Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Membela mu


__ADS_3

Setelah acara perlombaan selesai, kini Ira dan Raga menuju Mushola untuk istirahat. Mereka sengaja janjian disana berdua.


Saat merak tiba disana, ternyata bukan hanya mereka berdua. Tetapi, juga siswa yang lain. Raga duduk di pembatas alas kaki Mushola.


Tangannya begitu pegal, rencana nya ingin minta tolong Ira untuk memijat nya. Tapi malah ada orang di musholla.


''Ya udah deh.. dirumah aja nanti. Kan selama dua hari kedepan aku nginap di rumah nya?? Aseeeekkk..'' ucapnya dengan terkekeh.


Ira yang melihatnya dari kejauhan heran.


''Ada apa By..'' tanah begitu pelan.


''Tidak dan apa-apa! Sini jus nya haus...'' pinta nya pada Ira.


Setelah mendapatkan jus itu, ia langsung saja menenggak nya hingga setengah. Jarang yang melihat nya terkekeh.


''Haus banget ya??''


''Ho oh. Kakak haus..! Sedari tadi belum ada minum sama sekali. Kurang asem tuh anggota OSIS. Nggak nyediain minum!'' geram Raga.


Baru saja Raga sebut, anggota OSIS udah pada nongol. Mereka datang dengan begitu banyak cemilan ditangan.


''Wuah wuah.. udah dekat aja nih! jadian ya Sama ketos??'' tanah Wahyu.


Raga mengambil tempat jus nya dan menimpuk Wahyu dengan botol itu.


''Eit! nggak kena! buang sampah pada tempatnya!'' titah Wahyu.


Ira yang mendengar nya, langsung saja mengambil bekas jus itu dan dibuang ke tempat sampah.


Melihat itu Wahyu terkekeh. ''Wuah.. beneran nih.. ketika kita udah jadian sama Adik kelas kita! Beneran kan??''


Raga memutar bola mata malas. ''Iya aku jadian sama Ira! puas kamu?!'' geram Raga.


Ira yang mendengar perdebatan itu menggeleng kan kepalanya.


''Kak.. aku ke kelas ya?? Mau minum! Minum ku ketinggalan tadi!''


Raga menatap Ira tajam. ''Nggak! kamu tetap disini! Wahyu! Mana pesanan ku??'' tanya nya pada Wahyu dengan raut wajah yang tidak enak dipandang.


Wahyu yang paham pun memberikan nya.


''Nah, ambillah! jangan kemana-mana! tetap disini ya??'' pinta nya dengan nada yang sudah tidak seperti tadi lagi.


Ipar mengangguk patuh. ''Astaghfirullah!! maaf Ra..''


Ira tersenyum. ''Nggak apa-apa kak.. aku maklum kok. Ini ku terima ya? Beneran nih, aku tak apa gabung dengan kalian disini?? Nggak enak loh diliat yang lain.. dikira kau kecentilan lagi!'' ucap Ira, seraya mencebik kan bibirnya.


Terlihat sangat lucu. Wahyu yang melihat Ira pun terkekeh. ''Siap yang berani dengan mu Ra.. apalagi kamu kepunyaan ketos! Pada takut tuh mereka semua. Ingin kemari aja nggak berani! Belum tau aja kamu calon mu ini seperti apa!'' ucap Wahyu seraya terkekeh.

__ADS_1


Mengingat kelakuan Raga. Raga hanya menghela nafas berat. ''Aku tuh sengaja seperti itu, Yu. Jika nggak, kamu lihat sendiri kan? Merekaasih aja ngejar-ngejar aku?''


''Iya sih..'' sahut Wahyu.


Dari kejauhan terlihat beberapa rombongan siswi datang kearah mereka. Salah satunya murid kelas dua sekelas dengan Raga.


Raga yang melihatnya langsung merubah wajahnya menjadi datar. Ira ingin bangkit, karena ia tau tak ingin mengganggu geng gadis itu.


''Lepas kak.. aku nggak mau cari masalah sama mereka..'' lirih Ira, ia bangkit dan berdiri.


Namun tak disangka, Raga memegang tangannya tepat didepan para geng gadis yang sangat suka pada Raga itu.


''Heh kamu! ngapain kamu pegang-pegang Raga! lepasin nggak?!'' gertak nya.


''Kak... lepasin...'' lirih Ira lagi, ia semakin gencar melepas tangan raga dari tangan nya.


Semua itu tidak luput dari pandangan gadis itu. Iaerasa geram dan mendorong Ira. Hingga jatuh terduduk di atas pangkuan Raga.


''Aduhh...'' desis Ira saat merasakan tubuhnya terhempas.


Tapi kok malah hangat ya?? Pikir Ira. Dan saat melihat kebelakang, iar terkejut. Wajahnya begitu dekat dengan wajah Raga.


Deg, deg, deg..


Jantung keduanya bergemuruh hebat. Ira yang sadar mengerjab. Membuat Raga terkekeh.


''Tetap disini! Posisi seperti ini sangat menyenangkan!'' bisiknya ditelinga Ira yang tertutup hijab.


Ira melototkan matanya. ''Kak Raga! awas ih! lepas ...!!''


Raga terkekeh. ''Jangan gerak-gerak sayang!'' bisik nya lagi.


