
Di saat Wira sedang menanti jawaban dari Anisah, tiba-tiba saja seseorang datang dan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh nak?" Ucap orang tersebut. Dan mereka bertiga tersentak kaget.
" Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh.." Jawab mereka serentak
" Abi.? Ada apa Aby, kenapa terlihat begitu cemas?" Tanya Anisah penasaran. Dan ternyata orang tersebut adalah ustadz Khairul.
"Anisah, gimana keadaan Asyifa?" Tanya Ustadz Khairul.
"Alhamdulillah sudah lumayan Aby, cuma kakinya di butuh penanganan ekstra agar cepat pulih, karena kaki Asyifa mengalami keretakan bi" ucap Anisah menjelaskan.
" Subhanallah.. semoga Allah memberikan kesembuhan untuk Asyifa" ucap Ustadz Khairul "Anisah, neneknya Asyifa tadi terjatuh dari kamar mandi, karena mendengar Asyifa kecelakaan dan sekarang lagi di ruang UGD " lanjutnya lagi.
"Astaghfirullah, sekarang gimana keadaannya Abi?" Tanya Anisah cemas.
"Masih di periksa oleh dokter nak" bales Ustadz Khairul.
"Ya sudah sebaiknya kita kesana untuk melihat mengetahui keadaannya " ucap Anisah lagi, dan akhirnya mereka pun pergi menuju ruang UGD, dan tak lama muncullah dokter dari ruangan itu. Dengan cepat mereka pun menghampiri dokter tersebut.
__ADS_1
"Gimana keadaan kondisi nenek Aminah dok?" Tanya Anisah.
"Begini pak, Bu, saat ini pasien mengalami stroke ringan, dan kami sudah menangani semaksimal mungkin tapi karena pasien yang juga sudah berusia lanjut jadi tubuhnya sulit menerima obat yang kami berikan dan saat ini kondisinya sangat melemah, jadi sebaiknya banyaklah berdoa karena saat ini hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya " ucap dokter menjelaskan.
"Subhanallah.. semoga Allah memberikan keajaiban itu dan mengangkat penyakit nenek Aminah, karena segala penyakit datangnya dari Allah dan akan kembali juga Karena-Nya." Ucap ustadz Khairul.
"Aamiin," sambung mereka serentak.
"Baiklah dok, apa sekarang kami sudah menjenguknya? Tanya ustadz Khairul lagi.
"Silakan pak, kalau begitu saya permisi juga" Bales dokter tersebut
Sesampainya di ruangan tersebut nampaklah seorang nenek yang sedang berbaring lemah dengan selang pernapasan yang ada di hidungnya, melihat itu tanpa sadar Anisah mengeluarkan Air matanya, yaa, Anisah begitu menyayangi nenek Aminah yang juga sering memanjakannya,
Nenek Aminah terkenal sangat baik , lembut, dan penuh kasih sayang, dia tidak hanya memanjakan Asyifa dan Anisah saja. tapi semua santriwati yang mengenalnya akan di manjakannya, maka banyak yang sangat menyayangi nenek Aminah, maka melihat kondisinya yang seperti ini, membuat Anisah sangat sedih.
"Nenek.. ini Anisah nek, hiks.. bangunlah nek, lihat Anisah ada di sini hiks " ucap Anisah sambil menggenggam tangan sang nenek dan mengecupnya."Nenek harus kuat, hiks.. nenek harus sembuh hiks.. pokoknya Nisah melarang nenek untuk menyerah, hiks, bangunlah nek hiks..hiks.." tangisnya pecah membuat Ardiyan tidak tega melihat Kesedihan Anisah
"Sayang jangan seperti ini.. ingat kamu sedang hamil, ubby takut itu bisa berpengaruh pada janin di rahim sayang," ucap Ardiyan sambil mengelus kepala Anisah dan seketika Anisah langsung memeluk perut Ardiyan dengan posisi Anisah duduk di kursi dan Ardiyan berdiri." ingat sayang, kamu harus kuat, karena gimana mau mau memberi kekuatan pada Asyifa kalau kamu seperti ini sayang.." ucap Ardiyan lagi. masih mengusap kepala dan bergantian ke punggungnya Anisah.
__ADS_1
"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah, gimana caranya memberi tahu Asyifa, karena ubby takut itu berpengaruh dengan kesehatannya" lanjut Ardiyan lagi.
"Bagaimana kalau aku saja memberi tahu Asyifa perlahan" sambung Wira.
"Tidak, tidak, biar Nisah saja yang memberi tahu Asyifa bang, karena Nisah takut Asyifa akan menyalahkan dirinya sendiri bang" ucap Anisah khawatir.
"Baiklah kalau, terserah Nisah saja, semoga Asyifa mau menerima kenyataan dengan ikhlas" ucap Wira lagi, dia juga merasa prihatin akan keadaan keluarga Asiyfa.
"Ya sudah sekarang sebaiknya kamu ke ruangan Asyifa, biar nenek ubby dan Wira yang menjaganya" ujar Ardiyan juga.
"Na'am by, ya sudah Nisah kesana dulu ya Assalamualaikum" ucap Anisah lagi.
"Iya sayang hati-hati ya, wa'alaikumus salam" Bales Ardiyan, lalu Anisah pun pergi keruangan Asyifa, sesampainya di sana ternyata Asyifa sudah bangun.
"Assalamualaikum"
**BERSAMBUNG
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, AGAR AUTHOR SEMANGAT TUK UPDATE 🙏😊**
__ADS_1