Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Di perjalanan


__ADS_3

''Tidak akan ada yang pergi tanpa seizin ku!'' ucap Raga dengan dingin.


''Ishhh... kamu kok ngomong gitu sih sama mantu ummi??''


''Mana ada ummi... Raga cuma ngomong apa adanya?'' sahut Raga


Ummi Hani mendelik menatap putra nya itu. Ira tertawa melihatnya. ''Udah ah! Ayo kak! Kita mau berangkat loh..'' tegur Ira membuat ibu dan anak itu berhenti berdebat.


''Ya sudah, hati-hati ya sayang. Jaga diri baik-baik. Jangan jauh dari Raga. Entah kenapa ummi begitu takut saat ini.'' imbuh ummi Hani sedikit cemas.


Ira tersenyum. ''Tidak akan ada apa-apa ummi. Selama kak Raga bersama ku, maka tidak akan terjadi apapun. Percayalah ummi. Allah selalu bersama kita!'' imbuhnya dari memeluk ummi Hani dengan erat.


Ummi Hani merasa terharu, ia mengecup kening Ira untuk menyalurkan rasa sayang nya.


Cup.


''Hati-hati sayang..''


''Iya Ummi.. ummi tenang aja ya?? Ummi jaga kesehatan, pulang dari camping nanti, kakak main-main deh ke rumah ummi...'' ucapnya memberikan sedikit semangat pada ummi Hani, agar hatinya senang.


''Beneran??'' tanya ummi Hani, ia begitu antusias saat mendengar jika Ira akan berkunjung ke rumahnya.


''Iya ummi... Ayo kak!''


Raga mengangguk. Setelah kedua pasangan labil itu menyalami ummi Hani dan pergi di mana seluruh siswa berkumpul.


Semua itu tak luput dari tatapan seorang gadis yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


Setibanya mereka di sana, Raga berpisah dari Ira. Karena ia dipanggil untuk memandu adik-adik kelas untuk menuntun mereka meletakkan semua barang bawaan ke dalam bagasi bus.


Setelah selesai, ada sedikit pengumuman yang disampaikan oleh Pak Madan. Yang mana jika perjalan mereka di ubah menjadi ke danau Toba.


Bukan ke Rantau Parapat. Tapi ke air terjun si Piso-piso. Semua siswa dan siswi bersorak Sorai karena sangat senang akan menyambangi air terjun yang begitu terkenal itu.


Kemarin pak Madan salah mendapatkan informasi. Maklum, beliau kan bukan asli orang Medan.


Tapi orang Aceh asli. Maka dari itu, beliau meminta maaf atas info yang beliau utarakan. Selesai dengan pembahasan yang membuat waktu terus berjalan, kini waktunya mereka untuk pergi ke danau Toba.


Seluruh siswa dan siswi masuk ke dalam bus. Satu bus yang di depan telah penuh. Mereka saling berebutan untuk masuk.


Ira yang melihat itu, memilih untuk terakhir saja. Ia dan Risa teman sebangku nya memilih paling belakang an saja.


Sedangkan Raga sudah masuk duluan bersama yang lain di bus kedua. Pak Madan yang melihat, jika Ira masih bengong berdiri diluar, mendekati nya.


''Kenapa belum masuk Ra..??''


''Eh? hehehe.. saya tidak terbiasa masuk dengan terburu-buru seperti itu, yang ada nantinya bukannya malah masuk tapi malah keluar karena terdorong.'' imbuhnya dengan sedikit kekehan di bibirnya.


Pak Madan terkekeh mendengar nya. ''Masuklah! sudah habis kok! masuk di bus yang kedua ya? Karena bapak pun disitu.'' imbuhnya, setelah nya ia pun berlalu.


Melihat semua temannya telah masuk, kini Ira pun masuk. Ketika ia masuk, pertama kali yang ia lihat adalah Raga duduk dengan gadis yang tadi berbicara dengan ummi Hani.


Ira tersenyum kecut. ''Bahkan, ia lebih dulu dariku?'' gumamnya.


Ira masuk perlahan, saat melewati Raga, tangannya di cekal Raga.


