
''Apakah aku harus melakukan nya?? Jika tidak dengan cara itu, aku tak punya cara lain.. ya Allah.. maafkan aku.. aku terpaksa melakukan semua ini demi kesembuhan nya..'' gumam Raga masih dengan melihat Ira.
Gadis itu sesekali masih ketakutan dan juga menggigil. Tubuhnya gemetar, bibirnya pucat. Walau hanya remang-remang, tapi Raga dapat melihat dengan jelas seperti apa wajah Ira.
Raga menghela nafasnya. ''Baiklah, jika memang ini yang harus aku lakukan demi kesembuhan Ira, maka aku bersedia. Walau aku tau ketika Ira sadar nanti, ia akan marah padaku.. Ah! biarlah! yang penting dia selamat. Tak peduli nantinya ia marah padaku.'' gumamnya lagi.
Karena sudah bertekad maka Raga melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. pertama, ia buka dulu baju Ira.
Kedua, Raga membuka celana Ira. Hanya tersisa CD saja. Sedang pakaian dalam bagian atas memang tidak terpasang oleh Raga.
Ribet pikirnya. Kemudian ia membuka bajunya, sedang bagian bawah Raga hanya memakai sarung. Raga mendekati Ira yang masih tertidur dengan keadaan mengigau.
Raga masuk kedalam selimut Ira. Ia mengangkat tubuh lemah itu dan membawanya masuk kedalam kain sarung bersama nya.
''Maaf.. kakak terpaksa... hanya ini cara satu-satunya agar demam mu bisa turun..'' lirih Raga sembari menaikkan selimut hingga ke leher mereka berdua.
Pertama kali merasa kan tubuh Ira yang begitu panas, membuat Raga gelisah dan berdesir.
Berulang kali Raga menghirup dan mengeluarkan lagi nafas dari hidungnya. ''Maafkan kakak sayang... maaf.. kakak terpaksa melakukan nya..'' bisiknya di telinga Ira.
Nggak tau kenapa tubuh Ira langsung bereaksi saat bertemu tubuh Raga. Walau Raga merasa kepanasan, tapi ia tahan.
Demi Ira, agar cepat sembuh. Raga semakin erat memeluk Ira. Begitupun dengan Ira. Ia semakin menelusup kan wajahnya ke leher Raga.
Raga menahan nafasnya. ''Ya Allah.. sungguh berat godaan nya..'' lirihnya lagi.
Saat ini Raga sedang melakukan kontak skin to skin. Itu sangat berguna bagi yang sedang mengalami demam yang tidak kunjung turun.
Skin to skin adalah metode transfer panas yang dilakukan dengan sentuhan kulit. Biasanya hal ini dilakukan oleh seorang ibu untuk menghangatkan tubuh bayi yang baru lahir.
Jika pun sedang demam itu juga sangat boleh dilakukan. Jika untuk orang dewasa sangat boleh dilakukan, karena itu hanya pasangan suami istri yang bisa melakukan nya.
Mengingat status nya dengan Ira, membuat Raga lagi dan lagi menghela nafas berat. Mereka berdua bukan pasangan suami istri, mereka masih dalam masa perkenalan sejak kedua orang tua mereka menjodohkan mereka.
Lagi, Raga merasa bersalah. Tapi ia terpaksa melakukan nya. Demi Ira, apapun akan dilakukan nya.
''Maafkan kakak sayang...'' lirihnya lagi dengan mata terpejam.
''Ampuni hamba ya Allah...'' lirihnya lagi
__ADS_1
Lama kelamaan mata Raga terpejam karena sudah sangat mengantuk. Begitu juga dengan Ira, ia semakin nyaman dalam pelukan Raga.
Ira semakin memeluk Raga dengan erat. ''Aku sayang kakak... aku tak menyesal jika harus tidur seperti ini dengan mu.. aku tau jika ini adalah dosa.. sepulang dari sini aku akan melakukan sholat taubat. Terimakasih, karena sudah membuatku lebih baik. Aku sangat mencintaimu kak Raga.. sangat...'' gumamnya dalam hati.
Semakin erat Ira memeluk tubuh polos Raga. Begitu juga dengan Raga. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Ira.
Mereka berdua terlelap hingga siang hari nya. Tak sadar jika waktu sudah menunjukkan angka sebelas siang.
Mereka berdua masih betah tidur berpelukan seperti itu. Demam Ira pun sudah lumayan. Tidak panas seperti tadi malam.
Ira menggeliat kan tubuhnya saat merasakan pegal di bahu bagian kanan karena terlalu lama tidur miring memeluk Raga.
Matanya mengerjab-ngerjab pelan. Pertama kali yang Ira lihat adalah wajah tampan Raga yang sedang terlelap.
