
Setelah kejadian seminggu yang lalu, kini ummi Hani tinggal di rumah Mak Alisa. Susah payah ia membujuk Mak Alisa agar mau menerimanya dan juga putra nya lagi.
Ummi Hani mengikuti Mak Alisa ikut ke toko kue nya yang berada tak jauh dari rumahnya. Cukup dengan jalan kaki saja, mereka sudah tiba di sana.
Tiba disana, toko kue Mak Alisa sudah ramai pengunjung. Semuanya berbaris menunggu giliran.
Ummi menoleh pada seseorang di sudut sana yang sedang menatapnya dengan mata berembun.
''Mama?'' gumam Ummi Hani.
''Siapa Hani? Ibu mertua mu?'' tanya Mak Alisa yang mendengar gumaman ummi Hani.
''Iya Lis! Aku temui tidak ya?'' tanya ummi Hani sambil menatap wanita paruh baya yang sudah berjalan mendekati nya.
''Temui! Bawa masuk ke dalam ruko. Pasti ada yang ingin di bicarakan! Ayo..'' ajak Mak Alisa pada ummi Hani.
Ummi Hani mendekati Mama Lia. Mama Abi Abi Hendra. Wanita paruh baya dengan hijab berwarna biru Dongker itu menangis di depan Hani.
''Assalamualaikum, Nak? Apa kabar?'' Tama Mama Lia.
Ummi Hani tersenyum lembut, ''Wa'alaikum salam Mama. Alhamdulillah baik, Ma.. Mama ngapain kesini?'' tanya Ummi Hani sambil celingukan mencari seseorang yang sudah ia rindukan selama seminggu ini.
Mama Lia terkekeh, ''Hendra tidak ikut bersama Mama. Papa yang menemani Mama. Tapi dia tidak mau menemui mu. Malu katanya.''
Ummi Hani tersenyum malu. ''Hehehe.. ayo, Ma kita masuk. Alisa udah didalam nunggu kita.''
''Oke.'' Sahut Mama Lia.
__ADS_1
Mama Lia dan ummi Hani berjalan mendekati Alisa yang sedang menimang Rayyan yang sedang rewel karena tumbuh gigi.
''Alisa.''
''Ya? Eh Hani. Mari Bu.. silahkan duduk dulu. Saya masih berusaha mendiamkan putra kecil saya ini. Maklum mau tumbuh gigi.'' ujar Alisa dengan terus menerus menimang Rayyan dengan sayang.
Mama Lia tersenyum. ''Tak apa Nak.. dulu Hendra dan Hani juga sama seperti mu. Mereka kewalahan mengurus Raga yang pada saat itu tumbuh gigi.'' Imbuh Mama Lia, dengan sedikit kekehan di bibirnya.
Ummi Hani pun ikut terkekeh. ''Ada apa ya ibu Lia datang kemari? Mau menjemput Hani kah?'' tanah Alisa sengaja menggoda ummi Hani.
Ummi Hani melotot melihat Alisa. Mama Lia tertawa melihat tingkah ummi Hani dan sahabatnya ini.
''Benar kata Hendra. Kalian berdua itu seperti saudara. Bukan sahabat!''
''Hehehe.. sahabat rasa saudara Mama..'' jawab ummi Hani.
''Hehehe.. bener itu!'' timpal Alisa.
Mbak Sus datang dengan membawa teh hangat dan kue buatan Mak Alisa yang diambil dari stand tokonya.
''Diminum Buk..''
''Terimakasih Mbak Sus!'' sahut Alisa.
Dengan segera ia berlalu dimana Rayyan berada saat ini. Ummi Hani menoleh pada Mama Lia.
''Seminggu yang lalu? Mama dan Papa ke pesantren lagi?'' tanya ummi Hani.
__ADS_1
Mama Lia mengangguk, ''Ya, Minggu kemarin kami ke pesantren Raga lagi. Setelah kepulangan kalian, kami juga ikut pulang. Tapi tiba dirumah, Hendra mengamuk karena kamu memilih pergi darinya. Mama nggak sanggup melihatnya Nak.. makanya malam itu juga Mama dan Papa pergi ke pesantren Raga lagi. Tiba disana, Mama di ajak menginap oleh Ustadz Sofian. Mama menerima dan kebetulan ada hal juga yang harus Mama sampai kan padanya.'' lirih Mama Lia lagi.
''Apa yang ingin Mama kayaknya yang sebenarnya?'' selidik ummi Hani.
Mama Lia menghela nafasnya. ''Raga sudah menceritakan semuanya tentang kejadian antara dirinya dan juga Ira. Ia menolak perjodohan itu. Jika kami nekad, maka ia akan kabur dari pesantren dengan membawa putri Alisa bersama nya. Mama tidak mau itu semua terjadi, makanya Mama meminta Papa untuk membatalkan perjodohan itu. Tapi ustad Sofian menolak nya. Raga tau itu. Raga mau pulang kerumah asal kamu pulang Hani.. pulang sama Mama ya? Itu Hendra sudah datang menjemput mu!''
''Hunny...''
''By..''
''Kita pulang! Jika Papa juga nekad, maka aku juga akan pergi dari rumah itu. Bagiku kebahagiaan putraku nomor satu. Buat apa aku memaksa nya jika ia tidak bahagia? Raga hanya mau dengan Ira. Bukan gadis itu.''
Mama Lia tersenyum, ''Betul yang dikatakan Hendra, nak.. ayo pulang? Minggu besok kita akan bersama-sama, untuk menjenguk cucu dan cucu mantuku!''
Ummi Hani terkekeh tapi tidak dengan Alisa. Hendra tau itu. Ia hanya bisa pasrah sekarang, apapun keputusan yang di ambil Alisa, maka itulah yang terjadi.
''Semua keputusan ada ditangan mu Lis! Kauenunggu jawaban mu hari Minggu besok! Ayo hunny. Kita pulang.''
''Aku pulang Lis?''
''Ya, pulanglah! Tempat mu memang bersama suami mu. Tapi tidak dengan putriku!''
Deg!
💕💕💕
Penolakan lagi??
__ADS_1
Hadeuhhh..
TBC