sayang.. gimana kita jalan ini kalau gelap??'' setelah mengucapkan itu Raga terkekeh.
Ira tersenyum. ''Maaf kak.. lupa.'' sahut Ira, setelahnya ia mengarahkan senter ke depan, dimana hanya terlihat kegelapan dimana-mana.
''Kak...''
''Hem,'' sahut Raga masih dengan melihat ke depan.
''Kita mau kemana?? Jalannya gelap semua kak..'' tanya Ira, Raga menunduk.
__ADS_1
Lagi Raga berdehem, ia malu melihat dada Ira yang terbuka karena baju bagian depan Ira sudah koyak.
''Kita jalan aja dulu, ingin mengambil ponsel tapi di saku celana depan. Eh? diransel kamu! Ada dibelakang, gimana mau ngambil nya??'' Sahut Raga, masih dengan melihat ke depan.
Padahal sedari tadi Ira terus saja menatap Raga. Ingin sekali ia mengecup kening gadis pujaan hatinya itu.
Tapi malu. Karena kondisi baju Ira yang terbuka membuat pikiran nya traveling kemana-mana.
Raga berulang kali berdehem untuk menghilangkan rasa gugup yang melanda dirinya.
Ira terkekeh melihat Raga yang tidak mau melihat dirinya. Ia tau kenapa Raga tidak mau melihat nya.
Tapi ia tak ambil pusing. Toh, sepulang mereka dari sini, Raga akan menikahi nya kan??
Ira tersenyum tipis mengingat perkataan Raga tadi saat dirinya sedang koma. Atau mati suri beberapa saat.
''Kak.. lihat Ira ..'' lirihnya
Membuat Raga menunduk. Tanpa tau apa yang akan dilakukan oleh Ira, Raga menatapnya dengan kaki terus melangkah ke depan.
Ira memajukan wajahnya dan..
Cup.
Kecupan hangat mendarat di pipi dingin Raga.
''Terimakasih. Karena kakak sudah membawa kembali Ira ke dunia ini...'' lirihnya dengan wajah yang sudah merah merona.
Dan itu membuat Ira terkekeh. Begitu juga dengan Raga. Ia tersenyum melihat Ira yang sudah kembali normal seperti biasa.
Mereka berdua semakin jauh masuk ke dalam hutan. Mereka melewati tebing yang curam untuk menemukan tempat untuk mereka berteduh.
Raga merasa jika tangan nya sangat kebas sedari tadi menggendong Ira. Sesekali ia meringis, merasakan ngilu di lengannya.
Ira yang peka, melihat Raga. Terlihat raut wajah Raga sangat merasakan sakit. Ira pun tak tega melihatnya.
''Kak... turunin Ira ya? Aku jalan aja..'' lirihnya masih dengan menatap Raga.
Raga mengenal nafasnya. ''Nggak!'' tegas Raga, membuat Ira menghela nafasnya.
''Kak...''
''Sebentar lagi! Itu dari kejauhan sudah terlihat sebuah pondok disana. Hanya berjarak seratus meter lagi dari kita sekarang.'' sahutnya masih dengan melihat cahaya lampu dari kejauhan.
Ira yang penasaran pun melihat nya. ''Kak...'' tubuh Ira gemetar.
Ia ketakutan. Bayangan sinar laser berwarna merah itu kembali melintas di pikiran nya. Raga yang melihat Ira gelisah, berhenti.
''Kamu kenapa?? Ada apa? Ada yang sakit?? Yang mana???'' tanya Raga begitu panik.
Karena melihat Ira yang terus saja gemetar ketakutan. Tubuhnya menggigil. Tangan Ira semakin kuat memeluk tubuh Raga.
''Sayang! Ira! lihat kakak!!'' seru Raga, tapi Ira masih dengan ketakutan nya.
__ADS_1
''Pergi! jangan ganggu aku! Kak Raga! tolong aku!'' gumamnya, membuat Raga terkejut.
