Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Pengantin Usang rasa baru


__ADS_3

Setelah mandi dan sholat subuh, kini Ira dan Raga sedang berada di dapur. Ira ingin masak nasi goreng seafood kesukaan Raga.


Ira berjalan kesan kemari begitu kepayahan. ''Awas by.. aku lagi masak loh.. mataku ngantuk banget ini. Mana perut keroncongan lagi! Awas ih! Kayak perangko aja sih kamu?!'' ucap Ira pada Raga


Raga tertawa. ''Haha.. ya, ya.. suami mu ini memang perangko hunny! Sejak merasakan kenikmatan yang tiada duanya darimu, aku tidak akan melepaskan mu lagi! Cup!''


''Ih, awas By! Udah jalan aku kayak orang baru disunat ini malah di kekepin begini. Mau makan nggak?!'' ketus Ira begitu kesal.


Ragata tertawa. ''Kakak nggak mau makan!''


Ira menoleh, Cup! Kecupan singkat Raga berikan pada Ira. Ira berdecak sebal. ''Oke! Jika kamu nggak mau makan! Biar aku tidur! Ngantuk ini mata!'' ketus Ira semakin kesal.


Raga terkekeh lagi. ''Hunny...''


''Apa lagi?? Katanya nggak mau makan?!'' jawab Ira begitu kesal pada suaminya ini.


''Makan kamu, boleh?'' Ira mendelik.


Plaak..


''Baru aja tadi malam. Belum lagi normal ini bunga mawarku! Udah kamu minta makan lagi??''


''Hahaha... ngambek ih, permaisuri ku! Kan masih baru hunny. Masih hangat-hangat nya loh..''


Ira mendelik lagi. ''Baru apanya? Usang iya!'' ketus Ira.


''Hahaha.. Pengantin usang rasa baru hunny.. Baru tadi merasakannya, jadi jangan marah Dong.. kalau aku nempel gini Sama kamu? Tubuhmu canduku, my Queen..'' bisik Raga di telinga Ira.


Bulu halus Ira meremang. Cepat sekali tubuhnya bereaksi. Padahal baru tadi malam ia merasakan hal itu.


Ira menggigit bibirnya. ''Udah napa? Lapar By.. ngantuk juga!'' ucap Ira masih dengan menahan rasa geli yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya akibat perlakuan Raga.


Sang Raja masih sibuk dengan mainan barunya. Tangan itu tanpa permisi menyentuh sesuatu yang sudah halal untuknya.


''Sssttt.. by.. ugh.. lapar..''


''Hem? Inikan lagi makan?''


''Perutku By yang lapar! Bukan bawah perut! Aduhh.. stop ih!''


''Nggak akan! Kakak udah pesan makanan online untuk sarapan pagi sekaligus makan siang kita. Untuk sekarang, Kakak ingin makan ini dulu.''

__ADS_1


''Aduhh.. jangan disitu!'' Raga mendongak


''Terus di mana? Ini tempat yang paling menyenangkan tau? Hemmm..'' geram Raga


''Aduhh... jangan disini! Ini dapur loh.. sstt...''


''Biarin! Cuma kita berdua di rumah ini! Nggak akan ada yang tau! Asisten kiriman ummi Minggu depan baru masuk. Kakak masuk ya?''


''Huuhhh..''


Semua itu berlanjut di dapur, meja makan hingga keruang tamu yang masih bertabur bunga.


Fantasi liar Raga begitu membuat Ira kelelahan menghadapi nya. Tak tau tempat. Ingin di mana pun.


Masa-masa pengantin baru memang seperti itu. Masih hangat-hangat nya. Apalagi seperti Raga yang baru saja mereguk manisnya madu pernikahan.


Mana ia mau berhenti, sementara itu halal untuk ia lakukan. Dimana pun dan kapanpun. Acara bercocok tanam itu harus terjeda sebentar karena pesanan Raga sudah tiba.


''Ah.. sakit By!'' seru Ira sedikit terkejut karena perbuatan Raga yang menyakiti nya.


''Maaf hunny. Maaf. Tapi pesanan kita udah datang. Kita jeda sebentar ya? Setelah sarapan lanjut lagi! Cup!'' kecupan singkat ia layangkan di bibir yang sudah bengkak akibat ulahnya.


Raga yang baru saja masuk terkekeh mendengar ucapan Ira. Ia meletakkan paper bag itu dan melanjutkan lagi tugas negaranya.


Ira yang sedang menutup kedua matanya menjadi terbuka lagi saat Raga sudah melesakkan kembali pusaka ke pusat inti sang istri.


''Allahu Akbar! By! Sssttt...'' desis Ira karena merasa kan tubuh nya sudah mulai dilahap lagi oleh sang pemilik tubuhnya.


Semakin lama semakin nikmat, hingga tanpa terasa satu jam lebih Lima belas menit, Raga baru selesai dengan tugas bercocok tanam nya.


Ira terkapar tak berdaya. Tubuh semampai Ira tergeletak dilantai yang dilapisi dengan ambal tebal dan selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuh mereka berdua.