Membuat Ira berhenti bergerak. Raga terkekeh lagi. ''Bagus! ehm. Ada apa kamu kesini??'' tanya nya dengan raut wajah datar.


Dengan tangan Raga sudah memeluk Ira begitu erat dari belakang. Dan semua itu tak luput dari perhatian Geng gadis yang bernama Rania itu.


Gadis itu mengepalkan tangannya. ''Dasar gadis gatel! tidak tau diri! beraninya ya kamu dekatin Raga hah?!'' Sentaknya


Membuat Ira terlonjak kaget begitu juga dengan Wahyu. Wahyu menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan Rania yang tidak pernah berubah.


''Ma-maafkan aku, Kak! Aku akan pergi!'' sahut Ira dengan melepas paksa tangan Raga yang memeluk tubuhnya erat.


''Maaf kak..'' lirih Ira, ia menunduk tidak berani menatap Raga.


Karena sorot mata Raga begitu menakutkan sekarang ini. ''Tolong lepaskan aku kak ..'' lirih Ira dengan bibir bergetar menahan tangan.


Melihat Ira hampir menangis karena ulah gadis itu, membuat darah Raga mendidih.


Ia mencoba bangkit karena ia sudah bangkit duluan. Ia buru-buru pergi karena tidak mau berhadapan dengan geng gadis itu.

__ADS_1


Ira ingin berlari tapi tangan nya di cekal oleh Raga lagi. ''Lepasin kak..'' lirih Ira dengan air mata yang sudah menetes.


Bukannya melepas kan, malah Raga semakin memegang nya begitu erat. Membuat gadis itu semakin marah kepada Ira.


Tanpa di duga tangan gadis itu melayang ingin menyentuh pipi Ira. Ira memejamkan kedua matanya dengan memegang tangan Raga begitu kuat.


Tangan itu hampir saja menyentuh pipi Ira, tapi tertahan karena tangan Raga menahannya.


''Beraninya kamu ingin menyentuh wanita ku! heh?!'' tanya raga dengan tatapan yang begitu tajam


Membuat gadis itu terkejut. ''Raga! Ka-kamu!''


''Sehelai rambut nya saja yang kau sentuh, maka seluruh rambut mu yang akan menggantikannya! jangan mencoba-coba untuk mengganggu wanita ku! selama ini aku tidak pernah mau dengan gadis seperti dirimu! Belum apa-apa sudah kau cap menjadi milik mu?! kapan aku menikah dengan mu, hingga aku menjadi milik mu heh?!''


''Raga! kau jahat! kau membuang ku demi membela nya! Kau lupa?! siapa selama ini ia yang selalu mendukungmu??''


''Aku tak pernah meminta mu untuk mendukung ku! asal kau tau saja! gadis yang kau bilang gatal ini, tidak tau diri ini, dia adalah tunangan ku! lihatlah jari manisnya? Apakah ada cincin disana??''


Gadis itu melotot melihat jari manis Ira yang sudah tersemat cincin disana.


''Nggak! aku nggak percaya! kau bohong!''


''Baik! ikut aku! kita masuk ke dalam Mushola ini! akan ku tunjukkan pada mu jika Gadis ini adalah tunangan ku bukan bohongan.'' sahut Raga.


''Kak...'' Ira menggeleng.


''Tak apa! ayo Ra.. biar semua jelas! kakak muak asik di akui kepemilikan oleh nya!'' sahut Raga begitu geram.


Ira pasrah. Mereka masuk ke Mushola. Ira duduk sedangkan Raga mengambil sebuah Al Qur'an untuk di letakan diatas kedua kepala mereka berdua.


Mereka duduk saling berhadapan dengan Raga memegang kedua tangan Ira yang begitu dingin.


''Pegang, Yu!'' Wahyu mengangguk.


''Bismillahirrahmanirrahim.. dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang! Saya Raga Hariawan bin Hendra Hariawan bersumpah bahwa, benar jika Ira Sarasvati binti Milham Syahputra adalah tunangan saya! Kami sudah di jodohkan oleh kedua orang tua kami sejak kami masih dalam kandungan. Dua Minggu dari sekarang kami akan bertunangan dirumah Ira di komplek perumahan indah permai blok G no.9. Saya mengakui dengan sebenarnya. Bukan bohongan.'' Ucap Raga sembari menatap Ira, dengan penuh cinta.


Gadis itu terkejut. ''Tidak mungkin!'' elaknya lagi.


''Ayo Ra.. giliran mu!'' titah Raga. Ira mengangguk.


''Bismillahirrahmanirrahim.. dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Benar apa yang dikatakan oleh Raga Hariawan, bahwa saya benar tunangan nya. Cincin ini sebagi bukti bahwa ia sudah melamar ku dua hari yang lalu di mesjid komplek perumahan indah permai pukul Sebelas lewat dua menit. Dan aku mengakui ini memang yang sebenarnya! Bukanlah bohongan.'' Tegas Ira, sembari menatap Raga dengan binar-binar cinta.


Raga tersenyum. ''Terimakasih..''


Ira mengangguk. Sedangkan gadis itu keluar dengan tergesa. Sedangkan Wahyu masih mematung dengan sebuah kitab Al Qur'an di tangan nya.


''Ja-jadi... ka-kalian...''


💕

__ADS_1


__ADS_2