''Sayang! hei! buka matamu? Ini aku! Ragata! buka matamu sayang! Ira!!'' seru Raga lagi, masih dengan memaksa Ira membuka matanya.
Namun sayang, bukannya Ira membuka mata, malah Ira semakin ketakutan. Tubuhnya semakin menggigil.
Raga yang panik, tak punya pilihan lain selain memeluk Ira begitu erat. Ira yang merasakan ada seseorang yang memeluknya, membuat matanya terbuka dengan perlahan.
Ia melihat jika tubuh itu adalah tubuh Raga. Ira langsung saja memeluk ya begitu erat. Raga yang terkejut membalas pelukan itu tak kalah eratnya.
''Sayang! ini kakak! buka matamu!'' titah Raga.
Ira menggeleng. Ia semakin kuat memeluk Raga. Hawa dingin yang begitu menusuk ke tulang, membuat Raga bergetar merasakan dingin yang sedang menerpa tubuhnya.
Belum lagi Ira. Ia masih saja memeluk Raga dengan erat. ''Jangan tinggalin aku kak.. aku takut...'' lirihnya dengan tubuh gemetar.
Raga semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Ira. ''Nggak akan! kakak nggak kan ninggalin kamu, kalau bukan kamu yang menginginkan nya,'' tegas Raga. Membuat Ira sedikit demi sedikit berangsur membaik.
Dari kejauhan Raga masih melihat cahaya lampu, tapi lampu itu seperti lampu teplok. Atau lampu yang dihidupkan karena minyak didalamnya. Seperti obor, tapi ini didalam botol dan cahaya lampunya di lindungi oleh tabung kaca kecil. ( Serah kalian dah mau mikirnya kayak apa, othor pun bingung mau jelasinnya 😄😄)
Kemabli Raga menggendong tubuh Ira, dengan Ira masih memeluk erat leher Raga. Bahkan bibir Ira sudah menyentuh ceruk leher Raga.
Ira mencium bau maskulin yang menguar dari tubuh Raga. Begitu tenang, dan nyaman. Ira terhanyut dan tertidur di dalam gendongan nya.
Setibanya di gubuk itu, Raga menelisik. Apakah benar jika ini bukan hanya halusinasinya??
Gubuk di tengah hutan??
Raga mencoba tenang dan berzikir didalam hati dengan memejamkan matanya. Setelah di rasa cukup, Raga membuka matanya.
Dan benar, gubuk itu nyata adanya. Karena sudah begitu larut dan lelah, Raga memilih masuk ke gubuk itu. Guna untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah.
Sebelumnya ia mengucapkan salam dan tak ada sahutan dari dalam. Raga membuka pintu itu dan masuk.
Terlihat disana ada sebuah meja tempat menaruh barang dan juga sebuah ranjang kecil untuk ukuran satu orang.
Raga menilisik seluruh gubuk itu, takutnya yang punya ada di dalam. Raga ingin memastikan keselamatan mereka berdua.
Raga membaringkan Ira dengan hati-hati, karena melihat Ira yang begitu ketakutan. Ia jadi berfikir, apa yang sebenarnya terjadi dengan pujaan hatinya itu.
Sampai-sampai ketakutan seperti itu. Raga melepas pelukan tangan Ira dari tubuh nya saat merasakan jika Ira sudah terlelap.
Raga terus menatap Ira dengan raut wajah tak terbaca. Semakin dalam ia menatap, semakin rasa itu ingin meliputi dirinya.
Raga menghela nafasnya. ''Nggak! aku nggak boleh! Ira sedang sakit. Lagipula kami belum menikah. Sebentar lagi. Ya Allah.. bantu aku untuk meredam rasa ingin ini..''
💕
Ingin apa bang?? 🤔🤔
Ingin jumpa Mak othor kah?? 🤔🤔😄😄
TBC
__ADS_1