Cinta Dalam Nestapa

Cinta Dalam Nestapa
Menjenguk Raga


__ADS_3

Suruh keluarga besar Mak Alisa datang ke rumah sakit karena mendapat kabar dari Abi Hendra jika Raga, mengalami tidur panjang, atau koma.


Rayyan menangis terisak melihat Ragata yang begitu rapuh karena kepergian Kakak nya. Apalagi Mak Alisa.


Wanita paruh baya itu pingsan tak sadarkan diri saat dokter mengatakan jika Raga akan kembali Jika sesuatu yang di inginkan nya tercapai.


Seluruh keluarga Mak Alisa begitu shock mendapati kabar tentang Ragata ini. Papi Gilang tidak tau harus berbuat apa.


Ia ngotot ingin menghubungi Ira, tapi Abi Hendra melarangnya. ''Biarkan dia dengan tugasnya, Gilang. Jangan ganggu dia. Abang tau, Ira pergi untuk menenangkan hatinya. Ira gadis baik dan tulus. Kamu ingat kan sebulan yang lalu, bagaimana ummi nya mencekik Raga, tapi Ira tetap memohon agar Raga di lepaskan?''


Papi Gilang mengangguk dan menyerah. Ia tidak akan menghubungi Ira lagi. Padahal Papi Gilang tau, obat untuk Raga adalah putri sulungnya itu.


''Kita harus saling menguatkan satu sama lain. Jangan beritahukan hal ini kepada kakak kalian jauh Abang kalian. Jika sampai ia tau, Papi tidak jamin akan kepulangan mereka. Apalagi ini tentang Ragata. Suami kakak kalian. Papi harap kalian paham, ya?'' punya Papi Gilang pada ke empat anaknya.


''Tapi Pi.. sampai kapan Abang akan tidur seperti ini? Apakah tidak berbahaya nantinya?'' tanya Annisa.


''Papi juga nggak tau, nak. Kita doakan saja yang terbaik untuk kakak mu.''


Annisa mengangguk pasrah. ''Ya, kasihan kakak Pi. Semoga Bang Raga dan kak Ira bisa melewati ujian ini. Ujian pernikahan yang begitu berat menurut kakak sih?''


Mak Alisa tertawa. Begitu juga dengan ummi Hani. ''Ummi bisa menebak, jika nanti kamu menikah, kamu juga akan kuat seperti kakakmu, hem?''

__ADS_1


Annisa nyengir. ''Doa kan aja ummi. Kakak pun tak tau seperti apa pernikahan kakak nantinya. Yang jelas Kakak akan berusaha kuat dan tegar dalam menghadapi ujian pernikahan.'' imbuh Annisa santai.


Papi Gilang yang mendengar nya, tertawa. Ia mengusap gemas kepala Annisa yang tertutup hijab.


''Putri kecil Papi sekarang sudah dewasa ya? Sudah cocok ini dinikahkan dengan Tama!'' goda Papi Gilang.


Annisa mendelik tak suka. ''Papi! Ih!'' sungut Annisa tak suka.


Gadis kecil yang baru berumur dua belas tahun itu merengut masam di goda oleh Papi Gilang.


Rayyan pun ikut terkekeh. Algi dan Nara hanya diam saja. mereka tidak mengerti dengan ucapan orang dewasa itu.


''Kalian ngomongin apaan sih?!'' tanya Nara si cerewet di keluarga Mak Alisa dan Papi Gilang.


Algi terkikik geli. ''Hihihi.. kamu mau dinikahin Dek!'' celutuk bocah kecil mirip Mak Alisa itu.


''Udah ih! Bukannya dia ingin Abang Raga, malah ngeledek Kakak! Kakak keluar ajalah! Sebel sama orang tua! Sukanya selalu meledek! hem!'' cebik Annisa.


Dengan segera ia berlalu pergi meninggalkan para orang tua yang terkekeh-kekeh karena kelakuannya yang merajuk seperti itu.


Sementara Ira disana, terbatuk-batuk karena terus disebuti oleh keluarga besarnya.

__ADS_1


''Uhukk .. uhuuukkk.. uhuuukkk.. Allah .. uhukk..'' Ira terbatuk-batuk saat meminum jus yang baru disuguhkan di hadapan nya.


Ustadzah Zafa terkejut melihat wajah Ira yang sudah memerah karena terbatuk-batuk. ''Ya Allah Ra.. siapakah yang sedang menyebutmu ini?'' ucap uztadzah Zafa.


Ira masih saja terbatuk-batuk. Setelah di rasa tenang, Ira mengambil air putih dan meminumnya.


''Alhamdulillah... nggak tau juga ustadzah .. mungkin keluarga besarku? Atau.. Kak Raga?''


Deg!


Nan jauh disana, Jantung Ragata berdegup kencang. Tangannya terkepal erat. Ummi Hani tidak pernah memutus tatapan matanya dari Ragata.


''Sebenarnya apa yang kamu inginkan, Nak? Apakah kamu menginginkan istrimu, Nak??'' tanya ummi Hani dengan memegang tangan nya.


Mak Alisa mendekati ummi Hani dan memeluk erat ummi Hani. ''Memang Ira yang Raga inginkan. Kita harus sabar menunggu sampai tugas nya berakhir. Berdoa saja, semoga kesehatan Ragata tidak menurun selama setahun ke depan.''


''Ya .. doa bisa merubah segalanya.'' lirih ummi Hani.


Ia memegang tangan Raga dengan erat. Tangan Ragata begitu kurus, begitu juga seluruh tubuhnya.


Terlihat kurus tak terurus.

__ADS_1


💕💕💕💕


Lanjut lagi! 😁


__ADS_2