Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Ragata berangkat ke Inggris


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Hari ini Ragata berangkat ke Inggris. Ditemani ummi Hani dan Abi Hendra. Raga sangat sedih ternyata Ira tidak bisa keluar dari pesantren karena dia adalah murid berprestasi di pesantren itu.


Maka pihak pesantren melarang nya untuk keluar dari area pesantren jika bukan hal yang mendesak.


''Sudah siap, Nak?'' tanya ummi Hani.


Raga mengangguk, ''Sudah ummi. Tinggal nunggu aja berangkat nya.'' jawab Raga tidak bersemangat.


''Sudahlah Raga.. tenangkan hatimu. Tenangkan pikiran mu. Memang u ikhlas yang seharusnya terjadi. Berpikir positif saja tentang istrimu.'' Ucap Abi Hendra dengan menepuk bahu putra nya pelan.


Raga menghela nafas panjang. ''Bukan apa Abi.. aku tau Ira seperti apa selama ini disekolah. Semua itu selamat karena ada aku. Dan sekarang? Aku harus pergi, Abi. Kalian berdua tidak akan bisa menunggui dirinya. Begitu juga dengan Mak Alisa. Itu yang ku takutkan.'' lirih Raga.


Matanya memandang ke depan mengingat bagaimana saat itu Ira dibuku dan dipanggil keruang guru untuk di selidiki.


Beruntungnya Ira, selalu ada Ragata disana. Jika tidak, entah apa yang terjadi pada gadis manis itu.


''Beedoa saja pada Allah Nak. Karena Hanay Allah yang mampu menjaga Ira dimana pun ia berada. Ummi yakin, Ira pun saat ini pasti sedang mendoakan mu. Percayalah. Ummi Menag baru sebentar mengenal Ira. Tapi sifatnya itu begitu mirip dengan Mak mertua mu. Walau sering tersakiti, tapi ia tetap mendoakan keselamatan dan kebaikan untuk orang lain. Apalagi kamu, suaminya.''


''Iya Ummi. Aku paham kok. Hanya saja.. aku masih kangen padanya. Satu malam berada di sisinya, itu sangat singkat untukku!'' gerutu Raga.

__ADS_1


Ia mengacak-acak rambutnya karena kesal. ''Jika aku tau akan tersiksa seperti ini, kenapa nggak ku jebol aja tuh palung halal istriku? Haishhh.. kesal ah!'' gerutu Raga dalam hati.


Ummi Hani yang melihat Raga jadi uring-uringan seperti itu terkekeh kecil. Begitu juga dengan Abi Hendra.


''Bertahanlah, Nak.. semua itu akan indah pada waktunya. Semau itu pasti akan kami nikmati nanti. Fokus saja pada sekolah mu. Dan jangan coba-coba mencari masalah disana. Mengerti?'' peringat Abi Hendra.


''Iya Abi...'' sahut Raga dengan malas, bukan apa sih. Abi Hendra ini selalu saja mengejek nya dalam hal seperti itu.


''Ingat Ragata. Kamu disana sekolah, bukan untuk bermain-main. Ummi akan memantau mu dari sini. Jika sampai kamu melakukan kesalahan fatal, maka ummi sendiri yang akan menghukum mu!''


Deg!


Jantung Raga berdegup kencang. Ia menjadi takut dengan perkataan ummi Hani. Jika ummi Hani sudah berkata tegas seperti itu, maka akan terlaksana.


Abi Hendra tersenyum melihat putranya itu. Sedangkan ummi Hani menatap datar pada putranya.


Lagi, Raga merasa takut dengan raut wajah ummi Hani seperti itu.


''Kamu masih muda Ragata. Masih dalam masa bermain-main. Ummi tidak jamin dengan pergaulan mu disana. Bisa saja kan, kamu berubah dan mengikuti tradisi negara itu? Melupakan sholat, pulang malam, belum lagi disana negara bebas! Ummi hanya berpesan padamu Ragata.''


Ummi Hani menarik nafas panjang sebelum berbicara. Abi Hendra dan Ragata menatap serius pada ummi Hani.

__ADS_1


''Jika suatu saat kamu pulang dengan membawa masalah yang akan mengakibatkan kehancuran pada rumah tanggamu, Maka ingatlah ini. Ummi sendiri yang akan menghukum mu dan akan memisahkan mu dari Putri sahabat ku! Ummi tau seperti apa dirimu Ragata. Tapi semua itu tidak menjamin, jika kamu akan berpaling dari Ira nantinya.''


''Jika itu sampai terjadi, jangan salahkan ummi, jika ummi yang akan membuang mu dari keluarga Hariawan Ragata!''


Deg!


Deg!


Jantung Raga lagi dan lagi berdegup kencang. Ia menatap serius ummi Hani. ''Itu tidak akan terjadi ummi. Raga berjanji. Jika sampai itu terjadi, ummi boleh menghukum Raga. Tapi jangan di buang Ummi..''rengek Raga.


Abi Hendra yang tadinya begitu serius mendengar ucapan ibu dan anak itu, tiba-tiba tertawa melihat tingkah Raga.


''Ummi pegang ucapan mu Ragata Hariawan! Pergilah! Pesawat mu akan segera lepas landas. Jika kami ada waktu luang, kami akan menjenguk mu nantinya disana. Jangan khawatir kan Ira. Ira aman berada di pesantren itu. Ummi jamin!'' imbuh ummi Hani dengan mengacungkan jempolnya di depan Ragata.


''Baiklah Raga pamit ummi, Abi.. jaga kesehatan kalian berdua dan selalu doakan Raga agar cepat selesai dalam menuntut ilmu di negeri orang. Jaga Ira untuk Raga, ummi..'' lirih Raga dengan segera memeluk ummi Hani. Begitu juga dengan Abi Hendra.


''Tentu.'' Jawab mereka berdua.


Setelah berpamitan, Raga masuk dalam pesawat. Sebelum tubuhnya menghilang, ia sempat melambaikan tangannya pada ummi Hani dan Abi Hendra.


Aku akan pulang sayang.. tunggu aku! Sampai waktu itu tiba, ku mohon, Tetap bertahan. Aku selalu menyayangimu istriku. Ira Sarasvati.

__ADS_1


Ragata Hariawan.


💕💕💕💕💕


__ADS_2