Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Kemarahan Ragata


__ADS_3

Raga menatap Dita dan Ratna dengan tajam. Aura membunuh yang Raga tunjukkan membuat dua gadis itu ketakutan.


Melihat wajah Raga kembali merah padam, membuat nyali mereka menciut. Nyali yang tadinya berani ingin mencekik Ira, malah tidak jadi.


Ratna tidak berani menatap Raga saat ini. Begitu menyeramkan! Sama seperti kejadian masa lalu, dimana Ira pernah mereka buly dan dipukul pipinya hingga terhempas ke meja.


Bukan hanya Rania pelakunya, ternyata Dita dan Ratna ikut andil disitu. Sayangnya, pihak sekolah tidak ada yang berani menegur mereka, hingga Raga memilih jalan lain.


Yaitu dengan cara melaporkan ayah mereka agar di pecat sebagai pengajar disana. Mengenang masa lalu itu, Ratna semakin ketakukan.


Raga menatap dingin pada kedua gadis itu yang juga saat ini sedang menatapnya. "Berani sekali kau mengatai istriku seorang pengganggu?! Berani sekali kau mengatakan jika dia seorang ja laaang?! Siapa kau berani menghina nya! Siapa kau berani menggurui ku dalam hal berbuat? huh?! Kau siapa?! Apakah kau kerabat ku?! Hingga kau berani berbuat sesukamu?! Apakah kau adikku?! Apa kau orang terdekat ku?! Apa kau istriku?!!!?? huh?!'' pekik Raga begitu melengking di dalam mobil miliknya itu.


Nafasnya memburu. Ira tidak bisa berbicara, karena rasa sakit di kepalanya begitu terasa saat ini.


Ia mencoba menyandarkan kembali tubuhnya ke dinding mobil mereka. Semua itu tidak luput dari perhatian Raga.


Walau ia berbicara kepada kadal betina yang kegatalan itu, tapi matanya tetap awas memperhatikan Ira yang sedang menahan sakit di seluruh tubuhnya akibat perlakuan dua kadal betina itu.


''Siapa kau berani mengajariku huh?! Siapa kau ikut campur dalam setiap masalahku?! Belum cukupkah selama setahun kau dan antek-antek mu menyusahkan istriku, huh?! Siapa kau berani menghina nya?! Sedang aku saja tidak pernah sekalipun menghina nya! Siapa kau berani ingin mencelakai nya, Sedang aku selalu menjaganya sepenuh hatiku! Kami pasangan halal! Kami berdua sudah menikah sejak sepuluh tahun yang lalu! Kami sah secara hukum dan agama! Dimana nya kami melakukan kesalahan?! huh?! Bren*sek!!"


Deg!


Deg!


Ira terkejut mendengar makian Raga untuk kedua gadis itu. Wajah Raga merah padam. Tangannya terkepal erat menahan rasa amarah yang sedang begitu membuncah di dadanya.


Matanya nyalang menatap duo kadal betina itu, tanpa di duga tangan Raga bergerak mencekik leher kedua wanita itu.


Rafa menjadi kakap saat melihat Ira semakin meringis memegangi perut bawah nya. ''Ingin sekali aku mencekik kalian sampai mati, agar aku puas kare na telah membunuh kalian berdua! Tapi aku masih punya otak! Aku tidak mau mengotori tangan halus ku dengan cara membunuh kalian berdua! Ini sebagai pelajaran untuk Kau Dita dan juga kau antek-antek nya!'' Ucapnya pada Dita dan Ratna.


Mereka semakin ketakutan kala merasakan cengkraman tangan Raga di leher mereka semakin kuat.


''Ku ingatkan sekali lagi pada kalian berdua! Jangan sekali-kali mengusik ku dan juga istriku! Jika kau berani melakukannya, maka tunggulah pembalasan dariku! Kalian akan mati membusuk di penjara Jika Sampai menyakiti seujung kuku istriku! Jika aku tidak mengingat kau juga wanita, sama seperti istri dan ummi ku! Maka kupastikan malam ini juha, jenazah kalian akan hanyut di tengah laut dan dimakan oleh paus! Tapi itu belum cukup untuk kalian berdua! Kalian berdua telah berani melakukan kesalahan dengan cara memukul pipi istriku di meja hingga pipi itu memar karena ulah kalian berdua! Jika aku tidak memikirkan reputasi ku sebagai seorang dokter kandungan, Maka saat ini juga aku akan merusak rahim kalian agar kalian tidak memilki keturunan sampai kapanpun! Dan itu balasan yang cocok bagi orang yang dulu pernah menyakiti istriku dengan di sengaja di dalam kelas bersama Rania, Nessa, Santi dan kau berdua!''


Ddduuaaarrr...

__ADS_1


Tersentak duo kadal betina itu karena ucapan Raga. Raga melepaskan tangannya dari leher wanita itu yang tertutup hijab.