''Huffttt.. huffftt. makan yuk? Setelah ini kita beneran tidur! Nggak makan kamu lagi.'' Raga terkekeh setelah mengatakan hal itu.


Ira sudah tepar matanya semakin berat tidak sanggup lagi untuk terbuka. Sangat lengket seperti lem.


Di peluk tubuh polos itu hingga dibangunkan dan disenderkan di dada bidangnya yang sudah mulai kembali lagi.


''Hunny.. buka mulutnya. Kakak suapin. Ayo, dikit aja. Biar perutmu nggak kosong.'' titahnya pada Ira.


Ira menurut. Ia membuka mulut nya dan Raga mulai menyuapinya. Mata terpejam namun mulut mengunyah.

__ADS_1


Raga terkekeh melihat kelakuan Ira. Mereka makan berdua dalam satu piring yang memang sudah Raga siapkan disana.


Setelah makan yang lumayan lama karena Ira sudah mengantuk berat, Mereka berdua terlelap diruang tamu yang masih bertabur bunga mawar yang belum dibereskan oleh mereka berdua.


Mereka berdua terlelap hingga sore hari. Hampir jam enam lewat, mereka berdua terbangun.


Mereka terburu-buru untuk melaksanakan sholat ashar yang tertunda akibat ketiduran. Saking buru-buru Ira hampir terjungkal Karena lantai kamar mandi yang masih penuh dengan buih sabun lupa ia siram.


Mandi besar dalam keadaan terburu-buru karena mengejar waktu yang sudah hampir habis untuk melaksanakan sholat ashar.


Selesai sholat ashar, mereka berdua duduk dengan saling berhadapan, entah siapa yang memulai, suara gemuruh tawa itu begitu riuh terdengar dari dalam kamar pengantin usang rasa baru itu.


''Hahaha... ketiduran By! Hahaha..''


''Hahaha... belum pernah selama ini Kakak ketiduran seperti itu hingga lupa bangun sholat dhuhur! Astaghfirullah!! hahaha..'' pasangan pengantin usang itu terus saja tertawa hingga tertawa itu berhenti ketika mendengar alunan merdu untuk menyambut sholat Maghrib telah tiba.


Malam harinya dikamar Pengantin usang rasa baru itu sedang membereskan sisa- pertempuran mereka kemarin malam.


''Kamu duduk aja By. Biar aku yang bersihkan! Tubuhmu belum sehat loh..'' tegur Ira dengan menarik tangan Raga agar duduk.


Raga menurut. Namun, ia sengaja menarik tangan Ira hingga jatuh terduduk di pangkuan nya.


Raga tersenyum, Ira menunduk malu. Ia menyelipkan helai rambut yang masih basah itu ke samping telinga.


Cup!


Kecupan singkat ia layangkan di dahi Ira. Ira memejamkan kedua matanya untuk meresapi rasa kasih sayang yang disalurkan Raga kepadanya.


''Terimakasih hunny.. karena mu aku bisa kembali lagi ke dunia ini. Mungkin tak cukup kata terimakasih ku untukmu. Tapi, aku akan terus berusaha membahagiakan mu. Kita akan berjuang bersama untuk mengobati rahimmu. Jangan pikirkan apapun. Cukup percaya pada Allah saja. Karena Allah lah yang mengirimkan ku untuk menjadi perantara penyembuhan sakit mu. Kakak tidak akan meninggalkan mu walau apapun yang terjadi. Kamu segalanya untukku hunny.. Segala nya untukku..'' Ucap Raga dengan memeluk tubuh Ira begitu erat.


Ira tersenyum, ''Tentu. Apapun yang kamu katakan akan aku turuti. Semua ini demi kesembuhan ku!'' Raga mengurai pelukan nya dari tubuh hangat Ira.


''Ayo, minum susu mu dulu. Biar tubuhmu semakin sehat nanti saat kakak periksa, hem?'' ucap Raga pada Ira, dengan segera ia menyerahkan satu gelas susu yang sudah ia selipkan obat dan doa di dalamnya.


Ira mengangguk dan meminum susu itu hingga tandas. Setelah selesai, mereka kembali berbaring.


''Akan aku lakukan apapun untuk kesembuhan mu hunny. Perawatan mu sudah mulai berjalan dua Minggu yang lalu. Aku sendiri yang menangani nya. Karena aku sudah periksa rahimmu secara diam-diam. Disaat kamu tidur dengan lelap. Kamu sehat hunny. Kamu sehat. Hanya saja saluran tu** Pa***i itu tersumbat. Itulah yang menjadi penghalang untuk kesempatan bagimu bisa memiliki keturunan. Tapi aku yakin, kalau kamu akan sembuh. Minggu depan aku akan mulai memeriksakan kandungan mu kembali. Bersabar lah. Aku sendiri yang akan merawatmu.''


💕💕💕💕


Proses penyembuhan Ira sudah berjalan ye. Ditunggu kabar baiknya aja dari mereka berdua. 😁😁

__ADS_1


__ADS_2