Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Flashback 4


__ADS_3

Sejak kejadian dua tahun lalu, Sonia semakin mengikat Ragata dengan tekanan demi tekanan yang ia berikan kepada Ragata.


Ragata sempat ingin kabur dari Sonia, tapi karena Riki memohon padanya agar Ragata tetap bertahan. Maka Ragata bertahan.


Karena Sonia selalu menekan Riki saat Ragata ingin pergi dari nya. Begitu juga dengan Ragata.


Satu kali tepuk, dua lalat mati! Inilah pepatah yang cocok untuk Sonia selama di luar negeri. Mengikat dua orang pria dari negeri yang sama dengannya dengan tekanan demi tekanan ia lakukan. Berikut dengan ancaman nya selalu menghantui Ragata dan Riki saat itu.


Mereka tidak akan selamanya di bawah tekanan dari Sonia. Sementara Sonia bebas melakukan apapun yang ia suka.


Berpesta, pulang tengah malam, sering mabuk dan tidur dengan sembarang lelaki. Dan sialnya Ragata, apartemen miliknya bersebelahan dengan Sonia.


Entah darimana wanita ular itu tau jika Ragata tinggal di kawasan itu. Dengan mudahnya ia bisa masuk dalam kawasan apartemen itu.


Riki dan Ragata berencana untuk menyelidiki Sonia sedikit demi sedikit. Demi bisa pulang ke negara tercinta, mereka berdua banting tulang untuk mengumpulkan uang dan menyewa seorang detektif untuk mengikuti keseharian Sonia.


Dan sedikit demi sedikit bukti Raga kumpulkan dibantu oleh Riki. Semua kelakuan bejat Sonia selama di luar negeri terungkap karena penyelidikan Riki dibantu seorang detektif yang mereka sewa tanpa sepengetahuan Sonia.


Riki rela letih siang malam untuk mencari bukti buat Ragata. Demi menebus rasa bersalah nya kepada Ragata karena telah mengatakan kelemahan Ragata adalah Ira. Sang istri tercinta.


Hingga bukti akan terkumpul semua, Ragata terjebak oleh kelakuan Sonia. Sonia sengaja menjebak nya di apartemen milik Raga dengan memberikan Ragata obat perangsang.


Sonia pikir, jika menjebak Ragata seperti itu bisa berhasil mengunci Ragata agar tetap bersamanya.


Sonia salah, Ragata tau semua kelicikannya. Hingga Raga menghubungi Riki yang sedang bekerja malam dirumah sakit di sekitaran apartemen mereka, untuk mencari penawar obat perangsang.


''Astaghfirullah... aku tak menyangka jika Sonia semakin nekad Seperti ini! Sabar Ga! Bukti akan terkumpul semua saat informan kita sudah mengetahui siapa pelaku yang sudah menghamili Sonia! Cih! Dasar wanita ular! Rugi sekali aku memberikan keperjakaan ku padanya! Cih! Bisa-bisanya aku tergoda dengan tubuh bekas itu!'' ketus Riki begitu kesal.


Sementara Ragata tidak bisa berbicara karena masih dalam pengaruh obat perangsang dosis tinggi yang sengaja Sonia berikan padanya.


Lima belas menit kemudian, obat penawar dari Riki baru ada gejala nya. Sedikit demi sedikit hawa panas di tubuhnya berkurang.

__ADS_1


Namun semua itu tak berlangsung lama. Setelah Riki pergi kembali untuk bekerja, Sonia masuk ke apartemen Ragata dengan membobol kunci card nya.


Ragata terkejut melihat itu. Dengan segera ia memasang kamera ponsel miliknya secara diam-diam. Di tempat yang tidak di ketahui oleh Sonia.


Setelah nya, Raga mengambil satu buah obat tidur agar ia bisa terlelap tanpa tau apapun yang terjadi.


Karena inilah tujuannya. Ia mencari bukti untuk menuntut balik Sonia agar wanita ular itu jera karena telah mengancamnya selama dua tahun ini.


Dengan segera Ragata merebahkan dirinya di ranjang dan menyelimuti seluruh tubuhnya yang masih ada gejala kepanasan tinggal sedikit lagi.


Sebelum nya, Ragata sudah meletakkan ponsel di tempat tersembunyi agar Sonia tidak tau.


Saat Sonia masuk, obat tidur yang Ragata belum bereaksi. Ragata bisa melihat apapun pekerjaan Sonia di dalam kamar nya.


Sonia membuka seluruh bajunya hanya tersisa CD saja. Raga memejamkan kedua matanya.


