Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Cucu?!


__ADS_3

Raga masih diperjalanan saat ummi Hani menghubungi nya. Ummi Hani mengatakan Jika saat ini ummi Hani sudah tiba dirumah mereka berdua.


Raga bilang, sebentar lagi. Palingan lima belas menit lagi. Katanya pada ummi Hani. Ummi Hani pun mengiyakan.


Lima belas menit kemudian mereka tiba dirumah. Dari kejauhan saja sudah terlihat taman bunga Ira penuh dengan mereka semua.


Tin


Tin..


Suara klakson mobil Raga. Dengan segera mang Radin membuka gerbang agar Raga bisa masuk.


''Terimakasih, Mang!'' ucap Raga.


''Sama-sama, Den!'' sahut mang Radin.


Setelah ia memarkirkan mobilnya, Ira dan Raga turun dengan tersenyum melihat seluruh kelurahan sudah berkumpul disana.


''Assalamu'alaikum, ummi, Mak, Abi, Papiii!'' pekik Ira kesenangan.


Ia berlari menuju Papai Gilang yang juga sedang menuju ke arahnya. Raga terkejut. ''Hati-hati hunny!'' seru Raga.


Ira berhenti. Ia nyengir kuda melihat Raga. ''Hehehe.. maaf atuh, Kak. Aku lupa!'' celutuk ya sambil terus berjalan cepat ingin memeluk Papi Gilang.


Sudah hampir dua bulan ini mereka tidak bertemu karena kesibukan Papi Gilang dan kesibukan Ira.


Grep!


''Sayang ku! Cup! Apa kabar nak? Sehat?'' tanya Papi Gilang saat Ira sudah memeluknya.


Ira mengangguk dan tersenyum padanya. ''Kangen banget sama Papi! Satu bulan yang lalu ingin pulang, tapi nggak bisa karena Kak Raga sakit. Kangen banget kakak..'' rengek Ira seperti anak kecil.

__ADS_1


Papi Gilang tertawa hingga kepalanya mendongak ke atas. ''Haha.. putriku ini ternyata sangat rindu sama Papinya ya? Apakah dengan ayah Emil tidak rindu?'' goda Papi Gilang.


Ira terkekeh. ''Hehehe.. kalau sama ayah mah.. setiap hari jumpa atuh Pi!''


''Oh ya?'' tanya Papi Gilang tak percaya. Ia menuntun Ira untuk segera masuk kerumah mereka.


''He'em. Ayah 'kan sedang kerja di pesantren Kakak? Lagi rehab pesantren yang terbuka akibat gempa kemarin.''


''Ho.. pantas saja!'' Ira tertawa begitu juga dengan Papi Gilang.


Mereka berdua masuk kerumah itu. Dan disana sudah menunggu seluruh keluarga Raga dan Mak Alisa.


Di depan mereka semua begitu banyak tersaji makanan. Terutama rujak. Melihat rujak, mata Ira dan Raga berbinar.


Mereka dengan cepat duduk dan makan bersama rujak itu sambil menyuapi satu sama lain.


Jika di depan keluarga, Ira membuka niqobnya. Papi Gilang sampai terkekeh melihat kekompakan mereka berdua.


Abi Hendra menoleh, ''Apa Gi?''


''Kayaknya cucu kita udah kelihatan ini hilalnya!''


Deg!


''Hah? Cucu?!'' seru Mak Alisa dan ummi Hani bersamaan.


Raga dan Ira saling pandang dan terkekeh. Raga menoleh pada semua orang yang sedang menatap nya dengan tatapan meminta penjelasan.


Ira terkikik geli. ''Apa yang tadi Abang bilang sama Mak? Itu benar adanya!'' kata Raga sambil terkekeh kecil


''Hah?'' Mak Alisa tercengang

__ADS_1


Sedangkan Papi Gilang tertawa-tawa. ''Hahaha.. apa ku bilang Sayang! Kakak pasti sedang hamil saat ini! Iya kan nak? Sudah berapa bulan? Papi yakin, kamu pasti tidak tau akan hal ini, hem?''


Ira tertawa begitu juga dengan Raga. ''Sudah dua bulan Pi.. hari dimana persemian rumah sakit itu, hari itulah perkiraan tentang kehamilan kakak Pi.. Kak Raga sih.. kurang asam! Masa' dia diam aja. Nggak mau bilang sama Kakak. Sampai-sampai Kak Raga pingsan seperti Papi dulu. Mual muntah setiap pagi. Dan pusing sama bau parfum. Yang bisa di cium olehnya iyalah minyak telon adek Algi dan Nara. Itu saja.'' Cerita Ira sambil terkekeh.


Abi Hendra dan Gilang tertawa-tawa. ''Hah .. benarkan kata Papi, pasti kamu akan merasakan yang sama seperti Papi! Ingat nggak kamu saat dulu pernah mengejek Papi, hem?''


Ira tertawa, hingga semua yang disana ikut tertawa. ''Hahaha.. kamu kena batu nya, Kak! Makanya jangan suka ngatain orang tua. Kualat kamu!''


Hahaha...


Semua yang ada disana tertawa-tawa. Sore hari itu mereka makan bersama dengan masakan Mak Alisa dan ummi Hani.


Rujak yang dibuat oleh mak Alisa, habis tak tersisa. Semua itu karena ulah pasangan yang sedang ngidam itu.


''Papi yakin, kedua anak kalian ini pasti lah sepasang! kamu memiliki gen kembar! Begitu juga dengan Raga! Selamat nak atas kehamilan mu.. jaga diri baik-baik sampai anak itu lahir kedunia nanti. Papi sangat menunggu hari itu tiba. Selamat putri ku! Selamat!''


Ucapan selamat dari Papi Gilang untuknya begitu membuatnya senang. Sekaligus terharu.


Ira dan Raga begitu bahagia saat ini. Kehamilan pertama ini sungguh membuat nya begitu bahagia.


Belum lagi lahir, anak mereka berdua sudah di perebutkan oleh kedua Opanya. Semoga nanti, kedua Opa itu bisa berdamai dengan keadaan jika pemilik sah dari bayi itu adalah kedua orang tuanya.


Ini malah ingin memonopoli sendiri! Ck! Dasar Opa-opa!


💕💕💕💕


Opa Korea kah?


Hehehe...


Habis! Sedikit lagi. Pantengin terus ye?

__ADS_1


__ADS_2