
Tiga tahun berlalu.
Saat ini mereka sedang berjalan di taman merdeka kota Medan. Sedari dulu kedua anaknya sangat ingin datang kesana.
Kedua anak kembar itu sedang bermain-main di lapangan merdeka yang begitu luas di kota Medan.
Ummi Hani dan Abi Hendra yang mengawal kedua bocah aktif itu. Sementara Raga sedang membeli makanan ringan yang Ira inginkan.
Yaitu es Boba yang sedang trend nya saat ini. Dari kejauhan terlihat Zafa dan dokter Zidan menghampiri Abi Hendra dan ummi Hani.
Mereka membiarkan kedua anak mereka untuk bisa lebih akrab. Untuk kedepannya, mereka berdua akan saling berhubungan.
Bukan hanya sebagai sahabat, tetapi juga sebagai calon besan. Karena Ira dan Ragata sudah sepakat untuk menerima lamaran dari dokter Zidan dan Zafa untuk meminang putri tunggal mereka yang bernama Ziara. Yang sering dipanggil dengan Zizi.
''Hunny...'' panggil Raga
Ira menoleh dan tersenyum, ''Ada es nya?'' tanya Ira, ia celingak-celinguk mencari es Boba keinginan nya itu.
Raga tersenyum, ''Ada. Tuh!'' tunjuk Raga pada gerobak yang sedang berjalan menuju lapang merdeka diikuti sdengn seorang petugas taman merdeka itu.
Ira tercengang melihat itu. ''By?? Kenapa kamu bawa gerobaknya kesini sih?! 'Kan yang aku mau minumannya! Bukan gerobaknya!'' ucap Ira sambil memaksa berdiri dengan kepayahan.
Raga memegangi kedua tangan nya. ''Sabar hunny. Kamu itu lagi hamil tua loh..'' tegur Raga.
Ira berdecak sebal. ''Siapa juga yang bilang aku lagi hamil muda?! Ya iyalah Kak Ragaaaa.. aku memang lagi hamil tua, gimana sih?!'' ucap Ira begitu kesal.
Ia gemas sendiri dengan kelakuan suami tercintanya ini. Bibirnya manyun kayak bebek. Raga terkekeh.
''Sengaja aku bawa gerobak itu kesini agar kamu dan yang lain juga bisa menikmati nya. Iya kan?? Bukankah ketiga adikmu juga akan kesini? Nah.. itu mereka! Panjang umur nya!''
''Kakak!!'' panggil Nara dan Algi secara bersamaan.
Rayyan mengikuti mereka dari belakang dengan terkekeh-kekeh melihat kedua adik kembarnya itu begitu kegirangan ketika bertemu Ira.
''Assalamu'alaikum, adek.. ishh... berulang kali di ajarin, masih aja sama!'' sewot Ira.
__ADS_1
Nara dan Algi nyengir kuda. ''Hehehe... maaf atuh, Kak! Iya deh.. assalamualaikum kakakku yang cantik ... manis.. baik hati.. banyak duit.. beliin adek es Boba ya? ya? ya?'' ucap kedua saudara kembar itu, membuat Ira melototkan matanya.
Ragata tertawa terbahak hingga kepalanya mendongak ke atas. Mendengar suara Ragata tertawa, semua yang di tengah lapangan itu menoleh padanya dan tersenyum kemudian terkekeh karena telah menyadari apa penyebab tertawa Raga yang begitu nyaring.
''Abang!! Es Boba!!!'' seru Algi pada Ragata.
Raga mengangguk, ''Tentu, adek mau yang mana? Biar dibuatkan sama uwak ini.'' Kata Raga pada Algi.
Sedang Nara sibuk mengusap perut Ira yang begitu besar sekarang ini. Nara menoleh pada Ira.
''Keponakan aku ini, kembar lagi ya kak??'' tanya Nara masih dengan mengelus perut Ira yang semakin kencang.
''Ya, sama kayak kamu! Perempuan!''
''Iyakah??''
''Iya Nara... adek kakak yang manis dan saaangggaatt baik hati ini. Calon keponakan kamu ini perempuan. kalau nggak percaya, tanya bang Raga!'' kata Ira pada Nara.
