Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Hamil baby twins


__ADS_3

''By!'' panggil Ira dengan mata fokus menatap monitor itu.


Matanya berkaca-kaca. Raga menoleh, ia tersenyum namun air mata mengalir deras di pipinya.


Ia mengangguk dan memegangi tangan Ira yang sudah bergetar karena menangis. Santi terkejut melihat layar monitor di depan mereka.


''Masyaallah Nyonya... anda hamil! Anda positif hamil! Hamil bayi kembar!!'' pekik suster Santi saking senangnya.


Raga tertawa. Begitu juga dengan Ira. ''Apa kataku. Kamu pasti bisa hamil hunny! Aku bangga padamu. Terimakasih hunny! Terimakasih karena sudah mau menerima benihku untuk kamu kandung! Aku bahagia dan sangat bahagia!!'' seru Raga sambil mendudukkan Ira dan memeluknya dengan erat.


Pemilik rumah sakit itu sedang bersuka cita atas hadirnya buah cinta yang mereka tunggu-tunggu selama ini.

__ADS_1


''Selamat Tuan Raga dan Nyonya Ira! Akhirnya Allah mengabulkan doa kalian berdua! Semoga menjadi amal jariyah untuk kalian berdua nanti nya. Dan juga diberikan kesehatan saat persalinan nanti. Sekali lagi, selamat dokter Ragata dan Ibu Ira! Hah! Saya tidak mau memanggil kalian berdua seperti itu! Kelu lidah saya!'' ucap Santi yang menimbulkan gelak tawa dari Ira dan Raga.


''Berbaring lagi, kita akan cek sudah berapa Minggu usia kandungan mu, hem?'' Kata Raga


Ira mengangguk setuju. Dengan perlahan ia rebahkan kembali tubuh chubby nya di bangkar pasien ruang pemeriksaan Raga.


Lagi, Raga menggerakkan kursor itu dan ia tersenyum, ''Benar tebakan ku hunny! saat ini usia kehamilan mu sudah masuki delapan Minggu. Yang artinya sudah genap dua bulan dari sejak kamu sembuh dulu. Bukankah waktu itu kamu bang, jika kamu sedang kedatangan tamu bulanan setelah luruhnya sel darah yang tersumbat di disaluran itu?''


''Ya, aku ingat By! Malam dimana kita pulang dari acara peresmian rumah sakit ini, malam itu adalah malam terakhir masa subur ku. Dan ya, sudah dua bulan ini aku terlambat kedatangan tamu bulanan. Aku pikir, cuma siklusnya. Ternyata... eh? Pantas saja kamu sering mual muntah setiap pagi dan saat mencium bau parfum milikmu sendiri???'' terka Ira dan itu benar adanya.


''Hehehe.. pengalaman mengajarkan ku, By! Aku ingat dulu, Papi ketika Mak hamil adek Algi dan Nara juga sama sepertimu. Yang lebih parahnya lagi, Papi sampai harus dirawat di rumah sakit karena mual muntahnya itu. Hehe.. kata dokter indah dulu, jika suami yang merasakan ngidam, seperti mual muntah itu disebut dengan kehamilan simpatik! Kehamilan yang terjadi karena ikatan batin antara suami istri begitu kuat. Begitu katanya.'' Jelas Ira sambil tersenyum.

__ADS_1


Raga tergelak keras hingga kepalanya mendongak ke atas. ''Kamu benar sekali hunny! Cocok ini untuk menjadi direktur utama dirumah sakit ini, hem?'' goda Ragata pada Ira.


''Hehehe.. aku tak berniat menjadi direktur By.. aku hanya ingin menjadi seorang tenaga pendidik untuk murid-murid ku di pesantren. Karena saat ini mereka lebih membutuhkan ku disana dibanding rumah sakit ini. Disini sudah banyak yang sama seperti mu. Yang sama hebatnya dengan mu. Untuk itu, aku kembalikan posisi direktur itu kepadamu. Ya.. walaupun ku tau, jika kepemilikan rumah ini tidak bisa di ubah lagi.''


Raga semakin tertawa mendengar ucapan Ira. Inilah yang disukai nya dari Ira. Sang istri tercinta yang sangat bersahaja.


Maka dari itu, ia sengaja membeli rumah sekitar itu untuk sang istri demi kesehatan nya.


Ia rela merogoh banyak uang untuk membeli rumah sakit itu. Semua gajinya selama membantu perusahaan Abi Hendra ia belikan untuk rumah sakit itu.


Semua itu demi Ira. Sang istri tercinta. Dan saat ini? Mereka sedang berbahagia karena berita kehamilan nya.

__ADS_1


💕💕💕💕💕


Dua!


__ADS_2