Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Kemarahan Papi Gilang


__ADS_3

''Saya tanya sekali lagi. Kamu kemana kan putri saya hah?! Kamu membuangnya?! Kamu ceraikan?! Makanya kamu berdua dengan wanita lain?!'' sentak Papi Gilang lagi.


Lagi, Ragata dan Sonia terjingkat kaget. Ragata mengepal kan kedua tangannya untuk mengurangi rasa takut dihatinya saat ini.


''Ira tidak disini Papi! Sejak aku pulang dari Inggris dua Minggu yang lalu, aku tidak bertemu dengan Ira.'' jelas Ragata dengan menatap lembut pada Papi Gilang.


Papi Gilang terkekeh sumbang. ''Apa kamu bilang?! Putriku tidak disini selama dua Minggu ini? Lalu kemana dia selama hampir sebulan ini tidak pernah pulang kerumah jika bukan dirumahnya! Jangan berbohong Ragata! Aku tau siapa putriku!'' bantah Papi Gilang dengan menatap dingin pada Ragata.


''Itu benar Papi! Aku tidak pernah bertemu dengannya sama sekali. Setiap hari aku selalu menunggunya disini. Namun ia tak pernah datang. Apakah karena Ira sudah memilki lelaki lain selain diriku?!''


Deg!


Papi Gilang terkejut mendengar tuduhan Ragata untuk Ira. ''Kamu jangan menuduhnya Ragata! Baik, jika kamu tidak mau mengatakan dimana Ira biar saya sendiri yang memanggil nya! Kakak!!!!''


Deg!


Deg!


''Papiiii!!! Papi datang? Hiks, Papi!!! Papiii.. kakak disini!!!'' pekik Ira dari arah dapur.


Ia berlari secepat mungkin hingga ia jatuh tersungkur. Ira bangkit dan berlari lagi menuju Papi Gilang.


''Hiks.. Papiii!!!'' pekik Ira, kaki jenjangnya terus berlari dimana Papi Gilang sedang berdiri berhadapan dengan Ragata.


Ira yang melihat itu semakin tersedu. Ia terus berlari hingga jatuh tersungkur di hadapan kedua orang itu.


''Papiiii!!! Hiks, Papiii... kakak mau pulaaaangg... haaaaa...aaa...''


Deg!


Deg!


Deg!


Ragata terkejut. Ia menatap Ira dengan wajah pias. ''Hunny? Kamu kah itu??'' tanya Ragata dengan tubuh yang sudah bergetar hebat.


''Hiks .. Papiii.. kakak mau pulang.. hiks, hiks, pulang Pi! Kakak tidak mau disini! Tinggal bersama suami tukang selingkuh! haaaaa...''


''Apa?! Selingkuh?! Maksud kamu Ragata, suami mu? Dengan wanita itu?!'' pekik Papi Gilang.


Suara Papi Gilang menggema di seluruh ruangan itu. Dengan cepat, Papi Gilang memapah tubuh Ira dan membawa ke pelukannya.


Raga menatap nanar pada gadis yang tertutup itu. Ia menggeleng kan kepala nya melihat Ira tersedu di pelukan Papi Gilang, dengan tangan Papi Gilang terus mengusap tubuhnya.


''Tenang sayang. Tenang dulu. Jelaskan dulu sama Papi. Ada apa ini sebenarnya?'' tanya Papi Gilang pada Ira dengan suara lembutnya.


Ira mengurai pelukannya dan menatap Papi Gilang dengan sendu. Air mata itu terus menetes di pipinya. Papi Gilang mengusap air mata yang mengalir di pipi sang putri yang tertutup kain hitam.


''Ceritakan!'' titah Papi Gilang.

__ADS_1


''Kakak tinggal dirumah ini sebulan sebelum Ragata pulang dari Inggris. Dua Minggu kemudian ia pulang dengan membawa gadis itu. Gadis selingkuhan nya!''


Deg!


''Nggak!'' bantah Ragata.


''Bahkan belum lagi mereka masuk rumah, Ragata sempat bermesraan di depan pintu dan dihadapan kakak, Papi!''


''Apa?!'' pekik Papi Gilang.


Ragata terkesiap mendengar ucapan Ira. Tubuhnya bergetar hebat. Ia menggeleng tak percaya.


''Ragata pulang tanpa menyapaku, Papi. Bukan salahnya hiks. Ini salahku! Salahku, karena ingin memberikan kejutan untuknya! hiks, sakit Papi! Sakit sekali di abaikan oleh suami sendiri. Bahkan tidak dikenal sama sekali. Hiks.. Maaaakkk...'' panggil Ira dengan tersedu.


Lagi Raga menggeleng kan kepala nya. Tubuhnya semakin bergetar hebat. Sonia?


Gadis itu menunduk takut. Wajahnya pucat pasi. Tak berani mengangkat wajahnya sama sekali di hadapan Papi Gilang dan Ira yang sedang berdiri.