Ira menatap wajah tampan yang terlelap itu dengan dalam. Semakin ia pandang, semakin berdesir pula hatinya.
Lama ia menatap sang pujaan hati. Ingin di bangunkan tapi nanti Ira jadi malu karena Ia polos.
Hanya tersisa CD saja. Begitu juga dengan Raga. Mereka berdua tidur dalam kain sarung yang sama.
Jantung Ira semakin berdebar kencang, saat dirinya memikirkan hal-hal lain yang sedang berseliweran di pikiran nya.
Pura-pura tidur, padahal mah udah bangun. Jika nanti ia buka mata, Ira malah jadi kaget. Maka dari itu, ia sengaja menutup saja matanya.
Sambil meresapi jantung Ira yang sedang berdebar kencang. Ira semakin gelisah saja. Tak tahan dengan perlakuan Ira, karena sudah membangkitkan ha sratt nya, Raga mencoba memeluk Ira lebih erat lagi.
''Tidur sayang.. jangan banyak gerak. Mau kamu terjadi sesuatu disini?? Kita belum sah loh..'' ucap Raga dengan mata terpejam.
Ira terkejut, ia jadi malu. Wajahnya merah merona. Raga membuka matanya sedikit, terlihat jika Ira sedang malu.
Wajahnya itu sangat menggemaskan menurut Raga. Ia terkekeh kecil. Ira tau itu. Ia semakin menelusup kan wajahnya ke ceruk leher Raga.
''Emmm.. kak...''
''Hem,'' sahut Raga masih dengan mata terpejam.
''Terimakasih.'' ucap Ira dengan menatap wajah Raga
Raga membuka matanya. ''Untukmu apapun akan kakak lakukan. Ya... walau harus seperti ini!'' imbuhnya seraya terkekeh kecil.
__ADS_1
Ira jadi malu dibuatnya. Ira melihat Raga yang juga sedang melihatnya. ''Kak... lapar...'' lirih Ira seperti suara bisikan.
Raga masih saja menatap Ira dengan instens. Ditatap seperti itu, membuat Ira salah tingkah.
''Kak! Aku lapar!'' seru Ira lagi masih dengan wajah merah merona nya.
Raga terkekeh. ''Iya sayang. Kamu bawa makanan nggak?? Semalam kakak nggak sempat periksa sih.''
''Kayaknya ada deh, kalau nggak salah roti bantal sama... apa ya?? Hah! semur ayam! tapi ketinggalan di tenda...'' lirih nya dengan wajah sedih.
''Ya sudah tak apa. Biar kakak carikan dulu di sekitar sini, mana tau ada buah-buahan yang bisa kita makan.'' imbuhnya seraya menggeser tubuhnya untuk bangkit.
''Kak!'' seru Ira terkejut saat Raga mulai keluar dari sarungnya.
''Jika kamu malu, pejamkan mata mu. Kakak terpaksa melakukan semua ini. Maaf ya??'' imbuhnya lagi, ia mengusap kepala Ira dengan sayang.
''Bentar dulu, aku berbalik. Maluuuuu...'' ucap Ira segera berbalik ke arah lain.
Yang penting tidak melihat tubuh Raga yang hanya memakai CD saja. Lagi Raga terkekeh. ''Biasakan sayang. Setelah ini akan lebih sering kamu melihat kakak seperti ini!''
Blussshh..
Lagi pipi Ira merah merona. ''Udah ih! buruan! Aku juga mau pakai baju...'' lirihnya begitu pelan.
Raga tertawa. Ia sudah siap dengan pakaian nya. Sekarang Raga harus pergi ke belakang gubuk untuk mencari sesuatu yang kira-kira bisa dimakan.
Setelah melihat Raga pergi, Ira segera bangkit dan memakai bajunya kembali. Ia sangat malu pada Raga.
''Ishh... malu aku sama kak Raga! bodoh kamu Ira! Bisa-bisanya tidur nggak pakai baju begitu?! Ishh... malu. Malu. Malu.. aaaaa...'' jeritnya pelan sembari menghentak kan kakinya kelantai papan gubuk tua itu.
Raga yang mendengarnya terkekeh geli. ''Kamu sangat manis jika bertingkah seperti itu sayang. Oke. Beruntung nya di gubuk tersedia makanan. Walaupun hanya ubi dan buah kelapa saja. Itu sudah cukup untuk mengganjal perut. Nanti setelah makan, akan aku cari buah-buahan di sekitar sini. Pasti ada.'' celutuk nya tanpa menyadari jika ada seseorang berdiri di belakang nya.
Saat Raga berbalik ia terkejut melihat Ira sudah berdiri dibelakang nya dengan rambut tergerai.
''Astaghfirullah!! sayang!!''
💕
Ha ha.. kak Ira usil ya?? 😁😁
__ADS_1