Nara berlari mendekati Raga. ''Abang!!'' panggil Nara dengan menarik baju Raga.
Nara menggeleng, ''Adek mau nanya, beneran ya kalau calon keponakan adek perempuan?? Dua-duanya??'' tanyanya dengan binar mata terang yang mirip sekali seperti Annisa.
Raga terkekeh, ''Ya, calon keponakan kamu itu perempuan! Sama seperti kamu! Pasti cantiknya akan seperti kamu nanti!'' katanya pada Nara
Nara tersenyum lebar. Begitu senang hatinya saat mengetahui jika anak yang dalam kandungan Ira adalah perempuan.
Sama sepertinya.
Sementara Ira, sedang enak-enak nya menyesap es Boba sambil makan gorengan, tiba-tiba ia merasakan mulas yang begitu kuat.
Ia memejamkan kedua matanya. Rayyan yang sedang menyeruput es Boba nya terkejut. Ia sampai tersedak melihat Ira meringis dan menahan sakit dengan mencengkeram kedua tangannya.
''Kakak! Kakak sakit? Mau melahirkan??'' tanya Rayyan begitu panik.
Ira tidak menyahut, tetapi anggukan kepala nya mengiyakan ucapan Raga. ''Aduhh!! Bang Raga jauh betul disana. Di tengah lapangan! Allahuakbar! Ssssttt...'' Rayyan meringis saat merasakan cengkraman tangan Ira begitu erat di lengannya.
__ADS_1
''Abang panggil bang Raga dulu ya?'' kata Rayyan, ia mencoba melepaskan tangganya dari cengkraman Ira.
Tapi Ira menahan nya. ''Antar kakak kerumah sakit. Kamu bawa mobil kan?? Sssstttt...''
Raga mengangguk, ''Ya, sebentar! Abang Carikan kursi roda dulu di sekitar sini agar bisa membawa kakak. Abang nggak kuat bopong kakak. Jaraknya jauh, sabar ya?'' kata Rayyan dengan lembut pada Ira
Ira mengangguk.
Dengan segera Rayyan berlari ke arah kiri karena melihat ada seorang nenek yang didorong menggunakan kursi roda.
Dan sekarang, sedang di dudukkan di kursi taman lapangan merdeka itu. Rayyan tiba di depan seorang wanita paruh baya dengan nafas ngos-ngosan.
''Hosshhh.. hossshh.. emmhh.. assalamualaikum Bu.. boleh saya pinjam kursi rodanya? Kakak saya mau melahirkan! Sedang suaminya itu sedang di tengah lapangan? Bolehkah saya meminjamnya? Setelah ini saya kembalikan lagi?'' ucap Rayyan sembari mengatur nafasnya yang masih memburu.
Ibu-ibu itu mengangguk, ia terpaku pada seseorang yang sedang di tengah lapangan sana.
''Hendra .. Hani...'' ucapnya dengan suara lirih.
Rayyan mengernyitkan dahi nya. ''Bawalah. Biar nanti ibu yang katakan hal ini kepada mereka. Ibu kenal mereka kok. Mereka berdua itu sahabat ibu. Pergilah!'' titahnya pada Rayyan.
Dengan cepat, Rayyan mendorong kursi roda itu sambil memegang ponsel menghubungi Raga yang semakin jauh ke tengah lapangan.
''Halo Bang! Balik cepat! Kakak mau melahirkan! Ini Abang lagi bawa kakak kerumah sakit. Ayo!'' serunya dengan nafas memburu.
Raga membantu. Ia menoleh nan jauh di tepi taman sana, Ira sedang di papah Rayyan untuk didudukkan di kursi roda.
Dengan sigap ia berlari tanpa mengabari ummi Hani. Ummi Hani terkejut melihat Raga berlari seperti itu.
''Raga!!! kamu mau kemana???'' seru ummi Hani, Raga tak menoleh tapi semakin berlari.
Ummi Hani menjadi panik saat melihat Ira di dorong dengan kursi roda oleh Rayyan. ''Astaghfirullah!! Abiii!!! Ira mau melahirkan!!!''
''Apa?!?!''
💕
__ADS_1