Ira menatap nanar pada Ragata. ''Yang lebih sakit lagi, selingkuhan nya itu sedang hamil anaknya Papi! Sakit Papi! Sangat sakit, hiks! Sakit di abaikan tidak sebanding dengan sakit di khianati! Aku menunggunya hingga kian tahun lamanya! Berharap jika hubungan ini akan terus bersatu hingga menuju surga Nya kelak. Tapi apa? Dia menghianati nya! Ragata berkhianat Papi! Dia telah menghamili wanita lain tanpa ikatan pernikahan yang sah, Papi! Ya Allah.. astagfirullah!!!!'' seru Ira dengan jatuh terduduk di lantai.


Sesak sekali dadanya. Ia merematbkuat baju hitam yang sedang ia kenakan.


Begitu juga dengan Ragata, tubuhnya oleng hingga jatuh menubruk dinding. Jatuh terduduk di hadapan Ira.


''Kamu menghamili gadis lain Hubby! Aku kecewa padamu? Sangat kecewa! Aku benci kamu Hubby!!!!''


Ddddduuuaaarrrr...


Ddddduuuaaarrrr..


Lagi, Raga terkejut dengan ucapan Ira. ''Nggak! kamu nggak maungkin Hunny ku! Kamu bukan dia!'' bantah Ragata.


Ira terkekeh namun menangis. Ia menoleh pada Papi Gilang. Papi Gilang terdiam.


Ia masih shock dengan pernyataan Ira baru saja. Melihat tatapan Ira yang begitu sendu padanya, dengan segera Papi Gilang merogoh saku celananya dan mendial nomor Abi Hendra.


Tut, Tut.


''Assalamualaikum, Gilang? Ada apa?''


Deg!


''A-abi...'' lirih Ragata dengan tergagap. Ia menatap nanar pada Papi Gilang.


''Kamu datang kesini dan bawa Kak Hani juga! Ada sesuatu yang harus kamu tau tentang putramu, Kak Hendra!''


Deg!


''Putraku? Ragata? Kenapa? ada apa dengan nya?'' cecar Abi Hendra.

__ADS_1


''Datang saja kemari. Kamu akan tau apa yang terjadi di dalam rumah tangga putrimu! Aku tunggu!'' ucap Papi Gilang dengan segera ia merubah kamera depan menjadi kamera belakang.


Abi Hendra terkejut melihat seseorang disamping Ragata. ''Sonia...''


Deg!


''Tu-tuan Hendra!'' pekik Sonia. Wajah itu semakin pucat saat ini. Seperti tidak di aliri darah.


''Aku tutup! Bawa Kak Hani sekalian kemari. Aku akan menghubungi istriku untuk datang kesini. Assalamualaikum!''


''Waalaikum salam...''


Tut.


Sambungan video itu terputus. Papi Gilang menatap datar pada Ragata. Ia duduk berjongkok dan merengkuh tubuh ringkih Ira untuk di bawa ke dalam pelukannya.


Tut. Tut. Tut.


''Assalamualaikum, By? Kamu udah sampai dirumah Kakak?'' suara lembut itu menyapa indera pendengaran Ragata dan Ira.


Papi Gilang tersenyum, ''Sudah. Kamu kesini ya? Putri kita membutuhkan mu saat ini. Minta Rayyan yang mengantar mu kesini. Algi dan Nara jangan dibiarkan ikut!'' tegas Papi Gilang, namun suara itu begitu lembut.


Sonia tertegun sejenak. Ia menoleh pada Papi Gilang yang sedang tersenyum melalui ponselnya.


''Emang kenapa sih? Loh? Itu kakak kenapa?! Lah? Raga? Ragata udah pulang dari luar negeri?! Baik! Aku akan kesana. Rayyan! Antar kan Mami kerumah kakakmu, sekarang!'' seru Alisa dengan suara melengking nya.


Papi Gilang meringis, setelah itu terkekeh. ''Kamu lihat Ragata? Bahkan Mak mertua mu pun sangat senang mendengar jika kamu sudah pulang! Bagaimana kalau dia tau jika kamu membuat ulah, menghancurkan kehidupan putrinya sebelum kamu menyentuhnya?


Deg!


''Nggak! Itu tidak mungkin! Aku tidak percaya jika ini adalah Ira. Hunnyku! Istriku!''


Deg!


''A-apa?! Istri katamu?!''


''Ya, istriku! Ira Sarasvati binti Milham Syahputra. Istri sah secara hukum dan agama sejak sembilan tahun yang lalu!''


Ddddduuuaaarrrr...


💕💕💕💕


Sanggup nggak kira-kira Ragata menghadapi kehancuran nya?


Yuk ikutin terus!


Like dan komen selalu othor tunggu!


Hadiahnya juga ya?

__ADS_1


Othor jadi tukang palak nih sekarang! 😒


Hihihi..


__ADS_2