
Ira sudah sadar satu jam yang lalu. Kini mereka berdua sedang makan di kantin rumah sakit.
Semua yang duduk disana merasa segan. Melihat itu Raga berdehem, agar mereka bersikap biasa saja sebelum kejutan untuk sang istri terlaksana.
Sontak semua yang disana kikuk. Mereka sesekali menatap Ira dan juga dokter Raga. ''Kalau Makan itu, jangan liatin terus! nggak konsen saya!'' ketus Raga.
Ira menoleh, ''Eh, apa By?'' tanya Ira sambil menoleh pada Raga.
''Ehem, tidak ada apa-apa, hanya semut kecil. Bikin rusuh!'' ketus Raga, tapi tersenyum menatap Ira.
''Semut? Mana ada semut disini By? Kamu ngacol ah!'' Raga tertawa.
Setelah nya mereka berdua kembali makan. Dan juga Susana kantin kembali seperti semula.
Karena sudah mendapatkan ultimatum dari Raga membuat semuanya tak berani membantah lagi.
Selesai makan, Ira kembali pulang kerumah mereka untuk istirahat. Karena nanti makan Raga akan membawanya ke suatu tempat.
Ada acara katanya. Ira menurut saja tanpa. bertanya sedikit pun.
Tiba dirumah, Ira langsung saja beberes. Membersihkan rumah, mengepel dan menyiram bunga di taman belakang rumah mereka.
Hingga pekerjaan itu selesai, Ira masuk untuk istirahat. Ia tidur dibawah ranjang mereka hanya beralaskan karpet buku tebal milik Raga.
Sore harinya.
Raga pulang setelah berhenti di sebuah showroom mobil untuk mengambil mobil pesanan nya.
Segala surat menyurat telah usai. Tubuhnya begitu lelah. Tapi mengingat Ira, rasa lelah itu tiba-tiba menguap entah kemana.
Raga membuka pintu rumahnya dengan kunci serap. Masuk kerumah, rumah mereka begitu sunyi.
Tidak terlihat keberadaan Ira. Kaki jenjangnya melangkah langsung masuk ke kamar, setelah tadi membuka sepatu terlebih dahulu.
Ceklek!
Pintu kamar terbuka. Pandangan pertama yang terlihat adalah Ira yang sedang tidur begitu lelap.
Rambut hitam panjang tergerai. Baju tidur bermotif hello kitty dengan celana pendeknya, membuat Ira begitu cantik saat ini Dimata Raga.
Raga tersenyum. Ia mendekati Ira dan meletakkan tas hitam serta jas putihnya di kaki ranjang.
Setelah itu, ia pun ikut merebahkan diri di samping Ira. Sebelumnya, rambut Ira ia naikkan ke atas agar tidak terjepit tangannya nanti saat bangun.
Raga menyurukkan wajahnya di leher bagian belakang Ira. Entah kenapa, bau Ira sangat Raga sukai.
Wangi yang begitu menenangkan hingga lama kelamaan mata itu ikut tertutup menyusul Ira.
Dua jam kemudian.
Triing..
Triing..
Triing..
Suara dua ponsel berdering dengan nyaring. Ira terkejut. Ia langsung terduduk saat mendengar suara ponsel itu.
Sementara Raga masih tidur dengan lelapnya. Ira belum sadar, jika Raga berada disampingnya.
Raga menggulung rambutnya keatas membentuk sanggul. Setelah itu ia mengambil kedua ponsel yang terletak tak jauh dari tempat mereka tidur.
Ira menatap bingung pada ponsel milik Raga. ''Kak Raga sudah pulang? Tapi dimana orangnya?''
Triing..
''Astaghfirullah!! Haisshh.. ih ummi! ngagetin aja!'' sungut Ira dengan segera ia menggeser tombol hijau dan terlihatlah wajah ummi Hani.
__ADS_1
''Assalamu'alaikum, nak..''
''Waalaikum salam, ummi.. ada apa ummi?''
''Kamu belum bersiap? Ini udah jam enam loh.. kita 'kan harus pergi ke suatu tempat? Mana Raga? Tadi jam empat sore ia udah pulang.''
''Kak Raga?''
''Ehhmmm.. apa hunny.. kakak disini.. bobok lagi sini.'' ucap Raga sambil menarik lengan Ira hingga jatuh menimpa tubuh Raga.
''Eh, eh, eh, Kak Raga! awas ih! ummi nelpon ini. Kita 'kan harus pergi? Udah jam enam loh- hah?! jam enam?! Astaghfirullah!! aku belum sholat ashar! bangun Kak!!'' seru Ira sambil memaksa Raga duduk.
Raga masih santai saja dia. La wong, saat pulang tadi sempat mampir di mesjid untuk sholat ashar.
''Masih lama hunny... kakak masih ngantuk loh.. berat banget ini mata!''
Ummi Hani menggeleng kan kepalanya. ''Ragata Hariawan! Bangun kamu!''
Deg!
Klep, klep.
Mata Raga terbuka sempurna, namun masih linglung. Ira terkekeh begitu juga dengan ummi Hani.
''Bangun nak.. rumah sakit sedang menunggu kita saat ini! Ayo bangun, Ragata!''
''Iya ummi, ini aku bangun! Ayo hunny kita mandi dan bersiap!'' imbuhnya setelah berhasil loading.
''Oke. Ummi tutup. Assalamualaikum..''
''Waalaikum salam...'' sahut kedua nya.