''Duduk disitu, kakak pindah!'' titahnya pada Ira.


Ira menggeleng. ''Nggak kak. Aku duduk disana saja ya? Disana masih ada bangku kosong dua lagi, kok. Udah ya??'' Ira berusaha melepaskan cekalan tangannya dari Raga, karena seluruh siswa dan siswi menatap nya seperti ingin mengejeknya.


''Nggak! jika kamu tidak duduk disitu, maka kita akan berdiri disini sepanjang jalan!'' tegasnya.

__ADS_1


Membuat Ira menghela nafasnya. ''Tapi disitu udah ada teman kakak..'' lirih Ira.


''Wahyu!''


''Yoi Bray! Dengan senang hati aku akan pindah!'' sahutnya.


Setelah nya Wahyu duduk dengan Risa. Sedangkan teman Wahyu duduk dengan Nessa.


Raga menyuruh Ira masuk dan duduk dibangku yang tadi di duduki oleh Wahyu. Setelah nya bus pun mulai bergerak.


Mereka akan menuju Danau Toba. Karena disanalah terletak air terjun si Piso-piso.


Pak Madan yang melihat tingkah Raga tadi terkekeh kecil. Sifat nya sama persis dengannya dulu saat ia menyukai Alisa.


Semua para teman-teman Raga menyoraki mereka dengan pasangan ter terasi. Raga yang mendengar nya hanya tersenyum saja.


Berbeda dengan Ira. Ia merasa tak nyaman, karena tatapan teman sekelas Raga mengarah padanya.


Ira menarik baju Raga agar mendekat padanya dan berbisik. ''Kak.. lihat semua mata mereka kayak mau copot liatin kita duduk berdua.'' bisiknya di telinga Raga.


Raga yang mendengarnya terkekeh. ''Biarkan saja! orang kita berdua memang pasangan.'' sahutnya masih dengan berbisik.


''Ishhh... mereka itu nggak tau kak! gimana sih?!'' bisik Ira lagi.


''Udah, kamu tenang aja! sebaiknya kita dengar musik aja ya? biar kamu tenang? Nggak usah diliatin terus mereka nya. Yang ada kamu sendiri yang nggak merasa nyaman. Atau?? kamu mau duduk sama si Risa ya? ketimbang dengan ku??'' ketus Raga masih dengan berbisik.


Sesekali wajahnya mendekat ke arah Ira, karena Ira sedang berbisik padanya.


''Bu-bukan gitu kak..''


''Udah! diem! Sini kakak pasangin earphone aja di telinga kamu, agar kamu bisa dengerin lagu.'' ucap Raga dengan segera memasangkan earphone di telinga Ira.


Raga yang melihatnya tersenyum. ''Masih di sentuh gitu aja ditelinganya kamu udah pucat gitu? Gimana kalau yang lain??'' goda Raga membuat Ira menoleh.


Raga menatap nya dengan dalam dan sedikit tersenyum. Ira menatap Raga dengan tatapan yang entah seperti apa.


''Kamu cantik!'' bisiknya


Membuat Ira mengerjab. Setelah sadar, Ira menoleh ke depan lagi. Wajahnya mendadak panas.


Ia menunduk untuk menghindari semua tatapan mata yang tertuju padanya. Raga terkekeh kecil.


Lagi, ia mendekati Ira dengan sedikit memiringkan wajahnya. Nessa yang melihatnya melototkan matanya.


Mereka berdua terlihat seperti sedang berciu*man, padahal tidak. Raga sedang menggoda Ira lagi.


Karena ia sangat suka dengan wajah Ira yang merah merona tanpa pemerah pipi, seperti yang terlihat pada teman-teman sekelasnya yang cewek suka dandan.


''Kamu kenapa??'' tanya Raga.


Ira semakin menunduk. Raga terkekeh lagi. ''Ayo sini kepalanya, sandarkan dikursi. Sakit loh lehernya nunduk terus kayak begitu.'' ucapnya lagi masih dengan kepala miring dekat Ira.


Wahyu yang melihatnya terkekeh. Sedangkan Nessa menahan nafasnya.


