Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Flashback


__ADS_3

Video itu berputar.


''Tu-tunggu Sonia! Tolong jangan lakukan hal itu! Dia istriku! Tolong jangan sakiti dia!''


Deg!


Deg!


Tubuh Sonia membeku mendengar suara itu. Suara yang begitu di kenalnya. Suara yang dua tahun lalu, pernah ia ancam demi koas nya berhasil di rumah sakit itu.


Dua tahun lalu di Inggris.


''Ah.. uhh.. oh my good! kamu sangat nikmat sayanghh.. uhh..'' suara racau itu begitu bergema di dalam ruangan seorang dokter koas di rumah sakit yang terkenal di Inggris.


''Uhh .. lebih cepat!! Nikmat nya..'' racauan itu terdengar lagi.


Desahaaan dan lenguhan terus saja mengudara di dalam kamar sempit itu. Mereka bersenang-senang tidak melihat waktu dan tempat.


Mereka pikir, bebas melakukan nya tanpa ada siapapun yang mendengar karena waktu itu sudah pukul sepuluh malam.


Mereka berdua salah. Ternyata masih ada seseorang yang mendengar suara merdu mereka dari luar.


''Astaghfirullah.. ya Allah .. Riki sama siapa itu?! Kenapa pula dia melakukan hal seburuk itu?! Ini kan dirumah sakit?! Astagfirullah ala'dzim...'' ucap Ragata.


Ia mengelus dada dan telinganya berulang kali. ''Uhh.. Baby! Aku sudah tidak tahan.. ah..''


Deg!

__ADS_1


Deg!


Ragata membeku di tempat mendengar suara wanita yang sedang bersama Riki saat ini. ''So-sonia?!?'' Seru Ragata.


Ia sampai jatuh terduduk di kursi tunggu ruangan Riki. Tubuhnya berkeringat dingin. ''A-apa itu?! Kenapa mereka berdua melakukan hal tidak senonoh seperti itu?! Apakah mereka sudah menikah?! Astagfirullah ya Allah.. Hunny... ishh.. malah aku yang jadi seperti ini! Isshh... kalau saja Hunny ada disini, pastilah aku sudah menerkam nya! Astagfirullah!!!'' seru Ragata dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


Lagi, suara erangan semakin sahut menyahut di ruangan itu. Ragata menutup kedua telinganya.


Jika bukan karena ia ingin bertemu dengan Riki, maka ia tidak ingin berada di situasi saat itu. Ragata mengusap kasar wajahnya.


Berulang kali menghela nafas kasar. Sementara dua sejoli di dalam sana sudah selesai dengan aktivitas mereka.


Mereka berdua masuk ke kamar mandi dan mandi bersama.


Setengah jam kemudian, mereka berdua keluar dari ruangan itu. Dan berapa terkejutnya mereka berdua saat melihat Ragata duduk dengan memegang kepalanya yang ia tumpu di pahanya.


Deg!


Deg!


''Ragata!!!'' Seru Riki dan Sonia bersamaan. Ragata menatap datar pada mereka berdua.


''Apa yang kalian lakukan tadi?! Apakah kalian sudah menikah?! Riki! Kamu di panggil prof. Steven untuk menghadap padanya. Sekarang!'' titah Ragata dengan suara rendah namun begitu dingin.


''Ba-baik, Ga! A-aku kesana sekarang!'' sahut Riki.


Dengan segera sahabat mu itu berlari dan meninggalkan Sonia dan Ragata yang saling menatap dengan tajam.

__ADS_1


''Sonia-,''


''Jangan coba-coba menceramahi ku Ragata! Kau tidak mau memberikan itu padaku! Tapi Riki bisa! Jangan mencoba-coba untuk mengganggu kesenangan ku Ragata!''


''Astaghfirullah ya Allah.. Sonia! Jika kamu ingin melakukan hal itu, menikahlah! Itu lebih baik. Apapun yang ku lakukan itu halal untuk kalian berdua. Tidak seperti ini, kalian-,''


''Jsngan mencampuri urusanku Ragata! Ingat Ragata! Jika sampai pihak rumah sakit tau tentang kejadian tadi, maka kamu lah orang yang melaporkan nya! Jangan coba-coba mengganggu ku Ragata jika tidak istrimu yang akan ku habisi nyawanya!''


Deg!


Deg!


''Apa?! Kenapa kamu membawa-bawa istriku dalam masalah ini?! Ini urusan kita berdua?! Tak ada sangkut paut nya dengan ini! Jangan bawa-bawa istriku dalam masalah pekerjaan kita!'' tegas Ragata dengan menatap tajam pada Sonia.


Sonia terkekeh, ''Maka dari itu! Jangan coba-coba kau menganggu urusannya ku dengan Riki. Cukup sampai disini kau tau! Jiak Samapi aku di keluarkan dari rumah sakit ini, berarti semua itu karena kau Ragata! Dan aku akan membunuh istrimu jika Sampai hal itu terjadi! Ingat itu Ragata!'' tukas Sonia membuat Ragata terdiam di tempat.


Sementara Sonia berlalu pergi meninggalkan Ragata. Sadar Jika Sonia berlalu pergi ia mencegat nya.


''Tunggu Sonia! Aku tidak bisa membiarkan kalian melakukan kesalahan yang sama. Maka dari itu, aku akan tetap melaporkan kasus ini Pada Prof. Robert!'' ucap Raga.


Dengan segera ia pergi meninggalkan Sonia yang semakin geram karena kelakuannya. "Berhenti Ragata!! Jika kau berani melaporkan hal ini kepada Prof. Robert, maka akan ku pastikan! istri kesayangan mu itu akan tinggal nama!!!"


Ddddduuuaaarrrr...


💕💕💕💕


Tiap part kembang nya jangan lupa buat othor ya?

__ADS_1


Hihihi..


__ADS_2