Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Pilih Aku? Atau calon istrimu?


__ADS_3

''Assalamualaikum, Kak Raga..'' sapa seorang santri dari belakang mereka berdua.


Ira dan Raga yang sedang saling berdebat berhenti. Mereka menoleh ke belakang. Terlihat seorang gadis berhijab biru Dongker sedang menatap Raga begitu dalam dengan senyum manis tersungging di bibirnya.


''Waalaikum salam..'' sahut Ira dan Raga.


Mendengar suara sahutan dari pujaan hatinya, gadis itu langsung saja mengakrabkan diri dengan nya. Dengan cepat ia mendekati Raga.


''Masih ingat nggak Kakak sama aku?'' tanya gadis itu. Ia tersenyum manis menatap Raga. Raga menatap datar padanya.


''Kamu Siapa?'' Ira menoleh pada Raga saat Raga bertanya kepada gadis itu.


''Aku Arumi! Putrinya Ustadz Sofian! Calon istri kamu! Kamu ingat nggak ketika Pertama kali kamu datang kesini dulu, jika kita berdua sudah di jodohkan oleh kedua orang tua kita?''


Deg!


Deg!


Ira terkejut dengan ucapan gadis itu begitu juga dengan Raga. Raga menatap datar padanya. Begitu juga dengan Ira.


''Aku permisi!'' ucap Ira ingin segera berlalu meninggalkan Raga dan gadis yang bernama Arumi itu.


''Tunggu hunny!''


Deg!


Gadis itu terkejut dengan panggilan Raga pada gadis berhijab biru muda di depannya. Buka ia tak tau arti panggilan itu. Arumi menatap datar pada Ira. Rivalnya.


''Kamu selesaikan urusan mu dengan nya! Aku mau sama ummi dan Abi.'' Imbuh Ira dengan segera ia berbalik dan meninggalkan Raga.


''Hunny! Aku melarang mu untuk melangkah satu langkah saja dari tempat aku berdiri!'' tegas Raga menatap tajam pada Arumi.


Deg!


Ira terpaku. Ia mematung di tempat tidak bergerak sedikitpun. Gadis itu semakin terkejut melihat Ira dan Pujaan hatinya ini.


''Kak Raga! Siapa gadis itu? Bisa kamu jelaskan?'' tanya Arumi sembari berdiri tepat di samping Raga.


Raga menoleh dengan wajah datarnya. ''Kau tak perlu tau siapa gadis itu! Dan kau pun tidak berhak mendengar penjelasan tentang siapa gadis itu! Urusan dulu saat kita masih kecil, itu hanya masa lalu. Sebelum aku bertemu dengan nya. Dan ya, kau tidak berhak mendengar penjelasan apapun dariku. Karena hubungan kita tidak sedekat itu!'' ujar Raga, dengan segera ia membawa Ira pergi dengan merangkul kan tangannya ke pinggang Ira.


Ira menoleh dengan wajah datar. ''Senyum hunny.. masa' jutek gitu sih sama suami? Dosa loh..'' goda Raga dengan terus berjalan.


Sedangkan gadis yang bernama Arumi mengepalkan tangannya. ''Tidak akan ku biarkan kau bisa bersama nya! Jauh sebelum aku bersama nya, aku yang lebih dulu di jodohkan dengan nya! Siapa kau berani ingin merebut calon suami ku? Baik, mulai sekarang aku akan menjadi rivalmu dalam merebut Kak Raga darimu! Aku yakin Abi ku dan Abi mu pasti lebih setuju dengan ku dibandingkan dengan gadis buluk itu!'' ketusnya.


Dengan kesal ia menghentak kan kakinya ke tanah dan pergi ke pondok santri wanita. Sambil berjalan gadis itu terus menggerutu.


Sedangkan Ira dan Raga mereka sudah tiba di asrama khusus santri laki-laki. Pesantren yang di pilih Abi Hendra ini adalah pesantren modern.

__ADS_1


Definisi Pondok Pesantren Modern sendiri dari kata Kholaf atau Ashryah, yang kebalikan dari pesantren salaf ( Salafiyah, Tradisional ).


Pondok pesantren Modern ini memilki konotasi yang bermacam-macam. Tidak ada definisi dan kriteria pasti tentang Pondok pesantren seperti apa yang memenuhi atau patut di sebut dengan "Pesantren Modern."


Pesantren Modern ini memiliki ciri khas :




Penekanan pada bahasa Arab percakapan.




Memakai buku-buku literasi bahasa Arab kontemporer ( bukan klasik atau kitab kuning ).




Memilki sekolah formal dibawah kurikulum Diknas dan/atau dari KEMENAG dari SD/MI MTS/SMP, MA/SMA dan sekolah perguruan tinggi.




Tiba di asrama santri laki-laki, Abi Hendra dan ustadz Sofian sudah menunggu mereka. "Ini dia yang kita tunggu. Nah sekarang, kamu selama tiga tahun kedepan akan tinggal di asrama ini. Sebelum nanti Abi mu meminang anak ustad untuk menjadi menantu di keluarga besar Hariawan. Bukan begitu Nak Hendra?''