Bisa-bisanya mereka berdua seperti itu! Nggak tau apa?! Ini di bus?? Dasar gatel! sungutnya di dalam hati.


''Udah ah! kakak suka banget sih kayak begitu?!'' sewot Ira.


''Kayak gimana?? hem??'' godanya lagi.


Geram, Ira mencubit pinggang Raga. Membuat sang empu menjerit tertahan. ''Ishh.. kok di cubit sih?!'' sungut Raga.

__ADS_1


Ira mencebik. ''Biarin! Habisnya, kakak suka banget jahilin aku!'' ketus Ira.


Membuat Raga tergelak. Teman-teman Raga yang melihatnya heran tak lama mereka bersorak.


''Cieee.. Ciee... pasangan ter terasi kita sedang kasmaran euuy! pepet teroooossss...'' celutuk salah satu teman Raga.


Membuat seluruh siswa dan siswi di dalam bus itu tertawa bersama. Apa kabar dengan Ira?? Jangan ditanya lagi.


Ia semakin malu saja. Sesekali ia mencubit pinggang Raga. Membuat sang empu terkekeh lagi dan lagi.


Dua orang gadis disana, menatap datar pada pasangan baru itu.


Tunggu sampai di air terjun! Kamu akan tau akibatnya! gumamnya dalam hati.


Setelah capek menyoraki Ketika OSIS mereka, kini para siswa dan siswi mulai mengantuk. Karena perjalanan pun sudah berjalan separuhnya.


Raga yang mengantuk, melihat Ira. Mata gadisnya itu masih terbuka dan masih terlihat melihat keluar jendela.


Dengan earphone masih terpasang di telinganya. Raga yang sudah mengantuk, menarik kepala Ira untuk bersandar di bahunya.


Ira terkejut, namun setelah mendengar bisikan Raga, ia menurut.


''Tidur! sini kepalanya! kakak ngantuk!'' imbuh Raga dengan menarik sedikit kepala Ira agar bersender di bahunya.


Ira menurut. Ia pun mencoba untuk memejamkan kedua matanya. Raga pun demikian.


Karena suhu pendingin di dalam bus begitu dingin, membuat semua siswa tertidur. Tapi tidak dengan dua gadis di sebelah dan belakang Raga.


Mereka masih terjaga dan melihat sepasang anak manusia yang tidur saling berdekatan. Gigi nya menyeletuk dengan kedua tangan terkepal erat.


Tunggu kau!!


Gumam kedua gadis itu didalam hatinya. Pandangan mata mereka tidak beralih kemana pun. Tetap pada satu titik, yaitu Ira dan Raga.


Raga semakin merasa nyaman saat tidur di sebelah Ira. Tanpa sadar kedua tangan itu sudah nangkring di tubuh Ira.


Satu ia telusupkan ke belakang. Dan satu lagi memegang tangan Ira. Ia tidur agak miring ke arah Ira.


Hangat dan nyaman pelukan itu, membuatnya terbuai.


Jangan pernah tinggalkan kakak Ra.. karena jika itu sampai terjadi, maka diri ini akan ikut pergi seperti dirimu yang pergi untuk meninggalkan ku.


Terkadang aku egois. Ingin sekali memiliki mu seutuhnya. Tapi itu tidak mungkin. Karena status kita yang masih seorang pelajar.


Tapi aku berjanji, setelah pulang kita dari acara camping ini, aku akan segera menikahi mu.


Aku tak mau, kau dimiliki oleh orang lain. Akan seperti apa aku nantinya, jika sampai hal itu terjadi.


Jika aku boleh meminta, jika suatu saat kau pergi untuk selamanya, maka aku pun akan ikut bersama mu.


Aku tak menginginkan yang lain. Yang aku butuhkan hanya dirimu. Karena separuh dari diriku ada bersama mu Ra.. tanpa mu apalah aku ..


💕


Huaaaa.. othor mau dong yang kayak gini??


So sweeeeetttt...


Othor memang tinggal di Medan, tapi belum pernah ke air terjun ini. Jadi harap maklum aja ya, jika ceritanya agak sedikit gimana... gitu! 😁😁


TBC

__ADS_1


__ADS_2