Dengan segera mereka berdua masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan tubuh mereka untuk sholat Maghrib sebentar lagi.
Suara dengungan merdu baru saja sahut menyahut di seluruh penjuru. Raga dan Ira sudah bersiap untuk sholat Maghrib.
''Assalamu'alaikum warahmatullahi..''
Sholat Maghrib selesai mereka laksanakan. ''Bersiaplah hunny. Kakak tunggu di bawah ya?''
''Ya,'' sahut Ira.
Dengan segera Ira bersiap. Ira memakai baju berwarna pink muda bermotif kupu-kupu. sedangkan hijabnya berwarna pink polos. Begitu juga dengan niqobnya.
Baju itu sengaja Ira beli khusus untuk acara ini. Tadi, ketika ia pulang sempat melihat baju itu.
Mumpung uangnya pun cukup, Ira segera membelinya. Setelah siap, Ira turun ke bawah dimana Raga sudah menunggunya di sofa ruang tamu mereka.
''By?'' Raga menoleh
Deg, deg, deg..
Raga menatap Ira tak berkedip. Ira terkekeh. ''By!'' panggil Ira.
''Hah?? Iya ayo! Sampai pangling aku liatin kamu hunny! Untungnya memakai niqob! Jika tidak, kakak tidak rela berbagi kecantikan mu dengan yang lain!''
Ira terkekeh. ''Ayo ah! Nanti terlambat loh..'' tegur Ira
Raga terkekeh, ''Jika tidak sedang ada acara, saat ini pasti kamu kakak lirih di kamar hunny! Ayo, sini kakak pakaikan niqobnya.'' kata Raga.
Dengan senang hati Ira memberikan nya. ''Sudah. Ayo Ratuku!''
Ira terkekeh kecil, ''Tentu Rajaku!'' balas Ira.
Mereka berdua terkekeh bersama sambil berjalan bergandengan tangan. Tiba di depan pintu, lagi Raga tercengang melihat sepatu hak tinggi milik Ira.
''Ini?'' Ira tersenyum.
__ADS_1
''Itu pemberian kamu dulu Rajaku! Saat kamu menikahi ku! Masih ingat?''
''Iyakah? Seingatnya, cuma ummi yang tau dan juga ummi yang membelikan seserahan untukmu. Bukan kakak hunny. Jadi wajar, kalau kakak tidak tau.'' imbuh Raga sambil memasangkan heels setinggi lima centi itu di kaki Ira.
''Cantik! Sangat cantik! Kakak harus berterima kasih sama ummi tentang ini. Ayo!'' ajak Raga. Ira mengangguk, dengan segera mereka berdua masuk ke mobil menuju tempat tujuan.
Cukup tiga puluh menit saja mereka sudah tiba. Ira sempat tertegun melihat lokasi dibelakang rumah sakit mete sudah dihias begitu cantik saat ini.
Raga menyentuh tangan Ira saat melihat Ira tercenung menatap halaman belakang rumah sakit mereka.
''Hunny.. ayo! Ummi usah nunggu kita di dalam.''
Ira mengangguk patuh.
Mereka berdua turun dari mobil. Baru selangkah Ira berjalan, suara kembang api terdengar dari atas atap rumah sakit.
Ira terkejut, ia mendongak keatas. Matanya melotot melihat tulisan yang ada disana.
~ IRA SARASVATI HOSPITAL ~
Ira tercengang melihat itu. Raga terkekeh. ''Satu!''
Ddduuaaarrr..
''Astaghfirullah!!!'' pekik Ira saking terkejutnya dengan suara menggelegar dari pengeras suara di depan mereka.
''Dua!''
''SELAMAT DATANG TUAN RAGATA HARIAWAN DAN NYONYA IRA RAGATA HARIAWAN!! WELCOME TO IRA SARASVATI HOSPITAL!!!'' gema suara itu begitu kuat.
Ira sampai mematung di tempatnya. Matanya membola dengan mulut menganga saat melihat rumah sakit yang siang tadi ia datangi bersama Raga, kini berubah menjadi namanya.
''B-by.. I-ini...''
''Untukmu hunny! Rumah sakit ini Kakak beli untuk mu. Untuk rasa syukur ku karena telah berhasil menyembuhkan mu! Kamu pasien pertamaku hunny! Dan kami juga istriku. Istri dokter Ragata Hariawan Sp.OG. Maka dari itu, kakak memberikan rumah sakit ini untukmu. Sebagai wujud rasa syukur ku karena telah berhasil menyembuhkan mu. hunny...''
Cuiiittt..
Ddduuaaarrr...
Cuuuuiiittt..
Ddduuaaarrr..
Suara kembang api terdengar diatas kepala mereka. Tertulis lagi disana.
FOR YOU MY WIFE IRA SARASVATI.
Mata Ira mengembun. Ia menatap ummi Hani sedang tersenyum padanya nya. Ira terisak. Raga memeluknya dengan sayang.
Prok.
Prok..
Prok..
Suara tepuk tangan bergemuruh hebat diruangan itu. Ira semakin erat memeluk Raga. Raga tertawa.
''Itu baru satu kejutan hunny.. masih ada kejutan lain lagi!''
Ira mengurai pelukan nya. Ira memicingkan matanya. Raga tertawa. Ummi Hani pun ikut tertawa.
Satu kejutan kecil dari Raga. Dan masih ada satu lagi.
💕💕💕💕💕
Mau tau apa itu??
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan nya!