Deg!


Lagi rasa tidak nyaman itu menghampiri perasaan Ira. Raga menggenggam tangan Ira dengan erat.


Ia sengaja menyalurkan rasa sayang nya melalui genggam tangan itu. Sementara Abi Hendra dan ummi Hani saling pandang.


Mereka tersenyum namun menoleh pada Ira. Menantu mereka. ''Ehm, kalau masalah itu kita bicarakan nanti saja ustad. Untuk sekarang, biarlah putra saya menuntut ilmu disini terlebih dahulu. Masalah jodoh itu biar menjadi urusan putra saya nantinya. Karena yang akan menjalani rumah tangga ke depannya adalah putra saya,'' tegas Abi Hendra, membuat ustadz Sofian tersenyum malu.


Ummi Siti sedari tadi masih saja melihat Ira dengan raut wajah tidak suka nya. Tapi Ira tidak peduli.


Yang ia khawatirkan sekarang adalah hatinya. Hatinya sakit mendengar ucapan ustad Sofian langsung di depannya.


Salahnya juga sih, kenapa tadi mau ikut. Sekarang inilah yang terjadi. Ia harus mendengar pernyataan pahit langsung dari pemilik pondok pesantren ini.


Dan juga Putri ustad Sofian sangat ngotot ingin menerima perjodohan itu dengan Raga. Ira mengepalkan tangannya dalam genggaman Raga.


Raga merasakan jika istrinya saat ini sangat marah. Dengan segera ia menegur ummi Hani.

__ADS_1


''Ummi.. kami ke mobil sebentar ya? Barang aku ada yang ketinggalan deh kayak nya,'' imbuh Raga dengan sedikit mengkode ummi Hani.


Ummi Hani mengangguk. ''Pergilah! Sekalian bawa Ira jalan-jalan sekitar pesantren agar ia bisa tau tentang pesantren ini. Karena nantinya pun ia akan mondok juga disini,'' sahut ummi Hani dengan segera mengkode Raga untuk segera pergi.


Karena melihat raut wajah menantunya yang bertambah dingin saja setelah mendengar ucapan ustad Sofian.


''Oke. Ayo Ra..'' dengan segera Raga menarik Ira dari hadapan ke empat orang itu.


Ummi Hani melihat Ummi Siti yang tidak menyukai Ira sama sekali. ''Maaf Ummi, saya lihat dari tadi ummi tidak menyukai putri saya ya? Kalau boleh tau kenapa ya?''


Deg!


Ummi Siti terkejut. ''Ah Bu Hani. Tidak seperti itu. Ayo Bi, bawa tamu kita kembali ke rumah agar bisa nge teh dulu.'' Imbuhnya dengan segera berlalu.


Sedangkan Ira dan Raga, kini mereka sedang berada di dalam mobil. Wajah Ira begitu tidak enak di pandang saat ini.


''Hunny.. jangan salah paham akan perkataan ustad itu ya?'' pinta Raga dengan menatap lekat istrinya.


''Nggak kok. Aku nggak salah paham. Lebih baik segera kamu kembali dan biarkan aku sendiri disini. Aku butuh waktu sendiri Ragata,'' sahut Ira begitu dingin.


Raga dengan segera memeluk Ira untuk mengurangi rasa sakit di hati istrinya itu. ''Maaf Hunny.. itu hanya masa lalu. Sebelum aku mengenalmu. Sekarang aku sudah memilki mu untuk apa aku memilih gadis lain? Hanya kamu yang aku inginkan! Bukan yang lain. Jangan begini hunny.. aku sakit melihatmu seperti ini..'' lirih Raga dalam pelukan Ira.


Ia menelusupkan wajah nya di ceruk leher Ira yang tertutup hijab. Seseorang diluar mobil mereka mengepalkan tangannya.


Ia menatap tidak suka pada Ira. ''Tunggu saja kamu!'' ucapnya, ia masih berdiri di sana untuk melihat sepasang suami istri yang tidak dia ketahui statusnya.


''Lepas Kak! Ada seseorang diluar sedang menatap kita!''


''Biarkan! Aku tidak peduli. Yang aku pedulikan hanyalah kamu, hunny!'' tegas Raga.


Ira mencoba untuk melepaskan pelukan Raga yang memeluk nya begitu erat. ''Lepaskan! Calon istrimu ada diluar mobil ini! Aku tidak mau dia salah paham padaku. Dan menganggap ku adalah rivalnya dalam mendapatkan mu. Lepaskan Ragata!'' seru Ira.


Raga menulikan telinganya. ''Lepas kataku!'' sentak Ira.


Raga tetap memeluknya erat. ''Sekarang aku tanya sama kamu Kak Raga! Kamu memilih ku? Atau calon istrimu?''


''Aku memilih mu sekarang ataupun nanti! Selamanya hanya ada kamu hunny! Cup!''


''Astaghfirullah!! Ya Allah.. benar-benar kelewatan mereka!''


Eh?


💕


Apa nya yang kelewatan?


TBC

__ADS_1


__ADS_2