Sedikit demi sedikit Raga sudah merasakan pusing di kepala nya. Ia merasakan jika tempat tidurnya bergoyang. Pertanda jika Sonia merangkak naik ke ranjang dan akan tidur bersama nya.


Tubuh Ragata yang lemas karena efek obat tidur tidak bisa berbuat banyak selain menarik kepala Sonia dengan pandangan semakin mengabur.


Braaakk..


Sonia membalik tubuh Ragata hingga menimpa tubuh nya. Dengan cepat Sonia melucuti semua pakaian Ragata dengan begitu terburu-buru.


''Lepaskan Sonia! Sial! Aku tidak sudi menyentuh tubuh ja laang mu itu! Aku membenci mu Sonia! Sangat membencimu!'' ucap Ragata dengan suara semakin lirih.


Matanya berkunang-kunang, semakin Lama semakin buram. Ragata menggeleng kan kepalanya berusaha agar tetap sadar. Namun pengaruh obat tidur itu begitu mendominasi.


''Tenang sayang... kamu akan seutuhnya menjadi milikku! malam ini kita akan menghabiskan waktu bersama! Agar aku dengan segera bisa mengandung anakmu! Agar kamu terlepas dari wanita sialan itu! Selamanya kamu akan menjadi milikku!'' Bisik Sonia di telinga Ragata.


Pandangan Ragata semakin buram tak tau harus berkata apa lagi. Posisi mereka saat ini begitu intim.

__ADS_1


Dengan Ragata mengukung tubuh Sonia tanpa pakaian sama sekali. Hanya tersisa CD saja yang belum terbuka.


Sementara Sonia? Dasar Ja laang, ia sudah polos terlebih dahulu.


Cekrek!


Cekrek!


Suara itu samar-samar Ragata dengar. ''Seperti suara kamera ponsel?'' gumam Ragata dengan mata yang semakin erat terpejam.


Sonia semakin gencar memeluk tubuh Ragata dari bawah. Terlihat seperti Ragata sedang menggagahi Sonia. Ragata sadar akan posisi itu.


Namun karena efek obat tidur yang ia minum akhirnya berpengaruh juga. Ragata jatuh ambruk di atas tubuh Sonia. Melihat tubuh Ragata tak bereaksi seperti keinginan nya, Sonia menggerutu kesal.


Ia juga begitu kepayahan ketika menggeser tubuh Ragata. Sonia mengumpat kesal.


''Dasar tak berguna! Isshh. berat amat sih nih badan?! Hisshh... sia-sia aku memberikan nya obat perangsang dosis tinggi. Kalau akhirnya tumbang seperti ini! Ck! Berat amat sih?!'' gerutu Sonia lagi.


Ia berusaha sekuat mungkin untuk menggeser tubuh tegap Raga. Setelah Raga bergeser kesamping, Sonia bernafas lega.


Ia terengah-engah karena menggeser tubuh tegap Raga. Sonia bangkit dan menuju Ponsel miliknya. Ia tersenyum saat ponsel itu otomatis merekam dan menfoto setiap perbuatan mereka.


Dengan segera Sonia mengumbar gambar itu ke media sosial milik nya. Sonia menulis disana, Jika Dokter Ragata Hariawan dengan tega telah menodainya.


Dan juga saat ini, ia sedang hamil anaknya. ''Selesail!!'' ucap Sonia dengan tersenyum manis.


''Jika aku tidak mendapatkan mu dengan cara memiliki mu seperti itu. Maka cara keduaku adalah menyebarkan video dan gambar kita di media sosial. Agar akan ada yang datang untuk segera menikahkan kita berdua! Dan akhirnya... wanita itu tersingkir kan! hahaha... inilah balas demdamku untukmu Ragata... hahaha .. Kamu salah berhadapan denganku Ragata! Kamu bukanlah lawan ku! Ck! Sangat payah! Bisa-bisanya dia minum obat tidur! Ishh... tapi tak apa. Aku punya cara keduaku untuk bisa mengikatnya lebih erat lagi! Sonia dilawan! Hahahaha...'' tawa Sonia menggelegar di seluruh kamar apartemen milik Ragata.


Sedangkan ponsel milik Ragata padam seketika setelah Sonia selesai berbicara. Dengan tidak tau malunya, Sonia kembali tidur di ranjang yang sama dengan Ragata agar usaha menjebak Ragata ke esokan harinya berjalan sesuai rencana nya.


💕💕💕💕💕

__ADS_1


Yuhuuu... jangan lupa kembangnya buat othor ye? Agar othor semakin rajin update nya! 😁😁😘😘


__ADS_2