Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Menantang Ragata


__ADS_3

''Selesaikan urusan mu dengan CALON ISTRIMU Ragata! Setelah selesai baru kita bicara!''


Deg!


''Hunny...'' lirih Raga. Raga menatap Ira yang sudah berlalu meninggalkan mereka berdua di dalam kelas itu.


Suasana yangasih pagi, semua siswa masih saja sibuk di dalam kamar masing-masing. Hanya Ira lah yang duluan masuk. Karena ia sedang piket.


Arumi tersenyum senang melihat Ira pergi, meninggalkan nya dan Raga berdua saja di dalam kelas mereka.


Seutas senyum sinis ia terbitkan dibibir tipisnya. Ia menatap Raga yang juga sudah menatapnya dengan dingin.


Deg!


''Kau! Apa yang kau inginkan Arumi? Kenapa mengatakan pada Ira jika kau adalah istriku?! Kau lupa status mu Arumi? Aku tak menyangka, anak seorang pemilik pesantren begitu rendah harga dirinya ketika di hadapan lelaki yang sudah mempunyai istri! Kau pelakorrr yang mengganggu hubungan ku dengan istriku! Kau!'' tunjuk Raga pada wajah Arumi. ''Bukanlah istriku! Kita tidak sedekat itu, hingga kau berani mencium ku! Cih! murah sekali harga dirimu Arumi! Kau tidak pantas bersanding denganku Arumi! Ira yang berstatus sah saja tidak semurah dirimu! Yang berani mencium suami orang di depan istrinya sendiri! Cih! Sekarang saja sudah terlihat seperti apa kelakuan mu? Heh! Murah sekali!''


Ddddduuuaaarrrr..

__ADS_1


Arumi tersentak mendengar ucapan Raga. Ia menatap Raga dengan mata melotot. ''Apa kau bilang?!'' pekik Arumi dengan lantang.


''Kau tidak tuli Arumi! Kau mendengar jelas apa yang aku katakan! Sekali lagi aku ingat ksn! Jangan pernah mengganggu Ira dan kehidupan ku! Aku menuruti semua kemauan mu karena permintaan Opa ku! Tapi sekarang tidak lagi!'' tegas Raga. Ia menatap tajam pada Arumi.


Arumi terkekeh sinis. ''Cih! Sudah meniksh rupanya.. Hem.. baiklah! Akan aku katakan yang sebenarnya pada Abi ku! agar kalian berdua di keluarkan dari pesantren ini! Dan sekolah manapun tidak ada yang akan menerima kalian betdua!'' tukas Arumi tak kalah tegas dari Raga.


''Kau ingin menantang ku Arumi?''


''Ya! Aku menantang mu Ragata Hariawan!'' ucapnya begitu angkuh. Ia mengangkat dagunya tinggi di hadapan Raga.


Raga terkekeh sumbang. ''Berani kau melakukan nya Arumi?''


''Baik! jangan salahkan aku jika pesantren ini akan geger dengan video syurrr yang akan aku sebarkan disini! Kamu mau Abi mu, mati berdiri Arumi? Baik! Ini permintaan mu!''


Dengan segera Raga mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video berdurasi satu menit pada Arumi.


Deg!

__ADS_1


Mata Arumi melotot melihat video itu. ''Ka-kamu! Di-dimana kamu mendapatkan nya!'' seru Arumi.


Raga terkekeh melihat wajah Arumi yang terkejut bercampur rasa takut. ''Kau tidak perlu tau darimana aku mendapatkan video ini! Jika kau yang melakukan ini zin* namanya! Tapi jika aku dan Ira yang melakukan nya, itu sah. Dan halal. Bukan seperti mu. Perbuatan Haram!'' tekan Raga.


Arumi semakin terkejut dengan perkataan Raga. ''Berikan padaku video itu! Hapus! Kamu tak berhak menyebarkan video itu!''


Raga tertawa namun begitu menyeramkan. ''Kau ingin video ini? Boleh! Dengan satu syarat!''


''Aku tak butuh syarat darimu bodoh!'' sentak Arumi.


Raga tertawa lagi. Sedangkan seseorang di balik dinding itu mengepalkan tangannya.


''Jika kau tidak ingin video tak senonoh mu ini sampai ke tangan kedua orang tuamu, jauhi aku dan istriku! Jika tidak, kau akan tau akibat nya! Kau berani menuduh istriku yang tidak-tidak! Lalu bagaimana dengan mu? Cih! Berbuat kotor tapi menuduh orang lain yang melakukan nya! Aku sudah tau gadis seperti apa kau Arumi! Jadi jangan coba untuk mendekati ku dan menghancurkan pernikahan ku! Dengar itu! Jika kau tidak mau video mu ini beredar di pesantren dan di seluruh dunia maya! Jangan main-main dengan ku Arumi Sulistiawati!! Berani kau melakukan nya? Maka nyawa Abi mu yang akan menjadi taruhan nya!''


Deg!


Deg!

__ADS_1


TBC


__ADS_2