Saking geramnya Raga tidak sadar jika Ira sudah pingsan. ''Ingat kata-kata ku! Mulai malam ini, jangan berani lagi kalian berdua berani muncul dihadapan ku! Jika sampai itu terjadi, maka kalian akan tau akibatnya! Camkan itu! Sekarang turun! Kedua orang tua kalian sudah menunggu kalian!''


Deg!


Dita dan Ratna saling pandang. Mereka menoleh keluar jendela mobil Raga. Benar saja, kedua ayah mereka sudah menunggu dengan aura yang begitu menyeramkan.


Tanpa berani berkata-kata, Ratna dan Dita bergegas turun. Tiba di depan kedua ayah mereka,


Plaak


Plaak..


Terdengar suara dua kali tamparan. Raga menoleh keluar jendela, terlihat Ratna dan Dita sedang menangis.


Mereka tidak tau saja, jika kedua paruh baya itu bekerja pada Raga. karena Raga lah yang menolong mereka disaat keluarga mereka hancur dan terlilit hutang.


Raga lah dewa penolong kedua paruh baya itu. Ayah Ratna bekerja sebagai satpam di HDS group, sedangkan ayah Dita bekerja sebagai satpam Shif malam dirumah sakit Raga bekerja saat ini.


''Ayah malu dengan kalian berdua! Jika bukan karena Dokter Raga, mungkin saat ini kita sudah kelaparan dan tidur di jalanan?! Dasar tidak tau diri! Malu aku, memilki putri seperti mu! Sudah dikasih hati tapi minta tulang! Ayo pulang!'' ketus ayah Ratna.


''Terserah apapun itu! Yang jelas kedua anak tidak tau diri ini telah membuatku malu pada dokter Raga! kau tau anak sialan?! Biaya pengobatan ibu mu dan biaya kuliahmu itu kau pikir dari siapa huh?!'' seru ayah Ratna begitu marah.


Ratna dan Dita menunduk bersama. Raga yang sempat mendengar ucapan ayah Ratna tadi tertawa.


Ia tertawa ngakak di dalam mobil miliknya hingga menyadarkan Ira. Ira menatap terkejut pada Raga yang sedang tertawa.


Sementara diluar mobil mereka, terlihat dua paruh baya itu sedang mengomel pada dua gadis yang sedang tertunduk itu.


''Hah! Ayo pulang! Mulai besok, kalian berdua Kami skor uang jajan dan tidak kami ijinkan lagi pergi kemana pun! Ayo Wan! Abang harus minta maaf pada Dokter Raga besok gara-gara gadis sialan ini!'' Pak Dahlan menoyor kepala Ratna hingga gadis itu limbung kesamping.


Perlakuan yang sama pun di dapatkan oleh Dita. Bahkan ia lebih parah. Sudah ditampar, di cekik lagi sama ayahnya.


Tidak ada maksud untuk membunuh, hanya untuk memberi pelajaran dan peringatan kedua saudara sepupu itu.

__ADS_1


Ya, Ratna dan Dita mereka berdua saudara sepupu. Karena Pak Iwan dan Pak Dahlan adik Abang.


Raga tau itu. Makanya tadi saat di perjalanan ia sengaja mendial dua nomor itu sekaligus saat sedang menyetir mobil dengan pelan.


Dan disaat itulah Dita memarahi Ira. Semua itu terdengar jelas di telinga dua paruh baya itu.


Mereka terkejut saat Dita membentak istri direktur di HDS group dan juga di rumah sakit Harapan bangsa milik Raga.


Dengan segera mereka ijin dan keluar bersama dan mengikuti titik dimana arah mobil Raga berada.


Melihat dua orang gadis itu menunduk sambil menangis, Raga tersenyum. Ternyata mereka dua orang tua yang tegas terhadap anak yang melakukan kesalahan.


''By??''


''Hunny! Sudah bangun? Alhamdulillah.. maaf jika tadi aku sengaja membiarkan mu pingsan untuk sesaat. Guncangan di perutmu itu sangat berbahaya jika tadi aku bertindak gegabah. Maaf ya? Kita pulang?''


Ira mengangguk patuh. Dengan segera ia bergeser duduk ke depan melalui celah sempit di dalam mobil itu.


Setelah Ira duduk, Raga kembali melajukan mobilnya. Sesekali terdengar seperti suara.


Sreeeettt..


Greek..


Sreeeettt..


Kraakk


Kraaakkk..


Ira dan Raga saling pandang, kemudian tertawa-tawa. ''Kayaknya kamu harus beli mobil baru, By!''


Raga mengangguk setuju. ''Ya, tapi tak apa. Mobil ini sudah tua! Sudah sepantasnya ganti dengan yang baru!'' Raga terkekeh begitu juga dengan Ira.


Sepanjang perjalanan pulang mereka, di isi dengan suara gelak tawa dari pengantin usang rasa baru itu karena mobil mereka rusak kap depan dan bagian belakang mobil itu.

__ADS_1


💕💕💕💕💕


Hahaha.. gimana jadinya itu? 🤣🤣🤣


__ADS_2