
Ira berulang kali disadarkan. Minyak kayu putih, sudah semerbak memenuhi ruangan mushola itu.
Waktu sudah Maghrib, tapi Ira belum juga sadar. Suara sahut menyahut di seluruh penjuru sudah terdengar.
Begitu juga dengan Ragata. Tubuh tegap berisi itu, jatuh lunglai tak berdaya di lantai. Wajahnya begitu sembab dan pucat.
Ummi Hani tidak sanggup melihat nya. Dengan segera ia memindahkan kepala Raga ke pangkuan nya.
''Ambilkan minyak kayu putih, punya ummi By. Ada diluar, di meja tempat kita duduk tadi. hiks. Bangun Nak.. jangan lagi seperti ini.. cukup sudah kamu terkuak nak.. ya Allah.. kenapa putraku harus merasakan sakit yang tiada Tara di dalam rumah tangga nya. Begitu berat ujian yang Engkau berikan hingga membuat putraku tak berdaya seperti ini.. hiks.. ampuni segala dosanya..'' lirih ummi Hani dengan terus terisak.
Abi Hendra datang dengan membawa minyak kayu putih. Dengan segera, ummi Hani mengoleskan di hidung, pelipis, dan tengkuk Ragata.
Dengan tangan bergetar, tangan tua ummi Hani terus mengoleskan kayu putih itu di seluruh tubuh Raga.
Sakit saat melihat putra tersayang harus terluka karena ujian rumah tangga nya. Sangat sakit.
Namun ia bisa apa? Sementara dirinya dulu juga mengalami hal itu.
Seperti saling berkaitan. Jika yang satu sedang sakit, maka yang lainnya pun ikut merasa kan sakit.
__ADS_1
Raga memukul dada karena sesak, Ira pun demikian. Leher Raga seperti dicekik, begitu juga dengan Ira.
Dua tubuh, dua hati satu jiwa.
Mereka berdua saling merasakan sakit yang sama. Sakit yang tiada Tara.
''Hunny...''
''By...''
''Jangan pergi... jangan pergi... cukup sampai disini saja.. cukup delapan tahun yang lalu aku kehilanganmu. Sekarang tidak lagi..''
''Aku tidak pergi Hubby! Aku tetap bersamamu. Selamanya akan bersamamu. Tapi... untuk sementara, biarlah seperti ini. Pulihkan hatimu. Sucikan tubuhmu dari setiap sentuhan wanita itu. Kembalilah seperti dulu. Tunggu aku kembali setahun lagi. Aku tetap milikmu. Selamanya akan tetap seperti itu. Jika kamu ingin aku tetap bersamamu, bertaubat lah! Aku harus pergi. Tugasku sudah menantiku. Aku pergi, Hubby. Assalamualaikum...''
''Aku akan kembali sayang. Selamanya aku akan tetap menjadi milikmu. Untuk sekarang, memang inilah jalan takdir yang harus kita lalui. Berubah lah ke arah yang lebih baik lagi. Semua musibah ini memiliki tujuan yang satu. Yaitu mendidik kita agar lebih kuat lagi dalam menjalani biduk rumah tangga kita nanti. Kamu harus kuat ya? Ingat pesanku! kamu harus kuat. cup. Aku pergi sayang.. tunggu aku kembali...''
''Tidak! Tidak! Jangan lagi! Jangan lagi Hunny! Tidaaaaakkk...'' pekik Ragata, membuat ummi Hani terkejut.
Minyak kayu putih di tangan ummi Hani sampai terlempar ke atas saking terkejutnya. Dan menimpa kepala Abi Hendra.
__ADS_1
Pluk!
''Astaghfirullah! Aduhh.. sakitnya... ummiii..'' ucap Abi Hendra dengan menggosok kepalanya berulang kali.
Rayyan terkekeh melihat Abi Hendra meringis menahan sakit. Sementara Ira pun juga seperti itu.
Ia tersentak dari tidurnya dan langsung terduduk. Seorang ustadzah pimpinan rombongan itu terkejut bukan main.
''Hubby..''
''Hunny..''
Ira dan Ragata seperti orang linglung. Mereka dipertemukan melalui alam bawah sadar. Alam mimpi.
Semua yang ada disana terdiam melihat tingkah sepasang anak manusia yang saling terpaut itu.
Dua hati satu jiwa yang sudah menyatu. Saling terikat dan saling merasakan sakit dengan satu sama lainnya.
💕💕💕💕💕
__ADS_1
Kalau sanggup nanti othor lanjut lagi.
Noh, othor udah crazy up. Jangan lupa kembang nya untuk othor ye? hihihi..